Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Adakah sisa-sisa jalur Solo-Boyolali??
(28-05-2012, 02:39 PM)Maulana Malik Wrote: Ini kira2 dimana ya? sumber gambarnya di forum bismania


[Image: DSC03997.jpg]

itu diperempatan Kartosuro, masih nyembul dikit relnya Big Grin

kayaknya kalo jalur solo-boyolali dihidupkan lg yg jadi masalah relnya 90% udah ketutup sama jalan raya, jd kalo mw dihidupkan harus geser relnya alias bikin jalur br
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
(28-05-2012, 09:32 PM)kuli bangunan Wrote: Ya kl memang jalur solo - boyolali mau dihidupkan lagi ya mau ga mau harus gusur rmh2 yg ada di jalur tsb...toh itu tanah punya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ya warga yg nempati ya harus mau pindah...tapi ya itulah Indonesia...bikin bangunan di tanah yg bukan haknya...giliran suruh pindah minta ganti rugi...

Nunggu Pakgede Joko wi naik jadi Presiden Republik Ini, Insya Alloh jalur ini di aktifkan kembali Tersenyuum
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
(08-09-2011, 01:02 AM)Toentang Wrote:
[Image: 6123777173_bd54e94025_b.jpg]
Peta jalur KA di daerah Kartosuro dengan percabangan di Halte/Stasiun Gembongan (lingkaran biru bawah) menuju Pabrik Gula Colomadu (lingkaran biru atas). Di peta ini Gembongan tertulis H (Halte) dan juga St (Stasiun). Di peta ini tidak disebutkan adanya Stasiun Kartosuro. Perkiraan saya jika memang ada stasiun Kartosuro, bekas stasiun ini sekarang ada di areal sekitar bekas terminal bus lama.

depan RM Madukoro ada gang ke utara, masuk sekitar 50 m ada rel membelah jalan kampung itu rel lori atau rel kereta (di peta lingkaran bawah), kalau menurut peta di atas rel itu sampai St. Gembongan.
RF gusferrail, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
(28-05-2012, 05:01 PM)Handika Irawan Wrote:
(17-01-2011, 08:51 PM)eko winarno Wrote:
(17-01-2011, 07:35 PM)gusferrail Wrote: Melihat prnytaan Joko Wi di TATV, "Railbus akan mnghbungkan wngri, skh, klten, sragen & boyolali".
Mgkn jalur slo-byl dhdupkan lg.


Wooow apa di hidupkan jalur Boyolali - Purwosari.BingungBingung

jangan nanti rumah penduduk termasuk rumah mas ferial digusur dong... Ngeledek Ngakak

mas handika ini bisa aja Xie Xie sekarang bangunannya dah ilang sama sekali Ngeledek malah jadi gedung serbaguna namanya Panti Marhaen plus depannya ada patung Bung Karno. nanti deh kalo saya pulang saya ambilken picnya. btw bekas tasiyun itu skrg deket di kediaman bupati boyolali (maaf oot), jaraknya kurang lebih cuman 50 meter saja.
START MER - FINISH BW Kapan ya... KAPAN YA?
Reply
Sekarang banyak plakat menunjukkan tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di sepanjang jalur Purwosari - Gembongan - Kartasura - Boyolali, dan Gembongan - PG Colomadu. Berikut yang saya lihat :
1. Pabelan, sebelah timur Puskesmas Kartasura (Jalur Purwosari - Gembongan)
2. Gembongan, sebelah timur RM Mbok Sarun sekitar 50m (Jalur Purwosari - Gembongan)
3. Gembongan, sebelah barat perempatan gembongan (Jalur Gembongan - Kartasura)
4. Gembongan, sebelah selatan perempatan Gembongan sekitar 50m arah ke Eks PG (Jalur Gembongan - PG Colomadu)
5. Singopuran, sebelah barat Perumahan Shafira (Jalur Gembongan - PG Colomadu)
6. Paulan (sepertinya desa Paulan), Colomadu, lurus saja dari plakat Singopuran (Jalur Gembongan - PG Colomadu)
7. Kartasura, eks Stasiun Kartasura, Sate Kambing Pak Bagong (Jalur Kartasura - Boyolali)
8. Polres Boyolali ada gang ke barat, Mojosongo (Jalur Kartasura - Boyolali)
9. Gardu PLN Mojosongo sebelah timurnya, ini tembus jika melewati gang dari Polres Boyolali (Jalur Kartasura - Boyolali)

Mungkin masih ada lagi tapi belum menemukan, terutama tanah eks Stasiun Boyolali, Halte Banyudono dan eks Stasiun Bangak Sakit
RF gusferrail, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
(08-09-2011, 01:02 AM)Toentang Wrote: Jalur Boyolali-Kartosuro kemungkinan dibongkar pada masa Jepang. Sehingga sangat sulit ditemui bekas-bekasnya. Kalau Kartosuro-Purwosari masih ada beberapa bekasnya.

