Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(21-01-2010, 01:04 PM)gajayana Wrote: . besok jumat , 22 januari 2010 ada KLB Test Run Kereta Inspeksi baru buatan inka yg kodenya I-09203 , berangkat MN jam 8 pagi
. rutenya MN-KTS-MR-SB-ML-BL-TA-KD-KTS-MN ... >>>> muter2 jalurkantong
. nih foto KA Inspeksi yg baru , 100% asli baru buatan inka (foto from mas fendy listianto RF MN)
[spoiler=inspeksi]
[Image: 19647_1182247684225_1469201266_30408641_3045477_n.jpg]

[Image: 19647_1182247724226_1469201266_30408642_485137_n.jpg][/spoiler]

I-09203, berarti udah ada 3 yang dibikin donk, yang no. 1 dan 2 dimana?
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
Sta Jakarta Kota di tabrak sedan yg sedang balapan... sedan nya kebakar abis.....
keknya nih orang udah bosen nabrak kereta.... ganti stasiunnya di tabrak...
Reply
(23-01-2010, 12:08 PM)masboleng Wrote: Sta Jakarta Kota di tabrak sedan yg sedang balapan... sedan nya kebakar abis.....
keknya nih orang udah bosen nabrak kereta.... ganti stasiunnya di tabrak...

ada link beritanya bro? apa ini Field Report?
Reply
Tiket KA Ekonomi Diusulkan Naik 12,5 Persen
Jumat, 22 Januari 2010



Bandung,(ANTARA News) - PT Kereta Api (PT KA) Indonesia melalui Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengusulkan kenaikan tiket KA ekonomi sebesar 12,5 persen per semester selama dua tahun.

"Usulan kenaikan harga tiket 12,5 persen untuk KA ekonomi sudah disampaikan, bila disetujui realisasinya akan dilakukan pada semester II nanti," kata Komisaris Utama PT KA, Budi M Suyitno di sela-sela Rapim PTKA di Kantor Pusat PTKA Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Jumat.

Ia menyebutkan, pengajuan kenaikan tiket KA kelas ekonomi itu diajukan karena tarif yang berlaku saat ini sudah berlaku delapan tahun. Artinya selama delapan tahun belum ada penyesuaia tiket KA ekonomi.

Menurut Budi, kenaikan tiket KA kelas ekonomi sangat perlu bagi PTKA untuk operasional dan peningkatan pelayanan kereta api.

"Dengan asumsi empat kali kenaikan sebesar 12,5 persen setiap semester. ada kenaikan tarif 50 persen. Nilainya akan cukup untuk operasional KA ekonomi. Bila kenaikan itu disetujui maka tidak perlu lagi menunggu PSO," kata Budi.

Ia mengakui, kenaikan 12,5 persen setiap semester selama dua tahun itu itu akan cukup untuk mengoperasionalkan KA ekonomi sehingga pelayanan akan lebih baik lagi.

Ia menyebutkan, tiket KA kelas ekonomi saat ini sangat murah dibandingkan angkutan lainnya seperti Damri. Budi mencontohkan tarif Jakarta - Surabaya dengan menggunakan KA ekonomi hanya Rp40 ribu sekali jalan. Sedangkan tiket Damri saat ini sudah Rp160 ribu.

"Kenaikan harga tiket KA kelas ekonomi ini diharapkan operasional KA bisa lebih optimal dan `fair`. Selama ini tiket KA ekonomi sangat-sangat murah," katanya.

Budi M Suyitno menyebutkan, PTKA tidak mentargetkan keuntungan dari operasional KA ekonomi, namun minimal biaya operasional bisa impas. Meski dipasok PSO, namun menutur dia tarif saat ini sangat murah.

"PSO untuk PTKA untuk operasional KA saat ini Rp535 juta, lebih kecil dibandinkan yang diterima PT Pelni. PTKA tak berharap keuntungan dari KA ekonomi yang penting bisa impas untuk operasional," katanya.

Ia menyebutkan, sarana dan prasarana "double treck" Jakarta - Surabaya merupakan sebuah kebutuhan mendesak bagi perkembangan KA ke depan.

