Posts: 765
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
13
Quote:Stasiun Kalimas Jadi Pusat Angkutan Petikemas
Selasa, 1 Desember 2009 | 20:44 WIB
[spoiler=Klik disini supaya beritanya terbaca]
SURABAYA,KOMPAS.com -Stasiun Kereta Api Kalimas, Surabaya akan dihidupkan kembali untuk mempercepat proses distribusi petikemas dari Surabaya ke Jakarta. Dengan moda transportasi kereta api, pengiriman petikemas menggunakan kapal yang biasanya membutuhkan waktu lima hari dapat dipersingkat menjadi satu hari.
"Saat ini terjadi kemacetan pengangkutan petikemas dari Surabaya ke Jakarta. Pengiriman petikemas dengan kapal yang sebenarnya butuh dua h ari dapat mundur hingga lima hari karena harus menunggu kapal terisi penuh. Karena itu, PT Pelindo III telah menggandeng PT Kereta Api Daerah Operasi (PT KA Daop) VIII Surabaya untuk membantu pengangkutan petikemas," kata Manajer Pemasaran PT KA Daop VIII Surabaya Sitindaon Satar, Selasa (1/12) saat pelepasan KA petikemas jurusan Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta di Surabaya.
Menurut Sitindaon, pengangkutan petikemas dari Surabaya ke Jakarta membutuhkan waktu rata-rata 22 jam dan maksimal 24 jam. Lama waktu pengangkutan ini dinilai lebih efektif dibandingkan moda transportasi kapal laut yang membutuhkan waktu hingga lima hari dan moda transportasi truk yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 hari untuk menuju Jakarta.
Tanggal 30 November 2009 lalu tiga KA angkutan petikemas mulai beroperasi. Satu rangkaian KA berangkat dari Stasiun Pasar Turi dan dua KA berangkat dari Stasiun Kalimas. Mulai hari ini, ada tambahan satu KA yang akan mengangkut petikemas dari Stasiun Kalimas setiap dua hari sekali, papar Sitindaon.
PT KA Daop VIII Surabaya setiap hari mengoperasikan tiga KA petikemas jurusan Stasiun Pasar Turi-Jakarta Gudang, Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta, dan Stasiun Kalimas-Lagua, Jakarta. Dua hari sekali, KA petikemas jurusan Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta juga mulai beroperasi.
Setiap KA petikemas membawa 14 gerbong dengan daya angkut 28 petikemas berukuran 20 feet dengan berat masing-masing gerbong 40 ton. Kapasitas empat KA petikemas yang saat ini mulai beroperasi setara dengan angkutan 160 kontainer per h ari sehingga dapat mengurangi kemacetan, kerusakan jalan raya, hingga pemborosan biaya distribusi barang. "Tahun 2010 mendatang, PT KA Daop VIII Surabaya akan menambah tiga KA petikemas. Kami masih memiliki 68 gerbong datar (PPCW) yang saat ini sedang dikerjakan PT Industri KA (PT INKA)," ucapnya.
Pusat angkutan petikemas
Direktur Utama anak perusahaan PT KA, PT KA Logistik Yayat Rustandi mengatakan, PT KA bekerjasama dengan PT Pelindo III akan mengembangkan kawasan Stasiun Kalimas sebagai pusat distribusi petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang berbasis moda transportasi KA. Angkutan petikemas yang saat ini juga beroperasi di Pasar Turi akan dipusatkan di Stasiun Kalimas. "Kami akan menata lagi kawasan ini, terutama untuk mengatasi kepadatan pemukiman penduduk yang saat ini berada di dalam area stasiun serta lintasan KA," paparnya.
[/spoiler]
Sumber-nya dimarih.
