Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Lokomotif Jepang
#11
(19-09-2014, 10:29 AM)cc 204 18 Wrote: Rel di jepang mayoritas kan 1067 mm (kecuali shinkansen yang 1435 mm)
BTW, sistem penomoran loko di Jepang sejatinya sama loh dengan di Indonesia, tapi agak beda dikit (ada penomoran khusus tentang jumlah traksi motor) Tapi bedanya 11 12 sama di Indonesia

Banyak masta jenisnya Ada,Untuk kode nya sendiri memang hampir sama kayak indonesia tapi di abjad awalan pasti ada kata EF,ED,DD,DF,KiHa ane sendiri lumayan gk paham sama kode itu, katanya sih klk EF dari kata Electric yang diikuti oleh 6 gandar.., ED Electric bergandar 4, DD Diesel , DF (sama seperti DD),KiHa (Sebuah misteri untuk ane)

[Image: url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&c...4877677494]

(19-09-2014, 06:40 PM)ady_mcady Wrote: kalo misalnya Jakarta-Surabaya pakai listrik paling2 impor lok dari jepang... Big Grin

penasaran, di jepang kereta jarak jauhnya paling lama berapa jam ya? tentunya kereta biasa bukan shinkansen lho..

Sama 1 hari tapi fasilitas lengkap....
Reply
#12
(19-09-2014, 10:11 PM)rozikun Wrote:
(19-09-2014, 10:29 AM)cc 204 18 Wrote: Rel di jepang mayoritas kan 1067 mm (kecuali shinkansen yang 1435 mm)
BTW, sistem penomoran loko di Jepang sejatinya sama loh dengan di Indonesia, tapi agak beda dikit (ada penomoran khusus tentang jumlah traksi motor) Tapi bedanya 11 12 sama di Indonesia

Banyak masta jenisnya Ada,Untuk kode nya sendiri memang hampir sama kayak indonesia tapi di abjad awalan pasti ada kata EF,ED,DD,DF,KiHa ane sendiri lumayan gk paham sama kode itu, katanya sih klk EF dari kata Electric yang diikuti oleh 6 gandar.., ED Electric bergandar 4, DD Diesel , DF (sama seperti DD),KiHa (Sebuah misteri untuk ane)

[Image: url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&c...4877677494]

(19-09-2014, 06:40 PM)ady_mcady Wrote: kalo misalnya Jakarta-Surabaya pakai listrik paling2 impor lok dari jepang... Big Grin

penasaran, di jepang kereta jarak jauhnya paling lama berapa jam ya? tentunya kereta biasa bukan shinkansen lho..

Sama 1 hari tapi fasilitas lengkap....

KiHa itu sebutan untuk KRD, untuk membedakan dengan KRL. Sekarang ada lagi istilah HB (Hybird) KiHa dan EV (Baterai)

BTW, soal lokomotif Jepang yang listrik, ini ada beberapa armada yang terbaru

JRE EF510

[Image: 800px-JRE_EF510-501_in_Omiya_20100522.jpg]

JRF-EH500

[Image: 800px-JRF-EH500-68_20100614.jpg]

EH800

[Image: 800px-EH800-1_%28No_2_end%29_Kita-Fuchu_20140620.JPG]

Semua armada diatas sudah multi voltage (bisa untuk 1500 V dan 20 KV), malah loko yang paling bawah bisa untuk 20 KV dan 25 KV (persiapan menyongsong Hokkaido Shinkansen). Kalau diperhatikan bogienya, udah pakai air spring dan conned rubbed beam
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#13
ada yang perhatikan gak, kenapa lok2 jepang baik disel atau elektrik gak ada yang pakai bogi triple axle kayak kebanyakan lok amerika? coba lihat yang axle/gandar 6 konfigurasinya bukan C-C tapi B-B-B.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#14
(19-09-2014, 10:33 PM)ady_mcady Wrote: ada yang perhatikan gak, kenapa lok2 jepang baik disel atau elektrik gak ada yang pakai bogi triple axle kayak kebanyakan lok amerika? coba lihat yang axle/gandar 6 konfigurasinya bukan C-C tapi B-B-B.