"Jakarta - Surabaya harus double track, sehingga bisa mengalihkan beban jalan raya ke jalur KA. Angkutan massal akan menjadi solusi angkutan di Indonesia," katanya.
Reply
(22-01-2010, 08:34 PM)nino Wrote:
(21-01-2010, 01:04 PM)gajayana Wrote: . besok jumat , 22 januari 2010 ada KLB Test Run Kereta Inspeksi baru buatan inka yg kodenya I-09203 , berangkat MN jam 8 pagi
. rutenya MN-KTS-MR-SB-ML-BL-TA-KD-KTS-MN ... >>>> muter2 jalurkantong
. nih foto KA Inspeksi yg baru , 100% asli baru buatan inka (foto from mas fendy listianto RF MN)
[spoiler=inspeksi]
[Image: 19647_1182247684225_1469201266_30408641_3045477_n.jpg]

[Image: 19647_1182247724226_1469201266_30408642_485137_n.jpg][/spoiler]

I-09203, berarti udah ada 3 yang dibikin donk, yang no. 1 dan 2 dimana?




. maaf , maaf , maksud saya I-09201 ..... tx koreksinya
. kembali ke toooooooooooo Heran pikkkk Ngakak




[Image: 79HOP8.jpg]
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Reply
Papan Reklame Roboh, Jalur KA Ditutup


SURABAYA,KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin ribut yang melanda kawasan Surabaya, Minggu (24/1/2010) sekitar pukul 16.00 sore mengakibatkan sebuah papan reklame salah satu operator telepon seluler di kawasan Waru, Surabaya roboh.

Papan reklame tersebut roboh tepat di atas lintasan rel kereta api kilometer 13.000. Akibatnya, PT Kereta Api Daerah Operasi VIII Surabaya menutup jalur kereta api Surabaya-Sidoarjo.

"Saat papan reklame roboh, dua perjalanan kereta sempat tertahan, yaitu Kereta Api (KA) Penataran, yang kami tahan di Stasiun Wonokromo,dan KA Komuter di Stasiun Kertomanunggal. Kebetulan peristiwa terjadi setelah KA Mutiara Timur sudah berangkat ke Banyuwangi, " kata Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VIII Surabaya Nur Amin, di Surabaya.

Robohnya papan reklame menyebabkan terputusnya jalur kereta api Surabaya-Sidoarjo. Diperkirakan, proses evakuasi papan reklame baru akan selesai pukul 19.30 malam.



* Penulis: KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan
http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.24.19104166
.
Reply
Lagi-lagi berita pelayanan KRL eko makin ancur:

Quote:Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/22...?991101605

Carut Marut KRL
Dompet Dicopet, Pantat Digerayang
M. Rizal Maslan - detikNews

Jakarta - Poppy hanya bisa cemberut. Keretanya untuk berangkat kerja ke Gondangdia, Jakarta, tidak kunjung datang di Stasiun Depok Baru. Sudah bosan dia mendengar permintaan maaf pihak stasiun lewat pengeras suara setiap hari. Perbaikan pelayanan kereta sepertinya hanya mimpi.

"Sudah sejam saya menunggu tapi belum datang, biasanya suka telat juga tapi tidak lama," ujarnya kepada detikcom, Jumat (22/1/2010).

Jika kereta sudah telat, kalaupun datang pasti penuh dengan penumpang. Pedagang asongan malah masih mencoba berebut masuk dengan penumpang. Namun masalah Poppy dan ratusan penumpang kereta lainnya bukan hanya itu. Kereta penuh juga rawan dengan aksi copet.

Copet ini adalah kisah usang penumpang KRL yang tidak pernah berakhir. Para pencopet punya puluhan jurus untuk beraksi. Dari aksi berkelompok, aksi lompat dari kereta, sampai aksi silet. Yang diincar adalah dompet dan ponsel penumpang. Poppy juga pernah disilet tasnya dan dia kehilangan ponsel.

"Saya tidak sadar, karena menjaga agar tidak jatuh dan menahan desakan saja sudah perjuangan. Mungkin saat itu pencopetnya beraksi," ujarnya mengenang kejadian itu.