Posts: 2,178
Threads: 0
Joined: Feb 2009
Reputation:
32
Rekonstruksi Rel antara KALIMAS MENUJU TANJUNG PERAK DAN PELABUHAN KALIMAS dah dilaksanakan thn 2007 yg lalu, gunanya memang untuk rencana thn 2010 yg mana PT KA bersama pelindo dah ada kerjasama tuk peningkatan layanan petikemas serta komoditi laine
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
yang sayangnya itu di stasiun pasosonya. letaknya masih diluar terminal petikemas tanjungpriok. jadi kontainer di pasoso dioper ke dalam pake truk lagi.
tapi sekarang sudah mulai dikerjakan lagi kayaknya pembangunan relnya.
ini yang saya bingung, kenapa kok rel yang masuk ke dalam pelabuhan dimatikan. sepertinya ada pihak2 yang tidak suka rel ka masuk ke dalam. cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 3,300
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
38
Kita sambut kedatangan loc yang baru..agar berjaya lagi angkutan barang seperti dahulu, ingat jaman sak mono di sta. klaten dengan 3 jalur langsir selalu penuh dengan gerbong barang ( cement ), tapi anehnya gudang sekarang tetap penuh dengan cement padahal tidak ada satu gerbong barang yang mampir....
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Posts: 179
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
0
17-12-2009, 08:22 PM
(This post was last modified: 17-12-2009, 08:24 PM by ngga.)
Quote:Stasiun Kereta Itu Kini Menjadi Pasar
Kamis, 17 Desember 2009 | 10:23 WIB
TRANSPORTASI kereta api di negeri ini dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda di paruh kedua abad ke-19. Pembangunan rel kereta ini tidak hanya di kota-kota atau waktu itu karesidenan besar, seperti Batavia, Bandung, Semarang, atau Surabaya, tapi juga merembet ke daerah-daerah terpencil seperti Kabupaten Garut.
Di Kabupaten Garut sendiri, ada beberapa stasiun kereta yang didirikan Belanda, yaitu Stasiun Kereta Api Cibatu, Stasiun Kereta Api Bumi Waluya, dan Stasiun Kereta Api Kadungora. Namun, siapa sangka jika ternyata sejak dulu sudah ada rel kereta api berikut stasiun kereta api yang membuka jalur khusus antara Cibatu, Garut Kota, hingga Cikajang.
Bahkan Stasiun Garut dan jalur KA menuju Cikajang terkenal sebagai stasiun dan jalur KA tertinggi di Pulau Jawa, yaitu 1.200 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan yang sangat indah.
Sayangnya, sudah hampir 40 tahun jalur KA ke Garut Kota dan Cikajang itu mati. Padahal saat itu, arus transportasi dari Cikajang menuju Garut dan luar Garut, begitu juga sebaliknya, sangat ramai.
Tak heran, karena dibiarkan merana, Stasiun KA Garut, yang terletak di Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, kini sudah berubah fungsi menjadi Pasar Mawar Mandalagiri.
Menurut H Nana Sumarna (70), saksi hidup warga setempat, yang juga merupakan pensiunan pegawai PT KA, saat ini memang Stasiun Garut sudah tidak ada lagi. Sebab, di sekitar kawasan tersebut sudah dibangun sebuah pasar bernama Pasar Mawar Mandalagiri yang berdiri kurang lebih dua tahun lalu.
Nana mengatakan, dulu di jalur tersebut sempat beroperasi jalur kereta api jurusan Cibatu-Garut-Cikajang. Stasiun tersebut, menurut Nana, dibangun kira-kira pada tahun 1930. Stasiun itu didirikan setelah terdapat lintasan rel KA yang menghubungkan Cilacap-Cicalengka melalui Cibatu pada 1889. Adapun lintasan rel kereta Cibatu-Garut-Cikajang didirikan pada 1926.
Saat itu, kata Nana, angkutan kereta Cibatu memang melintas ke Garut dan langsung menuju kawasan Cikajang, yang dikenal memiliki kontur berbukit dengan pemandangan sangat indah. Namun perjalanan menuju Cikajang yang berat dan menanjak membuat kereta milik PT KA (saat itu masih bernama Perusahaan Negara Kereta Api/PNKA dan PJKA) menjadi cepat rusak dan sulit beroperasi. Apalagi saat itu kebanyakan kereta masih menggunakan lokomotif sebagai penggeraknya.
