Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Bangunkarta Exa
Entah kenapa ane kpeikiran kalau K1 zonk ijo kaca pesawat SDT mendingan pindah ke Daop 7 depo Blitar :p
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(02-10-2016, 02:41 PM)CC-201-23 Wrote: Entah kenapa ane kpeikiran kalau K1 zonk ijo kaca pesawat SDT mendingan pindah ke Daop 7 depo Blitar :p

Kalo yg ini kayaknya agak susah kalo terwujud, K1 Turanzonk cenderung dibuat KA komersil baru/lama yg kelas campuran ketimbang dibuat rangkaian full K1. Denger2 ada KA CN-SGU-JR/YK-SGU-BW, paling2 Turanzonk dibuat kereta ini. BK?? Cukup dg K1 aslinya aja... Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(02-10-2016, 02:50 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(02-10-2016, 02:41 PM)CC-201-23 Wrote: Entah kenapa ane kpeikiran kalau K1 zonk ijo kaca pesawat SDT mendingan pindah ke Daop 7 depo Blitar :p

Kalo yg ini kayaknya agak susah kalo terwujud, K1 Turanzonk cenderung dibuat KA komersil baru/lama yg kelas campuran ketimbang dibuat rangkaian full K1. Denger2 ada KA CN-SGU-JR/YK-SGU-BW, paling2 Turanzonk dibuat kereta ini. BK?? Cukup dg K1 aslinya aja... Xie Xie

BK mau dapet K1 aslinya setuju, mau dapet K1 95 bagus juga, bahkan dapet K1 99 kaca lebar SDT it's okay yg penting jangan sampe pake K1 batch 2016 Xie Xie Bye Bye
Pengen jadi Railpen  Ngakak
Reply
(02-10-2016, 04:35 PM)Henggar SP Wrote:
(02-10-2016, 02:50 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(02-10-2016, 02:41 PM)CC-201-23 Wrote: Entah kenapa ane kpeikiran kalau K1 zonk ijo kaca pesawat SDT mendingan pindah ke Daop 7 depo Blitar :p

Kalo yg ini kayaknya agak susah kalo terwujud, K1 Turanzonk cenderung dibuat KA komersil baru/lama yg kelas campuran ketimbang dibuat rangkaian full K1. Denger2 ada KA CN-SGU-JR/YK-SGU-BW, paling2 Turanzonk dibuat kereta ini. BK?? Cukup dg K1 aslinya aja... Xie Xie

BK mau dapet K1 aslinya setuju, mau dapet K1 95 bagus juga, bahkan dapet K1 99 kaca lebar SDT it's okay yg penting jangan sampe pake K1 batch 2016 Xie Xie Bye Bye

Terserah deh mau pake rangkaian apa, pokoknya kembalikan Bangunkarta jadi prima seperti dahulu kala,  Sedih
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
Kedatangan & keberangkatan KA Bangunkarta di stasiun Mojokerto... Xie Xie

Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
Izin share pengalaman naik BK kemarin ya.

Jum'at 20 Januari kemarin saya akhirnya berkesempatan naik Bangunkarta lagi karena ada urusan mendesak di rumah. Niatnya saya mau naik Bima karena waktu berangkat di Gambir lebih sesuai dengan jam kantor dan jadwal tiba di Nganjuk gak pagi-pagi banget. Tapi apadaya tiket Bima ternyata sudah ludes duluan. Alhasil saya beralih ke cinta lama, hehe.

Dari segi rangkaian, saya melihat Bangunkarta yang saya naiki isinya cukup seragam; hany Eks-1 dan Eks-2 yang nampaknya kejatahan 'zonk'. Mulai Eks-3 ke belakang menggunakan K1 0 95 lungsuran Bima. Saya kebetulan dapet Eks-4 dengan nomor Kereta K1 0 95 08. Sejauh ini masih nyaman diduduki karena kursi masih beludru. AC juga masih dingin dan toiletnya bersih. Yang cukup disayangkan dari rangkaian ini adalah pintu bordes yang nampaknya sudah mulai dol (jebol). Beberapa kali orang hilir mudik buka tutup pintu selalu gak bisa nyantol dan bunyi klik, harus disesuaikan dulu pelan-pelan. Tapi overall rangkaian ini masih menyelamatkan wajah Bangunkarta dari bayangan saya akan suramnya nasib BK pasca ditarik ke SDT.

Dibalik citra suram rangkaiannya, BK Genap yang saya naiki ternyata memiliki presisi waktu hampir 100%. Entah ini cuma di BK saja atau sudah semua perjalanan, tapi dari seluruh kereta yang saya tunggangi baru 2 yang benar-benar presisi sesuai perka: Gajahwong dan Bangunkarta genap.