Namun bagi Poppy dan penumpang perempuan lain, ada yang lebih ditakutkan. Pelecehan seksual juga adalah ancaman KRL yang sangat mengganggu. Kondisi KRL memang rawan. Kereta yang penuh sesak, para penumpang pun berdesak-desakan laki-laki dan perempuan dalam jarak intim. Para penumpang hidung belang pun leluasa beraksi, mulai dari meraba pantat sampai menempelkan alat kelamin. Dessy, seorang penumpang lain menceritakan dirinya menjadi korban pelecehan seksual. Seorang pria yang berdiri menempel di belakangnya menyentuh-nyentuhkan alat kelaminnya.

"Saya kaget, takut dan turun di stasiun terdekat. Padahal masih jauh dari stasiun tujuan," ungkap Dessy.

Beda lagi dengan pengalaman Faisal, seorang karyawan di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Dia malah mengaku ada perempuan muda yang berdiri di belakang dia dan menempel-nempelkan tubuhnya ke punggung Faisal. "Saya waktu itu dari Depok mau ke Glodok. Kereta penuh, tapi di belakang saya ada cewek," kata Faisal. Namun kege-eran Faisal dibayar cukup mahal, ternyata perempuan itu adalah copet dan uang Faisal pun lenyap.

Kondisi KRL yang rawan dan memprihatinkan ini bukannya tanpa protes penumpang. Mereka sering berbagi keluh kesah lewat berbagai media termasuk mailing list. Moderator mailing list KRL Mania, Nurcahyo, menceritakan betapa anggotanya kecewa dengan pelayanan KRL. Padahal mereka adalah pengguna utamanya. Masyarakat mencoba menyampaikan keluhan kepada pengelola KAI Commuter Jabodetabek, namun mereka mengaku kewalahan.

"Mereka selalu janji ada penambahan armada baru. Saya saja tidak tahu kapan persisnya," ujar warga Depok II Timur ini.

Nurcahyo mengatakan, para pengguna KRL Jabodetabek yang tergabung dalam Komunitas KRL Mania, telah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kementerian Perhubungan bulan lalu. Mereka meminta peningkatan daya tampung penumpang KRL. Mereka juga meminta lebih banyak KRL Ekonomi AC untuk mengganti KRL Ekonomi. Penumpang juga meminta pemeliharaan KRL diperbaiki.

Mereka juga menuntut agar penumpang yang sudah memiliki abunemen harus mendapatkan prioritas untuk dapat terangkut kereta. Di samping itu mereka juga meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan KRL sebagai solusi kemacetan Jakarta. Stasiun pun harus dibenahi untuk kenyamanan penumpang, bukan tempat orang berdagang seenaknya.

(zal/fay)

Selanjutnya:
Quote:Jumat, 22/01/2010 14:53 WIB
Carut Marut KRL
KRL, Benci Tapi Butuh

M. Rizal Maslan - detikNews

Dok.detikcom
Bogor - Waktu masih menunjukan pukul 6.30 WIB, Jumat (22/1/2010) pagi.
Seorang pria berkemeja putih melompat turun dari ojeknya dan bergegas
masuk ke Stasiun Bogor. Setelah membeli tiket, dia segera menuju peron
dan bergabung dengan ratusan orang lain yang hendak berangkat kerja ke
Jakarta.

Suasana riuh ramai orang berangkat kerja, sudah menjadi pemandangan
setiap pagi di stasiun ini. Ratusan penumpang berbaur dengan penjual
koran dan pedagang asongan. Mereka yang belum sarapan mengisi perut
dengan bungkusan nasi uduk yang dijual di peron dan makanan lainnya.
Begitu kereta datang mereka berebut mencari tempat duduk yang
terbatas. Yang kalah dalam kompetisi itu, hanya bisa merengut sambil
meraih besi pegangan.

Seorang ibu yang tidak kebagian duduk segera menggelar koran untuk
selonjoran. Walhasil penumpang lain memprotes. "Bu, jangan kayak
begitu duduknya. Yang mau masuk jadi susah. Kakinya nanti terinjak
tuh," kata sejumlah penumpang lain bersahutan.