Padahal, menurut Nana, Stasiun Garut atau dikenal sebagai Stasiun Mawar saat itu merupakan salah satu stasiun yang cukup strategis karena memang di jalur ini sering terjadi transaksi perekonomian dengan nilai cukup besar. Sebagai contoh, kata Nana, stasiun itu dulu sering dipakai sebagai stasiun pengiriman minyak Pertamina. Tidak hanya itu, Stasiun Mawar juga sering dipakai warga Garut untuk mengirimkan hasil produksi pertanian mereka ke luar Garut. "Jadi memang sebenarnya stasiun ini sangat strategis," ujar Nana saat berbincang dengan Tribun, Rabu (16/12).
Karena suatu kendala yang dialami PJKA yang tidak diketahui Nana secara pasti, pengoperasian jalur kereta Cibatu-Garut-Cikajang pun akhirnya dihentikan. Hal ini, menurut Nana, terjadi pada tahun 1983. "Kurang lebih memang tahun 1983 stasiun ini berhenti beroperasi," katanya.
Saat ini, di bekas Stasiun Mawar ini bediri sebuah pasar bernama Pasar Mawar Mandalagiri. Nana tidak mengetahui pasti mengapa pasar tersebut bisa berdiri di sana. Hanya saja menurutnya, saat ini, di bekas Stasiun Mawar Garut ini sudah banyak berdiri bangunan komersial yang membuat bekas bangunan stasiun sudah tidak tampak lagi. Yang tersisa, menurut dia, adalah beberapa unit rumah dinas milik PT KA dan masih dihuni oleh beberapa keluarga karyawan PT KA. (Kemal Setia Permana)
Tribun Jabar Kamis 17 Desember 2009
 Kapan ya di hidupkan lagi ?
Jangan tanya apa yang kereta api bisa , tapi renungkan apa yang pernah kamu lakukan terhadap kereta api ..
Posts: 39
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
0
Harian Investor Daily
PT KA minta tarif ekonomi naik jika besaran PSO tidak naik
JAKARTA – PT Kereta Api (KA) mengajukan kenaikan tarif kereta ekonomi sebesar 50 persen kepada pemerintah, jika tarif PSO tidak kunjung bertambah.
“Kami sudah mengajukan permohonan tersebut sejak awal Desember, rencananya paling lambat awal Juli 2010 tarif baru kereta ekonomi sudah berlaku,†ujar Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan, di Jakarta, Senin (21/12).
Jonan beralasan, kebijakan menaikkan tarif kereta ekonomi yang diusulkan PT KA itu karena besaran (Public Service Obligation/PSO) yang selama ini diterima PT KA dari pemerintah tidak kunjung bertambah, padahal PT KA membutuhkan begitu banyak dana untuk memperbaiki pelayanan pada kereta ekonomi.
“Rencananya kenaikan tarif kereta ekonomi tersebut akan bertahap selama empat semester dan tidak sekaligus sebanyak 50 persen, jadi kenaikan dibagi 12 ½ persen tiap semesternya,†katanya.
Jonan menuturkan, jika pemerintah tidak menaikan besaran PSO dan kenaikan tarif kereta ekonomi juga tidak disetujui, maka PT KA minta frekuensi kereta ekonomi dikurangi.
Jika semua alternatif yang diberikan PT KA juga tetap tidak disetujui pemerintah maka, lanjutnya, pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat selama ini akan seperti itu saja seperti yang lalu. “Kami minta naik PSO juga berkaitan dengan keselamatan penumpang kereta ekonomi,†ungkapnya.