Kereta berangkat tepat pukul 15.00 dari GMR dan langsung melesat tanpa halangan keluar Jakarta. Jika dihitung-hitung, sekitar 62 menit BK sudah sampai di ujung DAOP I. Selepas CKP kereta melaju dengan cukup cepat. BK bahkan nyusul serangkaian K3 di JTB. Awalnya saya bingung, K3 apa yang berangkat mepet sama BK? BK kemudian tiba di Jalur 2 CN 7 menit lebih cepat dari jadwal kedatangan pukul 17.43. Alhasil bisa sambil merenggangkan kaki di CN. Kebetulan juga ketika BK sampai sedang ada rangkaian K1 0 17 Set 2 yang melakukan Uji Dinamis (Kalau Set 1 sudah lari ke Gajayana, Set 2 nya untuk siapa ya? Sindoro kah?). Sepuluh menit berselang, terjawablah rasa penasaran saya terkait K3 yang tersusul di JTB tadi. Announcer mengumumkan bahwa kereta yang akan masuk dari arah utara adalah KA Krakatau yang mengalami keterlambatan. Kalau liat jadwal, Krakatau terlambat cukup parah sekitar 90 menit-an. Ada apa dengan si Toa?

Singkat cerita, BK berangkat kembali dari CN tepat pukul 17.52 dan langsung melesat menuju TG. Sesampainya di TG, BK dibelokkan ke Spoor 1 dan tiba satu menit lebih cepat dari jadwal. Disinilah keterlambatan jadwal BK dimulai. Menjelang jadwal berangkat tepat pukul 19.00, masuklah KA Kaligung dari SMC di jalur 4. Seingat saya, seluruh pintu-pintu BK sudah ditutup dan genta stasiun sudah berbunyi menandakan kereta segera berangkat. Sayangnya, karena banyaknya penumpang kaligung yang nyuwun sewu nyebrang lewat BK, prosesi pemberangkatan BK pun tertunda. BK baru diberangkatkan dari Tegal pk. 19.08, lambat 8 menit dari jadwal seharusnya. Saya bertanya-tanya, apakah proses delay pemberangkatan karena kereta digunakan untuk menyeberang itu wajar adanya (Untuk beberapa stasiun besar seperti SGU atau MN yang tidak punya underpass, mungkin?).

Keterlambatan tersebut kemudian dipangkas di dua stasiun berikutnya, PML dan PK. Di PML, BK tiba lambat 10 menit dari jadwal. Seharusnya BK disini berhenti kurang lebih selama 5 menit, akan tetapi langsung diberangkatkan 1 menit setelah kedatangan. Pun demikian di PK. Kereta terlambat datang selama 7 Menit dan waktu berhenti pun dipangkas dari yang seharusnya 10 menit menjadi 4 menit saja. Sya pun berpikir apa memang sebenarnya BK dihentikan di PML dan PK itu selain turun naik penumpang juga untuk menyesuaikan jadwal pemberangkatan ya? Bukannya di depan BK itu kosong ya, dan malah diekorin sama Sindoro di belakangnya? (CMIIW).

Strategi pangkas jam berhenti di PML dan PK terbukti sukses. BK masuk SMT 5 menit lebih cepat dari jadwal. Saya tidak banyak merekam aktivitas di sini karena sudah mulai ngantuk. Seingat saya, BK dipersiapkan di Jalur 3 dan menjelang keberangkatan Sembrani sudah masuk dan tersedia di Jalur 1. Kereta berangkat SMT tepat sesuai jadwal.

Selepa SMT, saya hanya merem melek ketika suara announcer menggema. Yang jelas, memasuki jalur selatan, BK mengalami keterlambatan tetapi kurang dari 5 menit. Tiba di SK, BK terlambat 2 menit dari jadwal, 3 menit di PA, dan 2 menit di MN. Menurut saya ini cukup membanggakan, hehe. Saya tiba di Nganjuk pun secara mengejutkan 1 menit lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Ketepatan waktu ini mungkin karena faktor DT dan kondisi jalur petak SK - KTS yang sepi kereta arah barat yang hanya diisi Moleks ganjil. Hal ini tentu berbeda dengan nasib Duo satwa yang menempuh jalur selatan (dimana sering tunggu silang di petak KTA-KYA).

Berikut Lapkanya:
GMR Ber 15.00
CN Dat 17.36 - Ber 17.52
TG Dat 18.49 - Ber 19.08
PML Dat 19.32 - Ber 19.33
PK Dat 20.00 - Ber 20.04
SMT Dat 21.16 - Ber. 21.47
SK Dat 23.59 - Ber 00.02
PA Dat 00.53 - Ber 00.54
MN Dat 01.13 - Ber 01.20
NJ Dat. 02.00

Hatur Nuhun
Reply
Nortmalnya Jakarta - Cirebon itu 2,5 jam?
Hmm... kl soal penyeberangan harusnya udah sangat gak benar kl memanfaatkan rangkaian KA penumpang yg ada apalagi itu rangkaian KA penumpang yang mau berangkat... Kenapa PKD nggak serentak ngunciin pintu semuanya yah? Atau udah dikunci tp pr penumpang Kaligung memaksa spy lekas dibukain mungkin??

