04-12-2013, 05:38 AM
menghidupkan jalur mati. Inilah yang diprotes, katanya jalur ex. Belanda ini udah gak cocok karena terlalu dekat dengan pemukiman. Salah siapa? :cengengesan:
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
|
KRDI Aceh gimana kabarnya?
|
|
04-12-2013, 05:38 AM
menghidupkan jalur mati. Inilah yang diprotes, katanya jalur ex. Belanda ini udah gak cocok karena terlalu dekat dengan pemukiman. Salah siapa? :cengengesan:
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
04-12-2013, 08:44 AM
(02-12-2013, 08:44 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote:(02-12-2013, 08:08 PM)rapih_dhoho Wrote: Tetap saya sayangkan, kenapa harus pake 1435 Duit berkuasa Gan.. Yang punya duit dan berhasrat untuk menghidupkan jalur ini kan emg Prancis. Prancis maunya 1435 karena itu lebar sepur internasional..
04-12-2013, 01:10 PM
(04-12-2013, 08:44 AM)DiasWU Wrote:(02-12-2013, 08:44 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote:(02-12-2013, 08:08 PM)rapih_dhoho Wrote: Tetap saya sayangkan, kenapa harus pake 1435 Kenapa indonesia gk pake rel yg standar internasional saja dri dulu? Apa kurang cocok untuk di indonesia..
04-12-2013, 05:17 PM
(04-12-2013, 01:10 PM)Rail_Ram Wrote: Kenapa indonesia gk pake rel yg standar internasional saja dri dulu? Apa kurang cocok untuk di indonesia.. oleh karena itu saya mengajak kepada rekan-rekan semua untuk belajar tentang sejarah tentang jalur kereta api di indonesia jalur yang memakai gauge 1435 mm pada jaman hindia belanda hanya terbatas pada rute semarang - kedungjati - solo - yogyakarta dan kedungjati - ambarawa. kenapa gauge 1435 mm kok tidak dilanjutkan untuk rute - rute yang lainnya itu bukan tanpa alasan. pemerintah hindia belanda merasa pembangunan jalur dengan gauge 1435 mm itu tidak ekonomis dan kemudian menugaskan para peneliti untuk melakukan penelitian tentang gauge berapa yang cocok dan ekonomis ( dari sisi pembangunannya ) sesuai topografi di jawa dan sumatra. pada tahun berapa dan siapa orang-orang yang melakukan penelitian itu di jawa dan sumatra yang kemudian merekomendasikan gauge 1067 mm lebih ekonomis dan cocok di jawa dan sumatra, serta apa alasan-alasannyanya ?. simak jawaban lengkapnya melalui peta sejarah jalur kereta api di indonesia melalui http://www.petajalurka.com
04-12-2013, 05:24 PM
(04-12-2013, 05:17 PM)mas_rizky Wrote:(04-12-2013, 01:10 PM)Rail_Ram Wrote: Kenapa indonesia gk pake rel yg standar internasional saja dri dulu? Apa kurang cocok untuk di indonesia.. Wah maksih penjelasannya.. siap menuju ke link yg sudah disediakan..
04-12-2013, 07:18 PM
(04-12-2013, 01:10 PM)Rail_Ram Wrote: Kenapa indonesia gk pake rel yg standar internasional saja dri dulu? Apa kurang cocok untuk di indonesia.. Bayangin aja rel dg lebar 1,435 meter harus dipasang di jalur pegunungan daerah Jawa Barat. Susah kan masangnya, gradien beloknya harus besar, makan lahan yang luas pula. Kalo di Eropa se daerahnya datar saja, makanya pake 1,435 ga masalah. Saya masih berharap ntar rel 1,435 di Aceh di cabutin lagi diganti standard Indonesia 1,067 mumpung belum terlalu panjang mbagunnya.
05-12-2013, 05:57 AM
(04-12-2013, 07:18 PM)rapih_dhoho Wrote:(04-12-2013, 01:10 PM)Rail_Ram Wrote: Kenapa indonesia gk pake rel yg standar internasional saja dri dulu? Apa kurang cocok untuk di indonesia.. Brarti karena masalah medan dan juga budget.. Tpi saya setuju klo yg di aceh diganti ke 1,067 biar sama..
07-12-2013, 06:19 AM
belanda (NIS) saja kapok bikin jalur kereta pertama semarang-solo-yogya pakai rel standar 1435. biayanya habis berjut2 gulden (mungkin kalau sekarang triliunan rupiah). rel terpaksa cari terase yang landai dan radiusnya besar makanya semarang solo mesti muter dulu ke timur lewat gundih.
itulah sebabnya begitu bikin jalur kedua (jakarta-bogor), NIS pakai cape gauge 1067 mengingat jalur bogor lebih terjal daripada semarang-solo. kalau rel di aceh, biarkan saja pakai 1435. kalau pemerintah mau menyambung se-sumatera, tinggal pasang dual gauge.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
07-12-2013, 09:34 AM
KRDI aceh sudah beroprasi looo.....!
07-12-2013, 12:58 PM
liat di facebook, nomer gapekanya 7901-7909
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|