Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] Istilah Teknis Perkeretaapian di Indonesia
MakSaa Wrote:
Sumber suara pada lokomotif secara umum kan ada 2, yaitu gesekan roda dengan rel dan suara mesin lokomotifnya itu sendiri. Mungkin Semboyan 8 yang sekarang hanya untuk memantulkan suara mesin diesel lokomotif dan tidak terlalu berharap pada suara pantulan roda dan rel..?

Jika asumsi itu benar, kalau posisi lokonya SH, apa kira-kira masinis bisa dengar?
Ada thread yang bahas soal semboyan kok. Disini.
Reply
(15-01-2012, 09:28 AM)pardjono Wrote:
MakSaa Wrote:
Sumber suara pada lokomotif secara umum kan ada 2, yaitu gesekan roda dengan rel dan suara mesin lokomotifnya itu sendiri. Mungkin Semboyan 8 yang sekarang hanya untuk memantulkan suara mesin diesel lokomotif dan tidak terlalu berharap pada suara pantulan roda dan rel..?

Jika asumsi itu benar, kalau posisi lokonya SH, apa kira-kira masinis bisa dengar?
Ada thread yang bahas soal semboyan kok. Disini.

@ Pak Pardjono,
Sebenarnya mau dimasukkan di Soalan Semboyan,
tetapi karena diambil dari sisi teknisnya,
jadi saya masukkan disini, trima kasih infonya.
------------------------------------------------------------------


Bahan dari Semboyan 8 dari plat atau seng,
biasanya seukuran plat drum tebalnya, agar awet.

Pada umumnya, jika didalam kabin,
suara gesekkan roda sepertinya lebih dominan terdengar,
terutama pada saat melewati sambungan rel.

Suara mesin menjadi terasa, ketika kita menaikkan throttle dengan
beberapa tingkat sekaligus [kecuali pada 204 sekarang],
yang biasanya diikuti sedikit goncangan dan keluar asap hitam dan api nya.
Atau jika kita masuk di terowongan, mungkin karena volume dalam
terowongan yang hampir seukuran kereta nya,
memang pada saat masuk terowongan, suara mesin cukup terdengar.

Sehingga, biasanya jendela kita tutup agar tidak berisik,
dan asap knalpot tidak masuk kedalam kabin.

Pantulan pada Semb 8 justru diharapkan,
dapat merekondisikan masinis, yang mungkin sedang terkantuk-kantuk,
dan tentu saja dikondisikan dengan suara pantulan yang mengagetkan,
yang dibantu dari pantulan gesekan roda dicampur deru mesin.

Hal ini yang mengusik saya,
kenapa sekarang hanya sepotong ditiap titiknya ya ?
Sehingga fungsi pantulan, menjadi kurang maksimal.

Mungkin karena sekarang sudah jarang ada kabut,
sehingga dianggap, dari jauh sudah kelihatan,
yang berarti harus waspada dengan kecepatannya,
karena akan memasuki tasiun.

Jika dahulu,
bisa saja Rambu Semboyan 8 tidak kelihatan,
karena tertutup kabut.
Sehingga jika kita ragu-ragu,
saat mendadak ada suara keras,
nah, ini sudah melalui Semboyan 8.

Bingung
Reply
(12-01-2012, 09:41 PM)pardjono Wrote: [spoiler]
[quote='Adi Sutjipto' pid='292617' dateline='1326378811']
[quote='pardjono' pid='292551' dateline='1326363589'][spoiler]
[quote='Ryzky_Widi' pid='292548' dateline='1326362039']


Pak Adi, berarti kalau ganti jenis rel, apa ganti roda semua KA ...? Kan lebar kepala rel-nya juga berbeda2 ...? Bingung[/spoiler]


Sambil menunggu balasan Pak Adi, saya coba jawab.
Saya pikir tidak, karena tapak roda KA dibuat selalu lebih lebar dari lebar kepala rel terlebar dan
walaupun ganti rel, rail gaugenya dijaga agar tetap tidak berubah.


Betul Pak,
yang penting lebar sepurnya [istilah yang sering dipakai], harus sama.
Hanya, untuk tingkat kestabilan,
ya makin lebar makin enak, nyaman dan
aman,
ini yang terpenting !


