Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
jembatan sungai kwaii
#11
Untuk mengenang para pekerja (Romusha) mungkin harus dibuat prasasti supaya yang mengunjungi daerah tsb tahu bahwa pembangunan ini melibatkan pekerja dari Indonesia dan bahan bahan nya juga dibawa dari Indonesia.
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#12
(16-02-2010, 07:28 AM)CC_20413 Wrote: Kalau Jepang nyopotin Rel yg ada di Indonesia untuk dipindahkan ke Thailand harusnya saat ini Jepang mengganti Rel-Rel KA yg ada di jalur mati tanpa Rel karena konon katanya Rel tersebut dicabuti oleh pemerintah Jepang

Sudah kalau itu. Mulai tahun 1961 secara bertahap Jepang memberikan banyak bantuan kepada Indonesia berupa kapal perang, ber ton² batangan rel, dll sebagai program pampasan perang. Salah satu hasilnya dapat dinikmati di jalur mati yang kini hidup lagi, lintas SDA-TRK. Dan rel dari Jepang ini juga menjadi salah satu andalan diantara rel² ter'baru' yang dimiliki PT.KAI. Sudah pernah melihat merk rel NIKKEI 1962 nggak?

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#13
(16-02-2010, 10:09 AM)Penjelajah Wrote:
(16-02-2010, 07:28 AM)CC_20413 Wrote: Kalau Jepang nyopotin Rel yg ada di Indonesia untuk dipindahkan ke Thailand harusnya saat ini Jepang mengganti Rel-Rel KA yg ada di jalur mati tanpa Rel karena konon katanya Rel tersebut dicabuti oleh pemerintah Jepang

Sudah kalau itu. Mulai tahun 1961 secara bertahap Jepang memberikan banyak bantuan kepada Indonesia berupa kapal perang, ber ton² batangan rel, dll sebagai program pampasan perang. Salah satu hasilnya dapat dinikmati di jalur mati yang kini hidup lagi, lintas SDA-TRK. Dan rel dari Jepang ini juga menjadi salah satu andalan diantara rel² ter'baru' yang dimiliki PT.KAI. Sudah pernah melihat merk rel NIKKEI 1962 nggak?

wah... baru tuh bos ada rel merk nikkei soalnya setau ane Rel merk PJKA 1980an sorry om OOT, sekarang back to topik deh. kira2 panjang jembatan ini berapa meter ya?......
Reply
#14
Quote: Sudah kalau itu. Mulai tahun 1961 secara bertahap Jepang memberikan banyak bantuan kepada Indonesia berupa kapal perang, ber ton² batangan rel, dll sebagai program pampasan perang. Salah satu hasilnya dapat dinikmati di jalur mati yang kini hidup lagi, lintas SDA-TRK. Dan rel dari Jepang ini juga menjadi salah satu andalan diantara rel² ter'baru' yang dimiliki PT.KAI. Sudah pernah melihat merk rel NIKKEI 1962 nggak?
kalau memang sudah itu masih belum sebanding dengan yang sudah di cabutin kang.ada ratusan kilo meter loh yang di cabutin jepang
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#15
(16-02-2010, 12:12 PM)dedy vh Wrote: Kalau memang sudah itu masih belum sebanding dengan yang sudah di cabutin kang.ada ratusan kilo meter loh yang di cabutin jepang

Masih beruntung diganti walau tak sebanding. Berapa trilyun kekayaan kita yang diangkut Belanda malah tak pernah mendapatkan ganti apa², malah proyek² KA bantuan IGGI/CGI jaman dahulu tak mendapatkan efektifitasnya!

@CC_20413 : Makanya saya kasih tanda petik, 'baru'.... Kebetulan saya suka mengumpulkan signature rel dan bantalan djadoel juga.

Maaf OOT, BACK TO TOPIC yahh!

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#16


kalo ga salah jalur yang melewati jembatan sungai kwaii itu jalurnya dari thailand nyambung ke burma (sekarang myanmar) ya...?
sebutan sekutunya dulu kalo ga salah burmanese express.

jalur itu padahal dah beberapa kali di bom ma sekutu,tapi tetep aja ma jepang dibangun lagi. national geography pernah punya acara yang khusus ngebahas jalur ini dengan judul 'bridge of the river kwaii'. yang pasti ada dibeberapa tempat yang jalurnya dibangun diatas embankment kaya jalur shinghai tibetnya di cina...
Reply
#17
(15-02-2010, 03:37 PM)Penjelajah Wrote:
(14-11-2008, 04:48 PM)dedy vh Wrote: ada yang tahu nggak sejarah jembatan sungai kwai yang ada di thailand. katanya sebagian tenaga romushanya berasal dari pulau jawa. dan sebagian materialnya di ambil dari rel rel ka yang ada di pulau jawa.
makanya banyak jalan rel ka yang ada di pulau jawa sudah tidak aktif / tidak ada relnya sejak dulu.belanda yang bangun jepang yang ngancurin Red Bull alasanya katanya buat biaya perang .tapi katanya jembatan ini panjangnya(menurut majalahka + - 400 km.) masa sih berarti dari jakarta sampai purwokerto kira kiranya.kebayang nggak sih bagaimana konstruksinya Hitung...Hitung

Jembatan legendaris ini sangat panjang sejarahnya. Banyak sekali foto dan dokumentasinya di Google. Yang benar adalah jalur yang melintasinya sepanjang 400an Km. Rel, lokomotif dan bentang jembatannya banyak diambil dari Indonesia, termasuk diantaranya diambil dari konstruksi besi bangunan beberapa pabrik gula, jalur² gauge 1435 mm, beberapa ruas lintas cabang (Jatinangor, Saketi-Bayah, Madura, dll). Romusha yang menjadi tumbal pembangunan jalur ini konon nyaris sebanyak jumlah bantalan betonnya..