Iya, belum ketemu dengan lokomotif (buatan) Jepang yang berkonfigurasi gandar C-C. Mungkinkah ini jadi salah satu ciri khas Lokomotif Jepang ? Bingung

Kalau GE Amerika lokomotif yang berkonfigurasi C-C ada banyak Lok Merah Biru

==========

Lokomotif DD51

[Image: JRF_DD51_1803_20070812.jpg]
Diesel-hydraulic
Panjang : 18 meter
Lebar Gauge : 1067 milimeter
Pengaturan Gandar : B-2-B

JNR Locomotive Class DD51
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#15
Di Jepang, dimensi panjang lokomotif lebih panjang daripada lokomotif di Indonesia, cari konfigurasi rodanya kebanyakan B-B-B atau B-1-B, dulu tahun 60an sampai 80an ada yang konfigurasinya B-B
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#16
bukan masalah dimensinya. kalau panjang relative gak beda dengan lok2 kebanyakan.

dan ternyata ada penjelasan teknisnya soal ini kenapa jepang memilih konfigurasi B-B-B daripada C-C, yaitu masalah radius tikungan. dan gak cuma jepang, italia juga punya kecenderungan yang sama dengan jepang dibandingkan negara2 eropa lainnya.

quote dari diskusi di grup ini: https://groups.google.com/forum/#!topic/...21E8ExOxOU. silahkan disimak:

Quote:There are basically two reasons to like a BBB (or BoBoBo) locos:

- You have a network with lots of lines equipped with light infrastructure,
so the maximum axle load is too low compared to the loads that must be
hauled;

- You have lots of line in mountain territory, and thus you need locos
with sharp curves tolerance (for the curves) and lots of tractive effort
(for the grades).

The two strongholds for the BBB designs are Italy and Japan, where they
cumulate both situations. Those countries could not pack all the power
they needed in a BB design without exceeding the maximum axle load for
most of their lines. On flat territory, a CC design would have been used
(SNCF CC6500, DB E103, SNCB 20, ...) but a CC design is too rude on
tight curves. Hence the BBB choice. Note that CC designs is now more or
less a thing of the past, because today's traction techniques (asynchronous
motors and GTO thyrisors) allows to pack enough power in a BB design in most
cases (DB 101, SNCF sybic and asytrit, CFF lok 2000, and so on).

The two most famous examples of locos with BBB design are the shuttle locos,
of course, but also, and above all, the swiss Re 6/6.

BBB locomotives can be articulated (like most of those you have seen in
italy) or not. I believe that the most recent BBB italian locos are not
articulated anymore. The shuttle locos are not articulated. The swiss
Re 6/6 are also not articulated, at the exception of the two first
prototypes (anyone knows whether these two are still in use ?).

Most European countries have never owned any BBB locomotive at all.
It is mechanically complicated - even for not articulated locomotives,
you must add some flexibility to the middle (◣_◢)┌∩┐ anyway - so it will
be avoided if a simpler design can fit the needs.

Kind regards,
Marc.

yang dibold, berarti lok B-B-B itu mirip sama lok2 artikulasi yang bogi tengahnya bisa geser2 mengikuti tikungan yang cukup tajam. kayak lok2 uap tipe golsdorf yang axle tengahnya bisa geser2. kalo gak salah di thread lori tebu pernah dibahas lok sejenis ini.

nah, coba dicek. lok2 di jepang berapa radius minimumnya dia bisa lewat? perkiraan saya lebih kecil dari lok2 C-C.

cmiiw.. Xie Xie
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#17
(19-09-2014, 10:26 PM)cc 204 18 Wrote:
(19-09-2014, 10:11 PM)rozikun Wrote:
(19-09-2014, 10:29 AM)cc 204 18 Wrote: Rel di jepang mayoritas kan 1067 mm (kecuali shinkansen yang 1435 mm)
BTW, sistem penomoran loko di Jepang sejatinya sama loh dengan di Indonesia, tapi agak beda dikit (ada penomoran khusus tentang jumlah traksi motor) Tapi bedanya 11 12 sama di Indonesia

Banyak masta jenisnya Ada,Untuk kode nya sendiri memang hampir sama kayak indonesia tapi di abjad awalan pasti ada kata EF,ED,DD,DF,KiHa ane sendiri lumayan gk paham sama kode itu, katanya sih klk EF dari kata Electric yang diikuti oleh 6 gandar.., ED Electric bergandar 4, DD Diesel , DF (sama seperti DD),KiHa (Sebuah misteri untuk ane)

[Image: url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&c...4877677494]

(19-09-2014, 06:40 PM)ady_mcady Wrote: kalo misalnya Jakarta-Surabaya pakai listrik paling2 impor lok dari jepang... Big Grin

penasaran, di jepang kereta jarak jauhnya paling lama berapa jam ya? tentunya kereta biasa bukan shinkansen lho..