[spoiler]
[Image: WP01.jpg]
Waterpass,
untuk mengukur lebar sepur/ rail gauge.
Anggap benda hitam sebelah kiri, juga rel.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: WP02.jpg]
Waterpass nya/ Niveau [/spoiler]

[spoiler]
[Image: WP03.jpg]
Untuk mengukur kemiringannya,
benda berbentuk segitiga dengan meteran diatasnya,
dapat digeser kekiri.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: WP04.jpg]
Idem diatas,
setelah digeser kekiri.
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: WP05.jpg]
Dapat diketahui perubahan dan toleransi lebarnya.
Semoga bermanfaat,
property dari Bambang HT.
[/spoiler]


Reply
(14-01-2012, 11:34 PM)Adi Sutjipto Wrote: [Spoiler=Semboyan 8,]
[Image: Semb8.jpg][/Spoiler]

Menurut R3 =
Papan Rambu
Pemberita sinyal, memberitahu bahwa kereta api
telah mendekati sinyal masuk pada jarak kira-kira 1000 m.
Jika perlu, ikatlah rem pada waktunya.


Menurut PD 3 =
Perintah untuk hati-hati,
bahwa kereta api telah mendekati sinyal masuk
pada jarak kurang lebih 1000 meter.

Seingat saya,
dahulu tidak sekecil ini untuk ukurannya.
Rata-rata, bidang papan terdiri dari dua buah,
dengan dua warna, kuning dan hitam.
Ada yang punya fotonya tidak ?
Saya bongkar-bongkar masih belum ketemu.

Tapi,
kenapa sekarang jadi kecil seperti gambar diatas ya ?
Apa efek kejut dari suara, bisa cukup untuk mengejutkan
sang masinis ?
Atau karena sekarang jaman serba hemat ?


Xie Xie

Itu khan papannya ada 2. Nah biasanya jarak dari papan satu ke papan yang satunya lagi berapa meter tuh ??Bingung
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(18-01-2012, 12:38 AM)Warteg Wrote: [spoiler]
(14-01-2012, 11:34 PM)Adi Sutjipto Wrote: [Spoiler=Semboyan 8,]
[Image: Semb8.jpg][/Spoiler]

Menurut R3 =
Papan Rambu
Pemberita sinyal, memberitahu bahwa kereta api
telah mendekati sinyal masuk pada jarak kira-kira 1000 m.
Jika perlu, ikatlah rem pada waktunya.


Menurut PD 3 =
Perintah untuk hati-hati,
bahwa kereta api telah mendekati sinyal masuk
pada jarak kurang lebih 1000 meter.

Seingat saya,
dahulu tidak sekecil ini untuk ukurannya.
Rata-rata, bidang papan terdiri dari dua buah,
dengan dua warna, kuning dan hitam.
Ada yang punya fotonya tidak ?
Saya bongkar-bongkar masih belum ketemu.

Tapi,
kenapa sekarang jadi kecil seperti gambar diatas ya ?
Apa efek kejut dari suara, bisa cukup untuk mengejutkan
sang masinis ?
Atau karena sekarang jaman serba hemat ?


Xie Xie
[/spoiler]

Itu khan papannya ada 2. Nah biasanya jarak dari papan satu ke papan yang satunya lagi berapa meter tuh ??Bingung

30,00 meter,

Xie Xie
Reply
(14-01-2012, 11:58 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(14-01-2012, 11:40 PM)Adolph Wrote: ^^^^
Ini ya pakdhe?
[spoiler]
[Image: 25zp74n.jpg][/spoiler]
yg punya foto pinjam dulu yach...

sumber: http://rel-keretaapi.blogspot.com/2011/1...an-ka.html

Betul,
terima kasih.
Xie Xie


Nah,
dahulu, dari atas sampai bawah,
sehingga, gesekan roda besi dengan rel, saat melewati
Semboyan 8,
akan dipantulkan keatas dan sampai ketelinga masinis yang
mungkin sedikit terkantuk, misalnya.

Karena,
dahulu diletakkan terutama didaerah yang berkabut dan menjelang
masuk tasiun.