Jalan raya Solo-Boyolali baru-baru ini sudah selesai dilakukan pelebaran jalan, sehingga bekas jalur KA sudah menjadi jalan aspal. Rencana menghidupkan jalur ini jika memakai jalur lama akan sangat sulit dilakukan.

Dari peta jaman Belanda (maps.kit.nl) bisa ditelusuri bekas jalur ini:


[Image: 6123849311_bfee31cf53_b.jpg]
Jalur antara halte/stasiun Gembongan (lingkaran biru kiri) dan stasiun Purwosari (lingkarang biru kanan) melewati daerah Pabelan dan Jajar. Jalur ini dahulu merupakan milik NIS.


[Image: 6123777173_bd54e94025_b.jpg]
Peta jalur KA di daerah Kartosuro dengan percabangan di Halte/Stasiun Gembongan (lingkaran biru bawah) menuju Pabrik Gula Colomadu (lingkaran biru atas). Di peta ini Gembongan tertulis H (Halte) dan juga St (Stasiun). Di peta ini tidak disebutkan adanya Stasiun Kartosuro. Perkiraan saya jika memang ada stasiun Kartosuro, bekas stasiun ini sekarang ada di areal sekitar bekas terminal bus lama.


[Image: 6123484597_b2a234127f_b.jpg]
Stasiun setelah Gembongan ke arah Boyolali adalah Stasiun Bangak (lingkaran biru kanan). Letak Stasiun ini unik karena tidak terletak di jalur utama tapi setelah percabangan. Stasiun Bangak kemungkinan adalah pertemuan antara jalur 1067 dan jalur lori (di peta tertulis decauville) untuk pengumpan barang.
Pada peta di atas juga terdapat Halte Banyudono. Sebelum pelebaran jalan yang telah selesai baru-baru ini, (kemungkinan) bekas jalur KA antara Halte Banyudono dan Sta. Bangak terletak lebih rendah dari jalan raya dan sempat dipakai untuk jalur lambat sampai dengan pertigaan Pengging (lingkaran merah pada gambar di bawah). Pada waktu proses pelebaran jalan, jalur lambat diurug +/-150cm untuk menyesuaikan tingginya dengan jalur utama.


[Image: 6123484551_00ace771cc_b.jpg]
Halte Banyudono terletak setelah Stasiun Bangak.
Setelah pertigaan Pengging (lingkaran merah), rel menyeberang jalan raya dan terletak di utaranya. Dari Pertigaan Pengging sampai masuk Kota Boyolali jalur KA sudah menjadi jalan aspal setelah dilakukan pelebaran jalan yang telah dilaksanakan beberapa tahun lalu.


[Image: 6123533539_65763e3658_b.jpg]
Letak Stasiun Boyolali (lingkaran biru). Jalur dari arah timur kemudian berbelok menuju barat daya sekarang menjadi jalan raya yang merupakan jalur bus dari arah Solo menuju terminal Boyolali. daerah bekas stasiun sudah menjadi pemukiman padat penduduk dan perkantoran. Bekas bangunan stasiun sulit ditemukan sisa-sisanya.

bang dapet petanya ini dari mana???
kalo ada link.nya mau dong.... hehe Xie Xie
Reply
(07-04-2014, 10:40 AM)Danar_arief92 Wrote: bang dapet petanya ini dari mana???
kalo ada link.nya mau dong.... hehe Xie Xie

Coba masuk ke trit ini aja, siapa tau ada peta2 jadul yg bisa dipake sbg. referensi mblusukan...Playboy
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
Waaaawwhh.. Kartosuro mah daerah rumah ane tuh Xie Xie tepatnya di peta kedua dengan nama "Waroengwatoe". Dulu persis banget di belakang rumah ane masih ada lori pengangkut tebu ke PG. Colomadu. Kalo ga salah beroperasi terakhir tahun 94. Sekarang sih semenjak PG tersebut ditutup, bekas lorinya udah ga ada, ketutup aspal. Nah, kalo bekas rel Boyolali-Solo di beberapa titik masih terlihat. Tapi sebagian besar emang udah ketutup aspal maupun trotoar. Yg masih keliatan biasanya rel yg ngelewatin perempatan/lampu merah yg mungkin mengakibatkan aspal tersebut ga awet jadi sering terkikis, jadi keliatan tuh bekas relnya
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)