Kereta pun mulai bergerak meninggalkan stasiun buatan Belanda tahun
1881 itu. Di Cilebut, Bojong Gede, Citayam sampai Depok Lama, ada
tambahan ratusan orang lagi menaiki kereta yang sudah penuh sesak itu.
Dorong-mendorong itu sudah biasa, tidak peduli tua muda, laki-laki dan
perempuan. Keringat dan asap rokok menjadi aroma khas kereta. Manusia
bercampur dengan keranjang pisang atau rambutan dan terkadang ayam.

"Habis bagaimana lagi, ini adalah transportasi termurah dan tercepat
untuk sampai ke tempat kerja di Jakarta," ungkap Nurika seorang
karyawati yang ditemui detikcom dalam perbincangan di gerbong kereta.

Murah memang tarif kereta untuk sampai ke Jakarta. Dari Bogor sampai
ujung Stasiun Jakarta Kota penumpang hanya merogoh kocek Rp 2.000
saja. Tiket murah mungkin dikompensasikan dengan kondisi kereta yang
jauh dari layak sebagai transportasi massa. Namun para penumpang
seolah maklum. Jendela pecah, kipas angin mati, lantai berlubang,
mereka sudah tidak peduli. Bahkan pintu macet adalah inisiatif
penumpang. Suasana serupa dialami para penumpang yang berangkat dari
Bekasi, Serpong dan Tangerang.

Keamanan dan keselamatan pun jangan ditanya, yang penting bagaimana
bisa terangkut ke dalam kereta. Jika pintu kereta sudah penuh dengan
penumpang bergelantungan, masih ada ruang masinis. Mereka yang
bernyali lebih suka naik di sambungan gerbong atau memanjat ke atap
kereta. Yang penting tidak memegang instalasi listrik di atap kereta,
atau nyawa mereka melayang. Sudah tidak terbilang berapa yang mati
karena jatuh atau tersetrum. Petugas keamanan di peron pun tidak bisa
berbuat apa-apa.

"Kalau nggak mau berdesak-desakan naik kereta AC saja sekalian," kata
Asep, seorang penumpang lain.

Jika ingin suasana yang sedikit lebih manusiawi, para penumpang memang
bisa memilih Ekonomi AC dengan tiket Rp 5.500 dari Bogor atau Rp 4.500
dari Serpong dan Bekasi. Jika ingin lebih cepat ada beraneka kereta
Ekpres seperti Pakuan, Depok Ekspres, Bojong Gede Ekspres atau Bekasi
Ekspres dengan tarif Rp 9.000-11.000. Kereta tetap penuh, namun lebih
nyaman dibandingkan kereta ekonomi. (zal/fay)
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply

[Image: 3665668p.jpg]
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Penumpang kereta api Gaya Baru Malam jurusan Jakarta-Surabaya, Murtini, ikut menempelkan stiker larangan merokok saat petugas PT Kereta Api melaksanakan kampanye larangan merokok di dalam gerbong kereta di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Selain demi kesehatan penumpang, larangan merokok itu juga untuk menjaga kebersihan dan keawetan gerbong.
.
Reply
Lagi, kali ini soal pengkajian rencana kenaikan tarif KA ekonomi:

Quote:Pemerintah Diminta Hitung Ulang Tarif KA Ekonomi

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI KH Abdul Hakim meminta pemerintah untuk menghitung ulang tarif angkutan kereta api (KA) kelas ekonomi sebelum pemerintah menyetujui kenaikan tarif kelas tersebut. Hakim juga meminta pemerintah mensubsidi selisih tarif yang ditetapkan PT KA sebagai bentuk kewajiban pelayanan publik.

Hal itu diungkapkan KH Abdul Hakim menyusul langkah pemerintah yang mengisyaratkan persetujuan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi menunggu laporan penggunaan dana public service obligation (PSO) 2009 yang terpisah dari pembukuan keuangan PT Kereta Api (KA).

