Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sekedar Bertanya Perawatan Lok dan Gerbong...
#21
Berminat apa nih Mas Agus???
Diskusi soalan PA???
Ato yang lainnya???
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#22
(22-07-2009, 06:41 PM)nino Wrote:
(22-07-2009, 12:28 PM)Agung Wrote: untuk PA itu 4 tahun sekali atau bila sudah menempuh jarak 650rb km,
di dalam masa itu pasti ada masa pemeliharaan rutin, dari mingguan, bulanan maupun tahunan yang ditangani dipo induk masing2. jika ada kerusakan yang tidak bisa ditangani oleh dipo induk, maka lok tersebut dibawa ke BY dengan status PB (perbaikan). jika jarak dinas lok tersebut sudah mencapai 350rb km (2 tahun), maka harus dibawa kembali ke BY untuk dilakukan SPA.

lama juga ya... padahal kalo saya liat kode di kereta, yang tulisan MD (kaya'nya makudnya pertama kali dipake), PA (MRI/SGU/TG) dan PA YAD ('yang akan datang' kali ya?), selang waktu antara PA ke PA YAD cuma 2 tahun

kalo SPA itu apakah?

MD = Mulai Dinas = tanggal dinas perdana lok.
PA = Pemeriksaan Akhir = tanggal pemeriksaan akhir yang terbaru (latest date) beserta keterangan dipo yang melakukannya.
PA YAD = Pemeriksaan Akhir Yang Akan Datang = tanggal pemeriksaan akhir berikutnya yang berselisih 2 tahun (untuk gerbong)/4 tahun (untuk lok) dari tanggal yang tercantum di PA sebelumnya.
SPA = Semi Pemeriksaan Akhir = tahapan yang dilakukan sebelum PA, biasanya dilakukan jika unit lok/gerbong sudah menempuh jarak 1/2 dari jarak yang telah ditetapkan untuk PA atau sudah mencapai 1/2 dari angka tahun PA berikutnya.

PA bisa dilakukan lebih dini apabila terjadi PLH. Dalam hal ini yang sangat menentukan adalah kebijakan masing-masing dipo induk.
Demikian penjelasan saya, mohon maaf bila ada kesalahan.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#23
@ABN;
Coba tolong jelasin dulu apakah mengenai perawatan ini kita hanya sekedar bantuin (nyumbang tenaga) doang, ato seluruh biaya perawatan oleh kita? Kalo seluruhnya oleh kita para RF ya berat.
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#24
(22-07-2009, 12:28 PM)Agung Wrote:
(22-07-2009, 11:56 AM)ngga Wrote: mau tanya juga neh .. untuk PA loko apakah rutin ? misalnya 6 bulan 1x atau berapa bulan sekali .. atau jika ada kerusakan baru di PA ?

untuk PA itu 4 tahun sekali atau bila sudah menempuh jarak 650rb km,
di dalam masa itu pasti ada masa pemeliharaan rutin, dari mingguan, bulanan maupun tahunan yang ditangani dipo induk masing2. jika ada kerusakan yang tidak bisa ditangani oleh dipo induk, maka lok tersebut dibawa ke BY dengan status PB (perbaikan). jika jarak dinas lok tersebut sudah mencapai 350rb km (2 tahun), maka harus dibawa kembali ke BY untuk dilakukan SPA.

klow pengecatan ulang brp thn sekali??
Reply
#25
(24-07-2009, 06:13 PM)Narendro Anindito Wrote:
(22-07-2009, 12:28 PM)Agung Wrote:
(22-07-2009, 11:56 AM)ngga Wrote: mau tanya juga neh .. untuk PA loko apakah rutin ? misalnya 6 bulan 1x atau berapa bulan sekali .. atau jika ada kerusakan baru di PA ?

untuk PA itu 4 tahun sekali atau bila sudah menempuh jarak 650rb km,
di dalam masa itu pasti ada masa pemeliharaan rutin, dari mingguan, bulanan maupun tahunan yang ditangani dipo induk masing2. jika ada kerusakan yang tidak bisa ditangani oleh dipo induk, maka lok tersebut dibawa ke BY dengan status PB (perbaikan). jika jarak dinas lok tersebut sudah mencapai 350rb km (2 tahun), maka harus dibawa kembali ke BY untuk dilakukan SPA.

klow pengecatan ulang brp thn sekali??

pengecatan ulang ya pas PA/SPA
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#26
buat kang Gege... maksudnya kalaw memang kita berminat untuk merawat Lok (paling tidak sebulan sekali atau berapalah... yang pasti hari Sabtu ataw Minggu, gimana ??...) nanti kita coba diskusikan dengan pihak berwenang di Dipo Jng...

untuk kang G10d... mengenai biaya kalaw saya menyarankan lebih baik dari pihak Dipo saja yang menyediakan... kita tinggal sumbang tenaga saja, bagaimana ??... ada sih sebagian yang menurut saya perlu di "poles" seperti rantai pengaman coupler yang inginnya di cat warna hitam, terusnya cow cather dicat warna merah... body yang kusam mungkin di "poles" biar kinclong... pokonya nanti kita bicarakan enaknya bagaimana gitu.....

mohon masukannya dong....
Reply
#27
Kenapa kereta odong-odong rangkas jalannya berisik sekali...Bogie nya gak pernah diminyaki ya?

Kalau mau rame2 merawat gerbong dan lok odong-odong aja Big Grin
Reply
#28
(13-08-2009, 09:02 AM)m_ilhami Wrote: Kenapa kereta odong-odong rangkas jalannya berisik sekali...Bogie nya gak pernah diminyaki ya?

Kalau mau rame2 merawat gerbong dan lok odong-odong aja Big Grin

yang bikin berisik bukan bogienya tapi rodanya yang benjol......
harusnya kalo dah gitu rodanya harus dibubut, tapi biasanya sih menunggu PA, selama masi bisa bisa operasional ya tetep dijalankan meskipun harus mengurangi kenyamanan.......
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#29
(13-08-2009, 12:11 PM)Agung Wrote:
(13-08-2009, 09:02 AM)m_ilhami Wrote: Kenapa kereta odong-odong rangkas jalannya berisik sekali...Bogie nya gak pernah diminyaki ya?

Kalau mau rame2 merawat gerbong dan lok odong-odong aja Big Grin

yang bikin berisik bukan bogienya tapi rodanya yang benjol......
harusnya kalo dah gitu rodanya harus dibubut, tapi biasanya sih menunggu PA, selama masi bisa bisa operasional ya tetep dijalankan meskipun harus mengurangi kenyamanan.......

masa cuma mau bubut harus tunggu PA...??
Reply
#30
(13-08-2009, 02:19 PM)Narendro Anindito Wrote:
(13-08-2009, 12:11 PM)Agung Wrote:
(13-08-2009, 09:02 AM)m_ilhami Wrote: Kenapa kereta odong-odong rangkas jalannya berisik sekali...Bogie nya gak pernah diminyaki ya?

Kalau mau rame2 merawat gerbong dan lok odong-odong aja Big Grin

yang bikin berisik bukan bogienya tapi rodanya yang benjol......
harusnya kalo dah gitu rodanya harus dibubut, tapi biasanya sih menunggu PA, selama masi bisa bisa operasional ya tetep dijalankan meskipun harus mengurangi kenyamanan.......

masa cuma mau bubut harus tunggu PA...??

biasanya sih gitu dan yang selama ini terjadi di PT KA
lagipula PA Gerbong kan dekat, 2 tahun sekali pasti PA, daripada lok yang harus 4 tahun sekali.
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)