Sama 1 hari tapi fasilitas lengkap....

KiHa itu sebutan untuk KRD, untuk membedakan dengan KRL. Sekarang ada lagi istilah HB (Hybird) KiHa dan EV (Baterai)

BTW, soal lokomotif Jepang yang listrik, ini ada beberapa armada yang terbaru

JRE EF510

[Image: 800px-JRE_EF510-501_in_Omiya_20100522.jpg]

JRF-EH500

[Image: 800px-JRF-EH500-68_20100614.jpg]

EH800

[Image: 800px-EH800-1_%28No_2_end%29_Kita-Fuchu_20140620.JPG]

Semua armada diatas sudah multi voltage (bisa untuk 1500 V dan 20 KV), malah loko yang paling bawah bisa untuk 20 KV dan 25 KV (persiapan menyongsong Hokkaido Shinkansen). Kalau diperhatikan bogienya, udah pakai air spring dan conned rubbed beam

Itu yang atas EF nya Hokutosei ya... (Kereta Malam impian ane(pingin naik... -_-))

(19-09-2014, 10:26 PM)cc 204 18 Wrote:
(19-09-2014, 10:11 PM)rozikun Wrote:
(19-09-2014, 10:29 AM)cc 204 18 Wrote: Rel di jepang mayoritas kan 1067 mm (kecuali shinkansen yang 1435 mm)
BTW, sistem penomoran loko di Jepang sejatinya sama loh dengan di Indonesia, tapi agak beda dikit (ada penomoran khusus tentang jumlah traksi motor) Tapi bedanya 11 12 sama di Indonesia

Banyak masta jenisnya Ada,Untuk kode nya sendiri memang hampir sama kayak indonesia tapi di abjad awalan pasti ada kata EF,ED,DD,DF,KiHa ane sendiri lumayan gk paham sama kode itu, katanya sih klk EF dari kata Electric yang diikuti oleh 6 gandar.., ED Electric bergandar 4, DD Diesel , DF (sama seperti DD),KiHa (Sebuah misteri untuk ane)

[Image: url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&c...4877677494]

(19-09-2014, 06:40 PM)ady_mcady Wrote: kalo misalnya Jakarta-Surabaya pakai listrik paling2 impor lok dari jepang... Big Grin

penasaran, di jepang kereta jarak jauhnya paling lama berapa jam ya? tentunya kereta biasa bukan shinkansen lho..

Sama 1 hari tapi fasilitas lengkap....

KiHa itu sebutan untuk KRD, untuk membedakan dengan KRL. Sekarang ada lagi istilah HB (Hybird) KiHa dan EV (Baterai)

BTW, soal lokomotif Jepang yang listrik, ini ada beberapa armada yang terbaru

JRE EF510

[Image: 800px-JRE_EF510-501_in_Omiya_20100522.jpg]

JRF-EH500

[Image: 800px-JRF-EH500-68_20100614.jpg]

EH800

[Image: 800px-EH800-1_%28No_2_end%29_Kita-Fuchu_20140620.JPG]

Semua armada diatas sudah multi voltage (bisa untuk 1500 V dan 20 KV), malah loko yang paling bawah bisa untuk 20 KV dan 25 KV (persiapan menyongsong Hokkaido Shinkansen). Kalau diperhatikan bogienya, udah pakai air spring dan conned rubbed beam

Baru baru ini shnikansen E7 itu ternyata buatan kawasaki ....

[Image: 300px-JR_East_Shinkansen_lineup_at_Niiga...201210.jpg]
Reply
#18
(19-09-2014, 10:26 PM)cc 204 18 Wrote: [Spoiler=soal lokomotif Jepang yang listrik, ini ada beberapa armada yang terbaru]

JRE EF510

[Image: 800px-JRE_EF510-501_in_Omiya_20100522.jpg]

JRF-EH500

[Image: 800px-JRF-EH500-68_20100614.jpg]

EH800

[Image: 800px-EH800-1_%28No_2_end%29_Kita-Fuchu_20140620.JPG]
[/Spoiler]

Semua armada diatas sudah multi voltage (bisa untuk 1500 V dan 20 KV), malah loko yang paling bawah bisa untuk 20 KV dan 25 KV (persiapan menyongsong Hokkaido Shinkansen). Kalau diperhatikan bogienya, udah pakai air spring dan conned rubbed beam

Spesialis lokomotif kereta barang ya Kang ?