Jonan mengatakan, pihaknya telah mengajukan kenaikan PSO dari Rp 535 miliar menjadi Rp 670 miliar untuk anggaran tahun 2010, tapi pemerintah tidak merubah besaran PSO dengan tahun sebelumnya. Padahal kerugian perusahaan akibat selisih penjualan tiket ekonomi dengan biaya operasional terus saja meningkat setiap tahun.
Dengan tidak naiknya PSO maka pelayanan terbaik sulit diterapkan, sebab penumpang kelas ekonomi mencapai 200 juta orang per tahun atau sekitar 70 persen dari jumlah seluruh penumpang.
Sedangkan, manajemen PT KA dituntut harus memberi pelayanan terbaik bagi konsumen, kereta harus bersih dari sampah, WC dan kipas angin harus terawat baik serta yang lebih penting lagi adalah keselamatan perjalanan. “Bahkan, untuk lima tahun ke depan, kereta ekonomi harus dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC),†tuturnya.
Kepala Humas PT KA Adi Suryatmini mengatakan, besaran PSO yang diterima PT KA tahun 2009 berjumlah Rp 535 milyar sedangkan yang diajukan PT KA sebesar Rp 670 milyar. “Kemungkinan besar yang kami minta untuk tahun depan besarannya sama dengan tahun ini,†katanya.
Persiapan liburan
Sementara jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2010, PT KA juga menyiapkan beerapa strategi untuk mengatasi jumlah lonjakan jumlah penumpang kereta api.
Diantaranya, akan menambah dua kereta kelas eksekutif dan bisnis, sebab jumlah penumpang diperkirakan naik sampai 5% dibanding hari biasa atau 3% dibanding tahun lalu.
Dua kereta Argo Lawu tujuan Jakarta-Solo telah disiapkan, sedangkan untuk tiap rangkaian kereta akan ditambahkan dua kereta (gerbong) tambahan.
“Prediksi kenaikan jumlah penumpang pada liburan Natal dan Tahun baru kali ini sebesar 5-10 persen,†ungkap Adi.
Di tempat yang sama, PT KA memberikan penghargaan kepada Triyaningsih (21), atlet puteri Indonesia yang meraih dua medali emas untuk Lari Jarak Jauh 5000 dan 10.000 meter pada Sea Games XXV di Viantiane, Laos.
Triyaningsih menerima tali asih dari PT KA sebesar Rp 100 juta dan Rp 40 juta diberikan PT KA kepada pelatihnya. Triyaningsih merupakan atlet binaan PT KA di Salatiga
Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengkajian secara komprehensif oleh Ditjen Perkeretaapian atas usulan tersebut.
“Sebelum ada usulan tersebut, sebenarnya Ditjen KA memang merencanakan akan mengevaluasi kembali tarif ekonomi tersebut, karena sudah lama belum pernah dilakukan evaluasi atau peninjauan untuk penyesuaian terkait dengan kondisi lingkungan strategis yang terjadi,†kata Tundjung.
Besaran tarif ekonomi, lanjutnya, yang berlaku sekarang ditetapkan pada tahun 2006 yang lalu sehingga perlu dievaluasi kembali.
Tundjung mengatakan, mengenai besaran prosentase kenaikan tentunya tidak bisa dipukul rata, dan harus dilihat kasus per kasus.
Serta dalam proses evaluasi dan penetapannya perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan para stakeholders seperti YLKI yang merupakan representasi publik pemakai jasa transportasi KA, para pemerhati, PT KA sebagai operator, dll.
“Tari ekonomi yang berlaku saat ini meliputi tarif KA jarak jauh, sedang, dan dekat, KRD dan KRL yang memiliki spesifikasi, masalah atau persoalan dan tuntutan sehingga perlu ditelaah lebih dalam dan detail terutama terhadap suistanability-nya,†ungkap Tundjung melalui pesan singkat.
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
25-12-2009, 11:16 AM
(This post was last modified: 25-12-2009, 11:17 AM by CC-201-23.)