Reply
(27-01-2017, 08:15 PM)Dana Komuter Wrote: Nortmalnya Jakarta - Cirebon itu 2,5 jam?
Hmm... kl soal penyeberangan harusnya udah sangat gak benar kl memanfaatkan rangkaian KA penumpang yg ada apalagi itu rangkaian KA penumpang yang mau berangkat... Kenapa PKD nggak serentak ngunciin pintu semuanya yah? Atau udah dikunci tp pr penumpang Kaligung memaksa spy lekas dibukain mungkin??

Saya Tanggapi Mengenai Postingan JKT-CN, Kalau speednya Konstan ya emang segitu. Bahkan Kalo Petak sepi aja Bisa 2 jam :10 Menit.
Itupun Udah berhenti Jatibarang+Haurgeulis
Kedua Soal Penumpang Kaliagung, Justru Itu pendapat nomor dua yang betul.
Penumpangnya ga mau sabar+Udah berlagak kayak penumpang Jakarta. sok kejar2an+Mau cepet2 Sampe Rumah+ga mau kejebak macet

Reply
(29-01-2017, 10:48 AM)ardial Wrote:
(27-01-2017, 08:15 PM)Dana Komuter Wrote: Nortmalnya Jakarta - Cirebon itu 2,5 jam?
Hmm... kl soal penyeberangan harusnya udah sangat gak benar kl memanfaatkan rangkaian KA penumpang yg ada apalagi itu rangkaian KA penumpang yang mau berangkat... Kenapa PKD nggak serentak ngunciin pintu semuanya yah? Atau udah dikunci tp pr penumpang Kaligung memaksa spy lekas dibukain mungkin??

Saya Tanggapi Mengenai Postingan JKT-CN, Kalau speednya Konstan ya emang segitu. Bahkan Kalo Petak sepi aja Bisa 2 jam :10 Menit.
Itupun Udah berhenti Jatibarang+Haurgeulis
Kedua Soal Penumpang Kaliagung, Justru Itu pendapat nomor dua yang betul.
Penumpangnya ga mau sabar+Udah berlagak kayak penumpang Jakarta. sok kejar2an+Mau cepet2 Sampe Rumah+ga mau kejebak macet

Ijin komentar:
1. Emang sekarang masih bisa GMR/PSE-CN/CNP itu 2 jam 10 menit?? Jaman ABA/Amur 97an sih masih bisa, soalnya kondisi armada masih bagus2nya, cuman semenjak kejadian PLH Cireks di Telagasari itu, sekarang GAPEKA dibuat agar GMR/PSE-CN/CNP itu seminim2nya 2 1/2 jam. Selain memperhatikan faktor keselamatan penumpang & awak kereta, juga dapat meminimalkan biaya perawatan armada seperti bubut roda dsb.
2. Gak cuman penumpang Kaligung aja koq yg grusa-grusu (gak sabaran), hampir semua daop juga kayak gitu. Penumpang di SGU baru juga gitu, sering penumpang yg baru turun pada cepet2 keluar dari peron stasiun, apalagi kalo jalur 5/6 lagi stabling sepur JJ, kereta mau berangkat aja yg nyebrang sepur kayak semut ngerubungin makanan. Jadi bukan karena lagak kayak penumpang Jakarta, Surabaya tipikal masyarakatnya mulai beda tipis sama Jakarta loh...Xie Xie

Kembali soal BK

Jadwal BK di GAPEKA 2017 ternyata gak jauh beda dg sekarang, berangkat GMR tetap jam 15:00, berangkat SGU tetap jam 16:00. Dulu sempat ada isu BK mau dipindah ke BL, tapi ternyata gak jadi. Setelah kroscek di TKP, baru terjawab kenapa BK gak jadi dipindah ke BL (daop 7). Soalnya bulan kemarin pas mau naik Turangga ke BD, penumpang BK banyak loh yg mau ke MN/SK (kan udah berhenti normal di SK). Kalo dipindah ke BL, bisa diprotes sama penumpang tujuan Madiun/Solo. Soalnya kereta lain udah pada abis duluan kadang2, jadi BK bisa jadi alternatif penumpang Surabaya ke Madiun/Solo kalo semua tiket arah yg sama udah abis. Jadi gak aneh kalo BK dirancang jadi "pengumpan" penumpang Surabaya-Madiun/Solo PP...Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(29-01-2017, 05:52 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(29-01-2017, 10:48 AM)ardial Wrote:
(27-01-2017, 08:15 PM)Dana Komuter Wrote: Nortmalnya Jakarta - Cirebon itu 2,5 jam?
Hmm... kl soal penyeberangan harusnya udah sangat gak benar kl memanfaatkan rangkaian KA penumpang yg ada apalagi itu rangkaian KA penumpang yang mau berangkat... Kenapa PKD nggak serentak ngunciin pintu semuanya yah? Atau udah dikunci tp pr penumpang Kaligung memaksa spy lekas dibukain mungkin??