"Jika masyarakat dinilai belum mampu membayar tarif yang ditetapkan oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian dalam hal ini PT KA, Pemerintah atau Pemerintah Daerah dapat menetapkan tarif angkutan pelayanan kelas ekonomi yang merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation) . " kata Hakim.

Menurut Hakim, untuk pelayanan kelas ekonomi, dalam hal tarif angkutan yang ditetapkan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah lebih rendah daripada tarif yang dihitung oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian dalam hal ini PT KA, maka selisihnya menjadi tanggung jawab Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Hal itu, kata Hakim, diatur dalam pasal 153 UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian.

Secara terpisah, sejumlah pengguna kereta api kelas ekonomi mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif kereta kelas ekonomi sebesar 12,5% pada semester II 2010. Selain dinilai kenaikannya terlalu tinggi, pelayanan kereta kelas ekonomi juga buruk.

"Kami menolak rencana kenaikan tarif KA kelas ekonomi. Terlebih pelayanan yang diberikan selama ini sangat tidak manusia," kata Agus Imansyah, dari KRL Mania.

Seperti diketahui, pemerintah mengisyaratkan persetujuan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi menunggu laporan penggunaan dana public service obligation (PSO) 2009 yang terpisah dari pembukuan keuangan PT Kereta Api (KA).
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan permintaan itu sesuai dengan komitmen PT KA saat menandatangani kontrak dana PSO untuk mengganti semua pengeluaran yang digunakan untuk kereta api ekonomi.

Tundjung mengungkapkan berdasarkan perhitungan Kemenhub, instansinya telah mencairkan dana PSO sebesar Rp513,6 miliar pada tahun lalu atau 96% dari total anggaran sebanyak Rp535 miliar.

Sementara , Komisaris Utama PT KA Budhi Muliawan Suyitno mengungkapkan pemerintah tidak pernah menaikkan tarif kereta ekonomi sejak 2002, padahal tarif moda transportasi lain sudah naik berkali-kali.

PT KA mengharapkan pemerintah menyetujui kenaikan tarif kereta kelas ekonomi tahap pertama mulai semester II/2010 sebesar 12,5 persen. Budhi menuturkan BUMN perkeretaapian itu tidak masalah jika pemerintah mencabut dana PSO 2010 sebesar Rp535 miliar secara sekaligus mulai tahun ini.

Sumber : http://myzone.okezone.com/index.php/cont...ka-ekonomi
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
memangnya cireks gak berhenti di jatibarang ya?Bingung

KA Cirebon Ekspress Tidak Berhenti di Jatibarang Dua Tiket Hangus
Chifdiah - suaraPembaca


Jakarta - Pada tanggal 29 Januari 2010 saya dan Ibu saya hendak berangkat dengan menggunakan KA Cirebon Ekpress (Cireks) Jurusan Cirebon - Jakarta. Dengan keberangkatan kereta jam 7.40 dari Cirebon.

Saya dan Ibu saya menunggu dari Stasiun Jatibarang karena memang letak rumah kami lebih dekat ke Stasiun Jatibarang dibanding Stasiun Cirebon. Kami masuk ke stasiun dengan diperiksa tiket dan membayar peron tanpa pemberitahuan apa pun dari petugas.

KA Cireks pun sampai. Namun, tanpa diduga ternyata kereta tersebut tidak berhenti di Stasiun Jatibarang (seperti tertulis di situsnya dan sudah mafhum bagi semua orang Cireks berhenti di Jatibarang).

Kami bingung lalu menanyakan perihal tersebut ke petugas yang dijawab, "kenapa tidak bilang dulu?" Kenapa harus bilang? Bukankah memang sesuai jadwal kereta harus berhenti di Jatibarang.

Akibat kejadian tersebut, selain hangusnya dua tiket tanpa pertanggungjawaban kami juga terancam ketinggalan pesawat menuju Palembang. Kereta Api sungguh sangat tidak professional.

Chifdiah
Jalan Raya Selatan No 53 Karangampel Indramayu
ixudin@yahoo.com
08121402444


source:detik.com
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)