Pengusaha Keluhkan Ketidakpraktisan Pengangkutan Kontainer
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi
Jumat, 25 Desember 2009 | 10:30 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com - Para pengusaha di Bandung, Jawa Barat mempersoalkan ketidakpraktisan pengangkutan kontainer dengan kereta api. Pengangkutan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta itu membuat biaya transportasi tidak efisien.
Menurut Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Daerah Jabar Ade Sudradjat di Bandung, Jumat (25/12), pengusaha telah meminta kontainer dari Bandung dapat langsung diantar ke Tanjung Priok. Namun, kontainer baru bisa diantar hingga Stasiun Pasoso, Jakarta Utara.
Biaya pengangkutan itu sebesar Rp 1,5 juta untuk kontainer berkapasitas 40 feet. Ade mengatakan, pengantaran menjadi tidak praktis karena kontainer harus diangkut lagi dengan truk hingga Tanjung Priok dengan biaya sebesar Rp 1,5 juta.
Sampai pelabuhan, kontainer dikenakan biaya terminal handling charge (THC) sebesar Rp 900.000 sehingga biaya seluruhnya menjadi Rp 3,9 juta. Tarif THC memang sudah turun dari Rp 1,5 juta per kontainer sejak tahun 2005 namun sistem pengangkutan kontainer masih perlu dibenahi.
Jeleknya
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 765
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
13
08-01-2010, 11:42 PM
(This post was last modified: 08-01-2010, 11:44 PM by denMbladuz.)
Bingung mo taruh dimana, mending dimari aja yee...tapi kalo sudah ada tolong dihapus saja om Momod
Quote:Lok Uap di Muaro, Sisa Jalur Kereta Api Maut Muaro Sijunjung - Pekanbaru
[spoiler]
![[Image: 1439366p.jpg]](http://www1.kompas.com/data/photo/2009/11/06/1439366p.jpg)
MENYUSUR kawasan yang rusak diguncang gempa Sumatra Barat akhir 30 September lalu, maka jalur transportasi tak akan luput dari pantauan. Jalur transportasi tertua di Sumatera Barat, sama seperti di Jawa, tak lain adalah jalur kereta api. Sebelum menengok jalur kereta api yang melintas di Padang, ada baiknya kita menjenguk jalur yang agak berbeda, baik dari sisi kesulitan kawasan maupun dari proses pembangunan.
Jika semua jalur kereta api dibangun oleh Belanda, maka untuk jalur ini dibangun di masa pendudukan Jepang. Jalur mati ini tak lain adalah jalur Muaro Sijunjung - Pekanbaru. Yang menarik di kawasan hutan Sumatera ini tak lain adalah sisa lok uap zaman Jepang yang hingga kini masih teronggok di kawasan Muaro Sijunjung. Berdiri sendiri dengan kondisi yang sudah tak lengkap dan karatan, lok uap yang dari rodanya samar-samar terlihat angka 1904 itu sengaja ditempatkan di pinggir jalan kecil di antara hutan sebagai benda cagar budaya.
Untuk tiba ke lokasi, bukan hal yang mudah karena harus melewati jalanan sempit di antara hutan, sungai lebar, dan tebing-tebing. Jarak dari Sawahlunto ke Sijunjung sekitar 15 km tapi harus melalui jalan berkelok yang curam dan sulit dilalui. Rupanya kisah lok uap ini merupakan kisah penindasan puluhan ribu Romusha yang dipaksa bekerja oleh Jepang. Lok uap ini di masa Jepang pernah jadi lok yang menarik kereta di jalur Muaro - Pekanbaru.
Jalur kereta api Muaro-Pekanbaru (Logas), menurut pecinta sejarah kereta api, Tjahjono Rahardjo, selesai dibangun pada 15 Agustus 1945. Jalur yang kini sudah tak lagi terlihat bekasnya itu juga merupakan kuburan massal sekitar 50.000 romusha. Jalur Muaro - Pekanbaru merupakan bagian dari jalur yang direncanakan pemerintah Belanda untuk menghubungkan pantai timur dan barat Sumatera. "Tapi hambatannya sangat berat; banyak terowongan, viaduk dan jembatan harus dibangun. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlandsche-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).
