Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Luar Negeri (Kompilasi)
(15-07-2010, 10:59 AM)bonbon Wrote:
itu yg bekas PLH (yg msh utuh) masuk list impor KRL ke Indonesia ndak ?

Sepertinya PT. KCJ tidak berminat untuk mengimpor KRL eks PLH tsb, karena birokrasi impor JR Group (termasuk JR West/JRW dan JR East/JRE) lebih rumit dibandingkan prosedur impor Tokyo Metro atau Tokyu Corporation (sewaktu mau mengimpor JRE 205 saja harus mengimpor juga JRE 115 yang perawatannya lebih rumit).
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Berita Hari ini ada kereta api di India tabrakan lagi sedikitnya 40 orang meninggal Sedih

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
Menurut berita terbaru mengatakan kalo ada pemberontak maois juga dalam PLH ini.
Sayang sekali kalo pemberontak juga menggunakan kereta dalam aksi serangan mereka.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
aduh negara terkenal dengan ahli IT, tapi kereta apinya amburadul
Reply

Reply
Iya kenapa ya India sering banget denan PLH yang sangat tragis, apa weselnya gak bener (rusak) ato PPKA nya teledor?
Ini beritanya dari harian Kompas:

Kompas Wrote:Kereta Tabrakan, 50 Tewas
Senin, 19 Juli 2010 | 10:07 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com — Sedikitnya 50 orang tewas dan banyak orang lagi cedera saat sebuah kereta penumpang menabrak bagian belakang kereta penumpang lain yang sedang berhenti di negara bagian Benggala Barat, India, Senin (19/7/2010) pagi.

Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, kereta ekspres Vananchal Bhagalpur-Ranchi, yang sedang berhenti di stasiun Sainthia, sekitar 200 kilometer dari kota Kolkata, ditabrak dari belakang oleh kereta ekspres Uttarbanga dengan tujuan Sealdah. Stasiun TV lokal menayangkan gambar petugas penolong sedang berusaha membawa korban cedera dari rongsokan kereta. Menurut laporan televisi, upaya pertolongan dimulai dua jam setelah tabrakan terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat.

Menteri Perkeretaapian India Mamata Banerjee telah bergegas mengunjungi lokasi kecelakaan. Itu adalah kecelakaan kereta yang paling banyak merenggut korban jiwa di India sejak 28 Mei, saat sebuah kereta tergelincir dan ditabrak oleh kereta barang, juga di negara bagian Benggala Barat. Sebanyak 150 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Media Indo-Asian News Service menyatakan, kereta ekspres Vananchal baru akan meninggalkan stasiun tersebut ketika kecelakaan terjadi. Penumpang yang cedera dibawa ke rumah sakit di Sainthia dan Suri, markas kabupaten Birbhum.
Sumber: Kompas.com
Mungkin sinyalnya yang masalah apa masinisnya ngantuk?

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
"Semoga tak terulang lagi"Sedih
di India, Indonesia, dan seluruh dunia... SedihSedih
Saya ikut berbela sungkawa... SedihSedihSedih
INDONESIA adalah Zamrud yang berserakan di Khatulistiwa.
Untaian Zamrud Khatulistiwa akan lebih indah jika dirajut dengan REL KERETA! (BUKAN JALAN TOL!)
Reply
bisa babak belur gitu KA nyah ... pastinya KA yang nabrak lagi taspat tinggi ...
jangan sampe deh kejadian lagi...
sedih ...
Reply
dikutip dari Pikiran Rakyat , Selasa 20 Juli 2010

Quote:Tabrakan Kereta, 61 Tewas
Kecelakaan bukan Diakibatkan Sabotase
Sainthia, (PR).-

Satu kereta api cepat menabrak bagia belakang kereta api cepat penumpang lainnya yang sedang berhenti di Stasiun Sainthia di Distrik Birbhum, India bagian timur, Senin (19/7). Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 61 orang, sedangkan sejumlah penumpang lainnya terperangkap di dalam gerbong yang hancur.
Stasiun Santhia terletak sekitar 260 kilometer dari arah utara ibukota negara bagian Bengala barat , Kolkata. Kerasnya tabrakan menyebabkan satu gerbong terangkat ke atas dari jalurnya.
Korban tewas dan puluhan lainnya yang luka - luka dievakuasi dari dalam gerbong yang hancur oleh petugas penanganan keadaan darurat. Sementara puluhan warga terlihat berkerumun di lokasi kejadian.
"Korban tewas meningkat menjadi 61 orang. Sebagian mayat masih terperangkap di antara gerbong." kata seorang menteri di negara bagian Bengala Barat, Mortaza Hossain kepada wartawan di Kolkata.
Jumlah korban yang luka telah melebihi kapasitas tempat perwatan di rumah sakit di wilayah Sainthia dam Suri. "Korban luka terpaksa ditempatkan di lantai ruang penanganan darurat rumah sakit." kata Samir Nandi yang sedang menengok saudara kembarnya yang terluka.
Belum diperoleh keterangan mengenai penyebab kecelakaan yang terjadi pada pukul 2.00 dini hari waktu setempat itu, Saat itu, sebagian besar penumpang kereta api cepat tertidur pulas.
Menteri Kereta Api, Mamata Banerjee menepis kemungkinan adanya sabotase dalam insiden tersebut. Dugaan sementara, secara teoritis kecelakaan terjadi karena masinis kereta api cepat gagal atau tidak menerima isyarat.
"Kami masih belum bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab terjadinya insiden tersebut," kata Barjenee yang berasal dari negara bagian Bengala Barat kepada wartawan sebelum berangkat ke lokasi kejadian.
Banerjee mengumumkan kompensasi sebesar 500.000 rupee (10.500 dolar AS) bagi korban tewas dan sebesar 100.000 rupee untuk korban yang mengalami luka.

Bukan Sabotase
Insiden kecelakaan kereta api ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Pada Mei lalu hampir 150 orang tewas ketika kereta api cepat dari Kolkata tergelincir dari relnya dan menghantam kereta api lainnya yang datang dari arah yang berlawanan dari jalur sebelahnya.
Sejumlah pejabat kepolisian menuding insiden ini terjadi akbiat sabotase kelompok pemberontak Maois. Akan tetapi, insiden kali ini tidak ditudingkan kepada pemberontak.
Kereta Api masih merupakan alat transportasi alternatif utama untuk menempuh perjalanan jarak jauh di India, meskipun mendapat saingan ketat dari pesawat terbang. Setiap harinya , kereta api mengangkut 18,5 juta orang.
Setiap tahunnya terdapat ratusan kecelakaan kereta api, meskipun dalam lima tahun terakhir angka kecelakaan serius mengalami penurunan.
Pada 2002, sedikitnya 100 orang tewas dan 150 terluka ketika satu kereta terjun ke sungai di timur laut negara bagian Bihar. Pada 1995, lebih dari tiga ratus orang tewas dalam tabrakan kereta di dekat Ferozabad, tidak jauh dari Taj Mahal. (AFP/A-43)***
Reply
penduduk india yg jumlahnya 800an jiwa, sekalinya kecelakaan kereta yg tewas langsung byk.
susah kali ya ngatur lalu lintas KA disana.
Keep Fighting Never Give
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)