[Image: 1280px-EH800-1_%28No_1_end%29_Kita-Fuchu_20140620.JPG]

JR Freight Class EH800 electric locomotive


Series sebelum-sebelumnya
Lokomotif EH200


[Image: 1024px-EH200-22_cyuou_line.JPG]

JR Freight Locomotive Class EH200
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#19
(20-09-2014, 07:17 AM)ady_mcady Wrote: bukan masalah dimensinya. kalau panjang relative gak beda dengan lok2 kebanyakan.

dan ternyata ada penjelasan teknisnya soal ini kenapa jepang memilih konfigurasi B-B-B daripada C-C, yaitu masalah radius tikungan. dan gak cuma jepang, italia juga punya kecenderungan yang sama dengan jepang dibandingkan negara2 eropa lainnya.

[spoiler=quote dari diskusi di grup ini: https://groups.google.com/forum/#!topic/...21E8ExOxOU. silahkan disimak:]

Quote:There are basically two reasons to like a BBB (or BoBoBo) locos:

- You have a network with lots of lines equipped with light infrastructure,
so the maximum axle load is too low compared to the loads that must be
hauled;

- You have lots of line in mountain territory, and thus you need locos
with sharp curves tolerance (for the curves) and lots of tractive effort
(for the grades).

The two strongholds for the BBB designs are Italy and Japan, where they
cumulate both situations. Those countries could not pack all the power
they needed in a BB design without exceeding the maximum axle load for
most of their lines. On flat territory, a CC design would have been used
(SNCF CC6500, DB E103, SNCB 20, ...) but a CC design is too rude on
tight curves. Hence the BBB choice. Note that CC designs is now more or
less a thing of the past, because today's traction techniques (asynchronous
motors and GTO thyrisors) allows to pack enough power in a BB design in most
cases (DB 101, SNCF sybic and asytrit, CFF lok 2000, and so on).

The two most famous examples of locos with BBB design are the shuttle locos,
of course, but also, and above all, the swiss Re 6/6.

BBB locomotives can be articulated (like most of those you have seen in
italy) or not. I believe that the most recent BBB italian locos are not
articulated anymore. The shuttle locos are not articulated. The swiss
Re 6/6 are also not articulated, at the exception of the two first
prototypes (anyone knows whether these two are still in use ?).

Most European countries have never owned any BBB locomotive at all.
It is mechanically complicated - even for not articulated locomotives,
you must add some flexibility to the middle (◣_◢)┌∩┐ anyway - so it will
be avoided if a simpler design can fit the needs.

Kind regards,
Marc.
[/spoiler]

yang dibold, berarti lok B-B-B itu mirip sama lok2 artikulasi yang bogi tengahnya bisa geser2 mengikuti tikungan yang cukup tajam. kayak lok2 uap tipe golsdorf yang axle tengahnya bisa geser2. kalo gak salah di thread lori tebu pernah dibahas lok sejenis ini.

nah, coba dicek. lok2 di jepang berapa radius minimumnya dia bisa lewat? perkiraan saya lebih kecil dari lok2 C-C.

cmiiw.. Xie Xie

Yg di-bold: Berarti kalo emang susunan bogienya kayak gitu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa donk beli lok jepun ini buat ditaro di lintas yg radius tikungannya kecil, macem PDL-CJ, divre II, deelel. Dan gak perlu nunggu radius tikungan diperlebar buat bisa dilewatin lok, xixixi...Ngeledek
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#20
(19-09-2014, 12:19 AM)spoor_hunter Wrote: Adakah yang tahu nomor seri lokomotif ini ????

[Image: CIMG3630%2BJatibarang%2BBerangkat.mp4_sn....53%5D.jpg]
Kalau di perhatikan mirip sekali dengan lokomotif buatan toshiba.
posisi sedang stabling di Dipo Jatibarang.
Status operasi tidak di ketahui.
Terakhir saya liat sudah di tutup terpal pada bulan juli 2014.

kayaknya ini emg lok DD 55 series deh gan
ini klo g salah bonus pas KAI-KCJ beli TM 7000 apa 6000 gt
selain ini juga ada backhoe yg bisa jalan d rel sama salah satu MPJR yg jadi bonus waktu KAI-KCJ borong KRL ke TM.....cmiiw.....Bye Bye
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)