Tahun 1942, ketika Jepang menduduki Indonesia, mereka menemukan rencana itu. Jalur rel itu akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. "Jalur itu memperpanjang jarinngan Staatsspoorwegen ter Sumatra Weskust (SSS) sepanjang 215 ke pelabuhan Pekanbaru," begitu tulis Tjahjono.
Material kereta api yaitu rel, lokomotif, dan gerbong didatangkan dari tempat lain termasuk beberapa lokomotif bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).
Dalam referensi lain disebutkan, sebagian besar trayek Muaro-Pekanbaru sepanjang 220 km mengikuti jalur yang dirancang Staatsspoorwegen (SS) pada dasawarsa 1920-an, yang karena krisis ekonomi batal dibangun. Jalur rancangan ini memiliki tanjakan maksimum satu persen. Sekitar 85 persen jalur yang dibangun Jepang mengikuti rencana ini, namun tanjakan maksimum menjadi dua persen.
Perihal jalur kereta api maut, sejarah mencatat, Jepang menorehkan kisah kejam tak hanya di jalur Muaro Sijunjung – Pekanbaru, tapi juga di Banten Selatan di jalur Saketi – Bayah. Sebelumnya, Jepang sudah membuka jalur kematian dari Thailand ke Burma. Sebuah jalur kereta api yang juga sudah direncanakan oleh pemerintah Inggris, namun karena kondisi alam yang berat maka rencana itu dikesampingkan. Jepanglah yang kemudian mengacak-acak dokumen Belanda dan Inggris dan menemukan rencana jalur tersebut untuk kemudian mewujudkannya melalui tangan, darah, dan nyawa para romusha yang tak hanya terdiri atas bangsa Indonesia tapi juga Australia, Inggris, Amerika, dan Belanda.
Jadi selama Perang Dunia II (1938-1945) Jepang membangun tiga jalur kereta api di dua wilayah di Asia Tenggara yaitu jalur Thailand-Burma, Muaro Sijunjung-Pekanbaru, dan jalur Saketi-Bayah. Jepang menggunakan tahanan yang dipaksa kerja dan seperti dikirim ke neraka karena puluhan ribu jiwa melayang dalam proyek pembangunan jalur kereta api tersebut. Jalur kereta api di dua wilayah Indonesia itu tak lagi bersisa, seperti juga tragedi kekejaman Jepang yang seakan terlupakan.
Meski lok uap ini dijadikan cagar budaya, sayangnya lebih banyak orang yang tak tahu akan keberadaannya. Bahkan banyak orang tak tahu ada jalur kereta api Muaro Sijunjung-Pekanbaru. Lokasi cagar budaya berupa sisa lok uap di Muaro juga jadi salah satu kendala, yaitu di hutan Sumatera, meski panoramanya indah, dengan jalanan di sepanjang aliran sungai Batang Kuantan, tapi tak ada penanda yang menunjukkan arah lokasi.
Lokasi lok uap sisa jalur maut Sumatera itu ada di Jorong Silukah Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung. Lokomotif uap itu ditemukan masyarakat Silukah pada tahun 1980 saat pembuatan jalan darat dari Silokek ke Durian Gadang dan terus ke Tapus.
Selain di Silukah, jalur kereta api itu juga melewati Silokek, di mana romusha yang baru didatangkan dari Jawa, diturunkan di daerah Ngalau Cigak Nagari Silokek. Di sepanjang jalur Silukah-Silokek inilah terdapat kuburan masal dari ribuan bahkan puluhan ribu romusha. Silokek kini jadi tempat wisata karena pemandangannya.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
[/spoiler]
Sumber
Posts: 214
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
6
12-01-2010, 11:31 AM
(This post was last modified: 12-01-2010, 11:39 AM by Yulianto cc.)
