Ada info baru tentang KA Super Cepat, neh beritanya
Bandung - Pemprov Jabar akan mengusulkan keterlibatan peneliti ITB dalam feasibility study (FS) mega proyek kereta api super cepat yang mengambil rute Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km.
"Meski ini 100 persen PMA (penanaman modal asing-red), tapi kami ingin keterlibatan anak-anak bangsa. Jadi tak hanya transfer modal saja, juga nanti transfer teknologi," ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Iwa Karniwa saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (6/1/2010).
Kenapa ITB yang dipilih, menurut Iwa karena ITB merupakan perguruan tinggi yang mempunyai ahli di bidang transportasi massal yang tak diragukan lagi. "Hal ini sudah kami usulkan, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja," kata Iwa.
Soal rencana FS yang akan dilakukan 11 Januari hingga 90 hari mendatang, Iwa mengaku baru hanya mendapat laporannya saja dari pihak KJRI di Los Angeles, Amerika Serikat, yang menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Cirebon-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km.
"Saya baru dapat laporan melalui fax, rincinya bagaimana saya belum tahu. Kami BKPMD sejak awal hanya sekedar menfasilitasi saja," jelas Iwa.
15 perusahaan asing membentuk konsorsium dan menandatangani MoA proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH) senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.
Rencananya proyek ini akan memasuki FS pada 11 Januari nanti dan memakan waktu 90 hari. Ditargetkan mega proyek ini akan selesai selama 2 tahun.
Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)
H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.
(Sumber: DetikBandung.com)
neh tambahan beritanya lagi
Bandung - Mega proyek kereta api super cepat yang nilai investasinya US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun akan melibatkan tiga pemerintah daerah, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Sebab rute kereta api super cepat itu akan melalui Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Bandara Soekarno Hatta.
"Kita nanti akan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Banten, sebab rute yang akan diambil melewati daerah mereka," ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Iwa Karniwa saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (6/1/2010).
Menurutnya rute pasti yang akan dilewati proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH), adalah Cirebon-bandara internasional di Kertajati Majalengka-Bandung-Jakarta-Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng Banten.
"Mereka (DKI Jakarta dan Banten-red) juga meminta untuk dilibatkan dalam mega proyek ini," ungkap Iwa. Tak hanya kedua provinsi itu, mega proyek ini juga akan melibatkan Kadin Pusat.
Selanjutnya Iwa membeberkan awal mula investasi mega proyek kereta api supercepat itu di Jabar. Menurutnya semua berawal pada 1 Desember 2009 lalu di Kualalumpur, di mana sebanyak 10 perusahaan asing menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 km.
Selanjutnya, KJRI Los Angeles memenuhi undangan CAEDZ (The Eco Synesis Group) pada tanggal 4 Januari 2010 di Los Angeles untuk menyaksikan penandatangan MoA beberapa konsorsium perusahaan di AS untuk Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH). Jumlah perusahaan menjadi bertambah, jadi 15 perusahaan.
Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)
H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain
(Sumber: DetikBandung.Com)
mudah-mudahan bener realisasinya sehingga perkeretaapian Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara lain
Bandung - Pemprov Jabar akan mengusulkan keterlibatan peneliti ITB dalam feasibility study (FS) mega proyek kereta api super cepat yang mengambil rute Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km.
"Meski ini 100 persen PMA (penanaman modal asing-red), tapi kami ingin keterlibatan anak-anak bangsa. Jadi tak hanya transfer modal saja, juga nanti transfer teknologi," ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Iwa Karniwa saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (6/1/2010).
Kenapa ITB yang dipilih, menurut Iwa karena ITB merupakan perguruan tinggi yang mempunyai ahli di bidang transportasi massal yang tak diragukan lagi. "Hal ini sudah kami usulkan, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja," kata Iwa.
Soal rencana FS yang akan dilakukan 11 Januari hingga 90 hari mendatang, Iwa mengaku baru hanya mendapat laporannya saja dari pihak KJRI di Los Angeles, Amerika Serikat, yang menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Cirebon-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta sepanjang 357 km.
"Saya baru dapat laporan melalui fax, rincinya bagaimana saya belum tahu. Kami BKPMD sejak awal hanya sekedar menfasilitasi saja," jelas Iwa.
15 perusahaan asing membentuk konsorsium dan menandatangani MoA proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH) senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.
Rencananya proyek ini akan memasuki FS pada 11 Januari nanti dan memakan waktu 90 hari. Ditargetkan mega proyek ini akan selesai selama 2 tahun.
Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)
H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.
(Sumber: DetikBandung.com)
neh tambahan beritanya lagi
Bandung - Mega proyek kereta api super cepat yang nilai investasinya US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun akan melibatkan tiga pemerintah daerah, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Sebab rute kereta api super cepat itu akan melalui Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Bandara Soekarno Hatta.
"Kita nanti akan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Banten, sebab rute yang akan diambil melewati daerah mereka," ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Iwa Karniwa saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (6/1/2010).
Menurutnya rute pasti yang akan dilewati proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH), adalah Cirebon-bandara internasional di Kertajati Majalengka-Bandung-Jakarta-Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng Banten.
"Mereka (DKI Jakarta dan Banten-red) juga meminta untuk dilibatkan dalam mega proyek ini," ungkap Iwa. Tak hanya kedua provinsi itu, mega proyek ini juga akan melibatkan Kadin Pusat.
Selanjutnya Iwa membeberkan awal mula investasi mega proyek kereta api supercepat itu di Jabar. Menurutnya semua berawal pada 1 Desember 2009 lalu di Kualalumpur, di mana sebanyak 10 perusahaan asing menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 km.
Selanjutnya, KJRI Los Angeles memenuhi undangan CAEDZ (The Eco Synesis Group) pada tanggal 4 Januari 2010 di Los Angeles untuk menyaksikan penandatangan MoA beberapa konsorsium perusahaan di AS untuk Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH). Jumlah perusahaan menjadi bertambah, jadi 15 perusahaan.
Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)
H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain
(Sumber: DetikBandung.Com)
mudah-mudahan bener realisasinya sehingga perkeretaapian Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara lain



![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)


![[Image: 21kkvba.jpg]](http://i57.tinypic.com/21kkvba.jpg)
![[Image: 2euifjl.jpg]](http://i53.tinypic.com/2euifjl.jpg)