Sebenernya ane sudah baca nih thread. Mau ngebalas ehhh, browser di hp BlackBerry error. Terpaksa balasnya sekarang.
Kembali ke pembahasan. Trims Jeremiah atas linknya. Thread yang menarik juga. Baru tau juga ane kalo di pulau sesempit Ujung Kulon juga terdapat narrow gauge. Coba ane post ke mailist RF2 luar. Mungkin ada yang tertarik. Ngomong2 kalau dilihat dari relnya, sepertinya rel tersebut memiliki lebar gauge 700 mm.
KinjengCilik Wrote:Bila dilihat dari lebar spoornya yang sempit memang sepertinya ditujukan untuk keperluan pertambangan tidak lain karena perkebunan tebu tidak mungkin ada di pulau.
fun_plano Wrote:Di sumber (postingan awal) disebutkan katanya dulu pulaunya tidak terpisah, makanya dibuat jalur tersebut. Dan katanya seh untuk pertambangan batu bara.
Menurut analisa ane, ane setuju dengan mas fun_plano. Pulau sekecil itu, kemungkinannya kecil banget untuk area perkebunan tebu atau kelapa sawit, karena area perkebunan tebu atau kelapa sawit memerlukan lahan yang luas. Lagipula ditengah2 itu juga memerlukan lahan ekstra untuk mendirikan bangunan guna memproses hasil alam, karena Belanda terkena dengan efisiensinya. Jadi kalau tambang itu benar. Nah masalahnya, kalau tambang, meskipun telah disebut di sumbernya, apakah benar itu batubara? Kenapa ga tambang minyak?
sonyazis Wrote:Tapi apa yg membuat jalur itu tenggelam? Seharusnya disitu tanah/railbed bukan?
Bagaimana bisa jadi laut???
Ada yg tahu?

fun_plano Wrote:Di sumber (postingan awal) disebutkan katanya dulu pulaunya tidak terpisah, makanya dibuat jalur tersebut. Dan katanya seh untuk pertambangan batu bara.
sonyazis Wrote:nah, itu dia om fun_plano, mengapa pulaunya jadi terpisah? Sebab bencana kah?
Unik sekali jalur ini...
Ryzky_Widi Wrote:Tapi sepertinya kalau saya lihat dari foto, selatnya dangkal, mungkin karena penurunan tanah di semenanjung, jadi air lautnya menggenangi, dan menjadi selat atau mungkin tsunami kecil.
Ane setuju sama mas Ryzky_Widi ini. Ini bukan bencana, tapi permukaan air laut yang meningkat. Dulu kan global warming belum banyak, jadi pulaunya masih menjadi satu soalnya permukaan tanah masih lebih tinggi daripada permukaan air lautnya. Seiring dengan perkembangan jaman, karena global warming, permukaan air laut meningkat dan menggenangi sebagian pulau dan akhirnya pulaunya terpisah. Jadi pulaunya terpisah gara2 banjir rob, seperti yang di Semarang gitu.