Kereta Dilempari Batu, Puluhan Penumpang Luka
Selasa, 12 Januari 2010 | 09:49 WIB
SOLO, KOMPAS.com  Peristiwa pelemparan kereta api terjadi lagi. Kali ini menimpa kereta Gaya Baru jurusan Jakarta-Surabaya yang diberangkatkan pukul 12.20 dari Jakarta. Pada Selasa (12/1/2010) pukul 00.15, ketika sampai di Solo, tepatnya selepas Stasiun Jebres, kereta dilempari batu dan benda keras lain oleh sekelompok orang tak dikenal.
"Belum ada lima menit meninggalkan stasiun, saat kereta jalan pelan, tiba-tiba ada suara-suara keras, lalu kaca-kaca kereta pecah berantakan," ujar Marwan, salah seorang penumpang kereta ketika dihubungi Kompas.com, Selasa. "Setelah beberapa menit, lemparan mereda, tetapi banyak penumpang terluka. Ada yang terkena pecahan kaca, terlempar batu, bahkan terhantam potongan tegel."
Saat peristiwa terjadi, para penumpang segera merunduk. Terdengar jeritan di sana-sini. "Saya sampai ketakutan. Saya kira kereta mau ngguling (terguling). Suaranya seperti perang," kata Marwan. Mereka yang terluka kemudian dirawat setelah sampai Madiun.
Menurut beberapa saksi mata dan juga petugas kereta, para penyerang itu sebelumnya bersembunyi di sekitar jalur kereta. Mereka tiarap dan bangkit melempar batu ketika kereta yang terdiri atas 10 gerbong itu melintas perlahan.
Pada malam sebelumnya kereta yang sama mengangkut para pendukung tim sepak bola Persebaya Surabaya. Diduga serangan ini ada kaitannya dengan lewatnya para suporter itu.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
15-01-2010, 10:04 PM
(This post was last modified: 15-01-2010, 10:09 PM by animaX.)
Bank Jerman Pinjamkan 32,5 Juta Euro Perbaiki Rel Kereta di Jawa
Kamis, 14 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Jakarta -Bank pembangunan Jerman, KfW Bankengruppe memberikan pinjaman lunak senilai 32,5 juta euro atau sekitar Rp 439 miliar untuk perbaikan rel kereta api di pulau Jawa.
"Pinjaman itu dalam rangka kerja sama pembangunan Indonesia-Jerman," kata Direktur Kantor Perwakilan KfW di Jakarta, Björn Thies dalam siaran pers, Kamis (14/1).
Dia menjelaskan pinjaman itu diberikan Pemerintah Jerman kepada Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Perjanjiannya ditandatangani 17 Desember lalu.
Thies mengatakan Pemerintah Jerman berkepentingan untuk memperkuat sistem perkeretaapian di Indonesia. Hal itu penting untuk mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi.
Dengan pinjaman itu Kementerian Perhubungan bisa mengadakan peralatan mesin multiple tie tamping dan eskavator untuk memperbaiki rel. Fasilitas balai pemeliharaan juga akan ditingkatkan. Selain itu, Pemerintah Jerman akan menggelar pelatihan untuk melengkapi peralatan pemeliharaan.
Direktur Keselamatan dan Teknik Operasi Direktorat Jenderal Kereta Hermanto membenarkan pinjaman itu. Ia mengatakan track maintenance improvement program itu bertujuan untuk memperbaiki beberapa rel dan mesin di Pulau Jawa yang sudah tua.
"Hanya di Pulau Jawa, contohnya Daerah Operasi III Cirebon," ujarnya. Dia mengatakan dengan pinjaman itu, bisa mengganti 30 persen mesin-mesin tua yang ada saat ini.
Dia menambahkan pinjaman itu berjangka waktu tiga tahun. "Pemerintah akan melunasinya dengan dana anggaran pendapatan dan belanja negara," ujarnya.
|