Info tentang lawang sewu untuk lebih jelasnya :gembira:
Kartupos ini memperlihatkan salah satu gedung paling menyeramkan di Indonesia yaitu “NISM Hoofdkantoor†artinya Kantor Pusat NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij = Perusahaan Kereta api Hindia Belanda). Oleh masyarakat Kota Semarang diberi julukan Lawang Sewu (= Pintu Seribu) karena bangunan ini memang memiliki pintu yang banyak sekali. Lawang Sewu mulai dibangun pada tahun 1903 berdasarkan karya arsitek Jacob Frederik Klinkhamer (1854-1928) dalam gaya arsitektur campuran Romawi Baru dan Art Nouveau. Terletak di Jalan Bodjong (kini Jl Pemuda).
Pada tanggal 14-18 Agustus 1945, gedung ini sempat menjadi lokasi pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kompetai dan Kido Buati Jepang. Setelah Kemerdekaan RI, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), kemudian Kantor Badan Prasarana Kodam IV Diponegoro serta Kanwil Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada tahun 1992 Pemerintah Kota Semarang memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan bersejarah yang patut dilindungi. Pernah tersiar kabar bahwa Lawang Sewu akan dijadikan hotel tapi sepertinya tidak pernah terlaksana. Lantai pertama kadang-kadang digunakan untuk menyelenggarakan ajang pameran, namun lantai kedua dan lantai bawah tanah tertutup untuk umum.
Kini, Lawang Sewu dibiarkan tak berpenghuni dan tak terawat. Jadi tidak heran jika banyak hantu yang menetap di sana. Ada cerita-cerita tentang sesuatu hantu tanpa kepala dan tentang seorang perempuan Belanda berambut panjang yang pernah bunuh diri lalu berubah menjadi hantu. Konon hantu ini suka mendekati manusia yang masuk Lawang Sewu. Rambutnya panjang dan berpakaian putih. Selain itu banyak sekali kejadian [kebanyakan masih berupa cerita] mistik yang disaksian oleh orang-orang di sekitar area Lawang Sewu.
Pada tahun 2007 sebuah film horor tentang gedung ini dirilis yang berjudul Lawang Sewu. Ceritanya mengenai anak SMA yang diteror oleh hantu-hantu yang tinggal di gedung ini. Sosok perempuan dari cerita rakyat yang tersebut divisualisasikan dan diberi nama noni Van Ellen. Beberapa tahun lalu, Trans TV telah mengadakan pengambilan lokasi untuk acara Dunia Lain di tempat ini.
Joke garing yang selalu terlontar mengenai Lawang Sewu ini adalah apabila pintu Lawang Sewu yang berkurang satu pintu maka kondektur bus atau angkot di Kota Semarang yang sedang lewat akan susah apabila pintunya tidak lagi berjumlah sewu atau 1000, tetapi 999. Maka si kondektur tentu akan berteriak, “Lawang sangangatus sangangpuluh sanga Â…Ââ€
:takut:
Mas Eling Dedemit LS tu uda terlalu banyak uda kayak keluarga besar hehehe ^^
Pusat dedemit di Semarang kan cuma 2 tempat
LS dan Gombel
selain itu cuma cabang2nya aja