Tapi yang sekarang,
lihat saja bagian bawahnya, bolong !
Atau belum selesai,
atau sekarang,
yang namanya kabut, sudah amat jarang,
akibat pemanasan global ?


Seperti yang terdapat di Pakisaji,
juga baru, sepertinya dipasang tahun 2011 kemarin.
Bagian bawah juga tidak ada, hanya separuh
jika dibandingkan dengan yang lama.

Lalu,
fungsinya jadi bagaimana ya ?
Menjadi perintah untuk hati-hati ?
Bingung

[Image: Semb8Psi.jpg]


Betul mas Adi, yg cm separuh ga ngefek. Masinis yg ngantuk tetep aja ga akan kaget, stoker yg musti ekstra waspada Xie Xie.
Itu yg papan penuh dua warna spertinya di sblm sinyal msuk Ketanggungan pihak Ketanggungan Barat, betulkah masnya yg ngeshare/upload foto ????
CMIIW
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
(01-02-2012, 11:09 PM)Martu Hares P Wrote: [spoiler]
(14-01-2012, 11:58 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(14-01-2012, 11:40 PM)Adolph Wrote: ^^^^
Ini ya pakdhe?
[spoiler]
[Image: 25zp74n.jpg][/spoiler]
yg punya foto pinjam dulu yach...

sumber: http://rel-keretaapi.blogspot.com/2011/1...an-ka.html

Betul,
terima kasih.
Xie Xie


Nah,
dahulu, dari atas sampai bawah,
sehingga, gesekan roda besi dengan rel, saat melewati
Semboyan 8,
akan dipantulkan keatas dan sampai ketelinga masinis yang
mungkin sedikit terkantuk, misalnya.

Karena,
dahulu diletakkan terutama didaerah yang berkabut dan menjelang
masuk tasiun.

Tapi yang sekarang,
lihat saja bagian bawahnya, bolong !
Atau belum selesai,
atau sekarang,
yang namanya kabut, sudah amat jarang,
akibat pemanasan global ?


Seperti yang terdapat di Pakisaji,
juga baru, sepertinya dipasang tahun 2011 kemarin.
Bagian bawah juga tidak ada, hanya separuh
jika dibandingkan dengan yang lama.

Lalu,
fungsinya jadi bagaimana ya ?
Menjadi perintah untuk hati-hati ?


[Image: Semb8Psi.jpg]
[/spoiler]


Betul mas Adi, yg cm separuh ga ngefek. Masinis yg ngantuk tetep aja ga akan kaget, stoker yg musti ekstra waspada Xie Xie.
Itu yg papan penuh dua warna spertinya di sblm sinyal msuk Ketanggungan pihak Ketanggungan Barat, betulkah masnya yg ngeshare/upload foto ????
CMIIW
Terima kasih Mas Martu,
Ini yang harus dipertanyakan kepada yang mengurusi Semb 8,
mengapa dibuat Paket Hemat ?

Ngakak
Untuk Semb 8 dwi warna,
kita tunggu yang punya saja,
dimananya...

Xie Xie
Reply
Muatan [belading]
adalah beratnya barang yang dimuatkan,
jadi beratnya barang yang dimuat didalam atau diatas gerobak.

Berat muat[laadgewicht] yang ditulis pada gerobak dalam kg,
adalah puncak muatan biasa yang diijinkan.


Kekuatan muatan [draagvermogen] yang ditulis pada gerobak dalam kg,
ialah puncak muatan tertinggi yang diijinkan,
yaitu +/- 5% lebih dari berat muat.


Lijnbelading ialah pembatasan berat muat dari gerobak
untuk salah satu jalanan yang telah ditentukan.
Untuk lijnbelading harus melihat keterangan
dari gambar perjalanan gerobak-gerobak.
Puncak muatan tertinggi dari gerobak untuk jalanan yang telah
ditentukan diperkenankan 5% lebih dari lijnbelading.


Dari R8.
Peraturan peraturan tentang mempergunakan
dan memuati gerobak gerobak.

Bye Bye
Reply
wah kagak paham !Bingung
Reply
(04-03-2012, 07:21 AM)dananggg Wrote: wah kagak paham !Bingung

Tidak apa-apa tidak paham,
bukan untuk dan tidak ada ulangan tentang hal ini kok...

Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)