Saya Tanggapi Mengenai Postingan JKT-CN, Kalau speednya Konstan ya emang segitu. Bahkan Kalo Petak sepi aja Bisa 2 jam :10 Menit.
Itupun Udah berhenti Jatibarang+Haurgeulis
Kedua Soal Penumpang Kaliagung, Justru Itu pendapat nomor dua yang betul.
Penumpangnya ga mau sabar+Udah berlagak kayak penumpang Jakarta. sok kejar2an+Mau cepet2 Sampe Rumah+ga mau kejebak macet

Ijin komentar:
1. Emang sekarang masih bisa GMR/PSE-CN/CNP itu 2 jam 10 menit?? Jaman ABA/Amur 97an sih masih bisa, soalnya kondisi armada masih bagus2nya, cuman semenjak kejadian PLH Cireks di Telagasari itu, sekarang GAPEKA dibuat agar GMR/PSE-CN/CNP itu seminim2nya 2 1/2 jam. Selain memperhatikan faktor keselamatan penumpang & awak kereta, juga dapat meminimalkan biaya perawatan armada seperti bubut roda dsb.
2. Gak cuman penumpang Kaligung aja koq yg grusa-grusu (gak sabaran), hampir semua daop juga kayak gitu. Penumpang di SGU baru juga gitu, sering penumpang yg baru turun pada cepet2 keluar dari peron stasiun, apalagi kalo jalur 5/6 lagi stabling sepur JJ, kereta mau berangkat aja yg nyebrang sepur kayak semut ngerubungin makanan. Jadi bukan karena lagak kayak penumpang Jakarta, Surabaya tipikal masyarakatnya mulai beda tipis sama Jakarta loh...Xie Xie

Kembali soal BK

Jadwal BK di GAPEKA 2017 ternyata gak jauh beda dg sekarang, berangkat GMR tetap jam 15:00, berangkat SGU tetap jam 16:00. Dulu sempat ada isu BK mau dipindah ke BL, tapi ternyata gak jadi. Setelah kroscek di TKP, baru terjawab kenapa BK gak jadi dipindah ke BL (daop 7). Soalnya bulan kemarin pas mau naik Turangga ke BD, penumpang BK banyak loh yg mau ke MN/SK (kan udah berhenti normal di SK). Kalo dipindah ke BL, bisa diprotes sama penumpang tujuan Madiun/Solo. Soalnya kereta lain udah pada abis duluan kadang2, jadi BK bisa jadi alternatif penumpang Surabaya ke Madiun/Solo kalo semua tiket arah yg sama udah abis. Jadi gak aneh kalo BK dirancang jadi "pengumpan" penumpang Surabaya-Madiun/Solo PP...Bye Bye

1. bener banget itu JKT-CN itu paling cepet 2 jam 30-45 menit , lambat lambatnya 3 jam lah untuk kelas KA Ekonomi.
2. kalau di sgu, penumpang ka bima dari malang yang segitu banyaknya, harus menyeberang 9-11 menit untuk ke pintu keluar. pengen cepet ya nyebrang turangga yang udah persiapan berangkat wkwkwk
makanya kalo udah mepet banget , pnp nya di tahan dulu biar ngga nyebrang turangga , kan kalo kebawa berabe tuh jadinya wkwkwkw :v

soal BK, saya malah berharap bangunkarta dari sgu nya nggak sore sore amat , entah jam 15.30 atau jam berapa deh, pokoknya lebih maju agak siang dikit. di GAPEKA 2017 ini nanti jam 15-19 bakal bener bener jadi bottlenecknya Sgu , karena hampir semua kereta api datang dari barat atau start berangkat.
Ada Logawa 15.30, Bangunkarta 16.00 , Ranggajati 16.15, Bima 16.19-17.00 , Turangga 16.30 (aku malah berharap bisa agak sore jam 17.15 ternyata kok malah bentrok nanti sama mutsel) , dan ka ka lainnya.

dulu alasannya sih kadang kadang pnp di sgu kehabisan bima ke jakarta, makanya di tariklah bangunkarta yang okupansi dari jombangnya masih agak timpang kalau bukan weekend. dan penggantinya, bima di geser ke malang sebagai pundi pundi penumpang dari jawa timur yang besar.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)