Satu cara untuk mengetahui dari mana rel di jalur itu berasal adalah dengan mengenali cap nyaTersenyuum Saya penasaran apakah rel di jalur itu dibangun juga dari rel-rel jalur Gondanglegi-Kepanjen yang dibongkar habis oleh Jepang pada tahun 1943. Jika memang benar, mestinya ada cap MSM (Malang Stoomtram Mij) yang bisa terlihat di sana.

Salam Spoor,
Reply
#18
(22-02-2010, 10:04 PM)Toto Wrote:
(15-02-2010, 03:37 PM)Penjelajah Wrote:
(14-11-2008, 04:48 PM)dedy vh Wrote: ada yang tahu nggak sejarah jembatan sungai kwai yang ada di thailand. katanya sebagian tenaga romushanya berasal dari pulau jawa. dan sebagian materialnya di ambil dari rel rel ka yang ada di pulau jawa.
makanya banyak jalan rel ka yang ada di pulau jawa sudah tidak aktif / tidak ada relnya sejak dulu.belanda yang bangun jepang yang ngancurin Red Bull alasanya katanya buat biaya perang .tapi katanya jembatan ini panjangnya(menurut majalahka + - 400 km.) masa sih berarti dari jakarta sampai purwokerto kira kiranya.kebayang nggak sih bagaimana konstruksinya Hitung...Hitung

Jembatan legendaris ini sangat panjang sejarahnya. Banyak sekali foto dan dokumentasinya di Google. Yang benar adalah jalur yang melintasinya sepanjang 400an Km. Rel, lokomotif dan bentang jembatannya banyak diambil dari Indonesia, termasuk diantaranya diambil dari konstruksi besi bangunan beberapa pabrik gula, jalur² gauge 1435 mm, beberapa ruas lintas cabang (Jatinangor, Saketi-Bayah, Madura, dll). Romusha yang menjadi tumbal pembangunan jalur ini konon nyaris sebanyak jumlah bantalan betonnya..

Satu cara untuk mengetahui dari mana rel di jalur itu berasal adalah dengan mengenali cap nyaTersenyuum Saya penasaran apakah rel di jalur itu dibangun juga dari rel-rel jalur Gondanglegi-Kepanjen yang dibongkar habis oleh Jepang pada tahun 1943. Jika memang benar, mestinya ada cap MSM (Malang Stoomtram Mij) yang bisa terlihat di sana.

Salam Spoor,

Jadi siapa ni yang mau jadi sukarelawan ke sana untuk melihat capnya apa ? Kado

terus sumber sejarahnya (jembatannya dari Jawa) dari mana ya ? Adakah di buku-buku sejarah ?
Reply
#19
Ternyata memang benar materialnya berasal dari Jawa

[Spoiler=Material Jembatan Kwai bersumber dari Jawa (Indonesia)]
Spanning the River Kwae Yai in Kanchanaburi, the bridge was built in 1942–1943 by British prisoners of war based at Tha Markam. It consisted of eleven steel spans on concrete pillars. Materials were sourced from Java and this was the only steel bridge built by the Japanese in Thailand.

http://hellfire-pass.commemoration.gov.a...r-kwai.php

This famous bridge is spans the Kwai Yai River. It was brought from Java by the Japanese Army and assembled at the River Kwai by the war prisoners. Bombed several times in 1945, it was rebuilt after the war. The curved spans of the bridge are the original sections. An estimated 16,000 war prisoners and 49,000 impressed labourers died during the constrution of the bridge and the Death-Railway line that leads to Burma.

http://www.ezytourthailand.com/packages/...-Tour.html

[/Spoiler]

Jembatan Kereta Api di Kwai
Mencakup Sungai Kwae Yai di Kanchanaburi, jembatan ini dibangun pada 1942-1943 oleh para tahanan perang Inggris yang berbasis di Tha Markam. Jembatan ini terdiri dari sebelas bentang baja pada pilar beton. Bahan materialnya bersumber dari Jawa, dan ini adalah satu-satunya jembatan baja yang dibangun oleh Jepang di Thailand.

Jembatan Kwai pernah dibom beberapa kali pada tahun 1945. Diperkirakan 16.000 tahanan perang dan 49.000 buruh meninggal selama pembangunan jembatan dan jalur "Death Railway" yang mengarah ke Burma (sekarang bernama Myanmar).


[Image: 640-river-kwai-train-wooden-bridge.jpg]


[Image: River-Kwai-Day-Tour4.jpg]

[Spoiler=Mengenang Sejarah Jembatan Kereta Api Kwai]

[Image: le-pont-de-la-riviere-kwai-2-03.jpg?a=b]


[Image: 800px-Thailand_Burma_Railway_Bridge.jpg?a=b]


[Image: 2999948_f9674c574e_z.jpg?a=b]

Thailand's Hellfire Pass


[/Spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#20
bagian rail track yang terkenal adalah system wooden trestle/tressel, yaitu jembatan kayu dengan bentang pendek2 tapi jalurnya panjang meliuk2 disisi tebing dan sungai disisi lainnya. benar2 dramatis.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)