Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Malioboro Ekspress (Yogyakarta [YK]- Malang [ML])
(02-11-2011, 02:04 PM)RINALDI Wrote: Andaikan terealisasi kereta Jogja-Malang, saya usul waktu berangkatnya pagi hari. Soalnya selama ini kalau mau ke Malang pake kereta, orang Jogja dan Solo harus berangkat dini hari.

sepertinya jalanya pagiNgeledek
Reply
Keretanya lebih baik campursari saja kayaknya seperti Malabar, agar semua yang punya pendapatan terakomodasi, atau K3 AC dan ekse, sekalian menghapuskan kelas 2, bilamana benar-benar terealisasi lintas Madiun-Solo semakin padat, daya tempuhnya semakin lama, seperti saat ini, dengan penambahan madiun jaya, senja kediri, malabar, sehingga terkena imbas pasti armada K3, selama belum dt, sebaiknya ditunda dulu, memaksimalkan armada kereta yang ada saja, serta memperbaiki daya tempuh di lintas Madiun-Solo. Jalan tol sebagai early warning system juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan, agar realisasi rencana ini keluar dengan mendekati kesempurnaan.
Reply
(01-11-2011, 03:00 PM)ardial Wrote: saya pikir akan sama saja dengan sancaka cuma bedanya kalau ud kertosono bakalan sama seperti senja kediri seperti kediri, ngunut, TA, BL dan ML

kalo menurut aq.... baiknya ngecer di lintas ML-KTS jadi berhenti di ML-Kepanjen-Blitar-TA-KD-KTS...
nah petak KTS-YK di loosss-kan aj ntar bagi petak tsb supaya dilayani KA yg udah ada macem Sancaka.............
[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
Armada Kereta Api Eksekutif dan Bisnis dari Malang Ditambah

TEMPO Interaktif, Surabaya - PT Kereta Api segera menambah armada kereta kelas eksekutif dan kelas bisnis untuk melayani penumpang dari Malang, Jawa Timur.

Humas PT KA Daerah Operasi VIII Surabaya, Sri Winarto, menjelaskan saat ini penumpang dari Malang hanya dilayani KA Malabar jurusan Bandung dan KA Gajayana jurusan Gambir, Jakarta.

Menurut Sri Winarto, untuk menambah armada kereta kelas eksekutif dan kelas bisnis segera dioperasikan satu kereta api yang melayani penumpang jurusan Yogyakarta. “Saat ini sedang dimatangkan pembahasannya di Markas Besar PT KA di Bandung. Dijadwalkan kereta api jurusan Malang-Yogyakarta itu mulai dioperasikan menjelang tahun baru 2012,” kata dia kepada Tempo, Senin 31 Oktober 2011.

Sri belum bisa menyebutkan nama kereta api jurusan Malang-Yogyakarta tersebut. Namun armadanya akan menggunakan rangkaian kereta api yang sebelumnya bernama KA Rajawali Pagi.

KA Rajawali Pagi yang dilengkapi dengan gerbong eksekutif dan bisnis yang melayani rute Stasiun Pasar Turi, Surabaya-Stasiun Tawang, Semarang, mulai Selasa besok, 1 November 2011, dihentikan operasionalnya karena terus merugi. “Kemungkinan KA Rajawali Pagi digeser ke Malang,” ujar Sri.

Penambahan armada kereta api yang berangkat dari Malang, kata Sri, karena potensi jumlah penumpangnya cukup tinggi.

Tingkat okupansi KA Malabar ataupun KA Gajayana rata-rata di atas 75 persen. Bahkan KA Malabar lebih sering mencapai 100 persen.

KA Malabar membawa empat rangkaian kereta kelas eksekutif dengan kapasitas 200 penumpang dan empat rangkaian kelas bisnis dengan 240 penumpang. Sedangkan KA Gajayana, kelas eksekutif membawa delapan gerbong dengan total penumpang 400 orang.
Reply
(01-11-2011, 09:43 AM)Toto Wrote: Apapun nama KA nya, semoga benar-benar cepat terealisasi.
Sekedar sumbangan pemikiran, ada baiknya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama juga dengan Dinas Pariwisata dan Pemda Malang - Jogja untuk mempromosikan KA ini. Selain itu, jangan lupakan juga para pelaku/ operator bisnis pariwisata. Selama ini banyak wisatawan dari Malang menuju Jogja dan sebaliknya.

Jadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) jangan selalu mengulang kesalahan yang berkali-kali terjadi, yakni menyelenggarakan angkutan KA jarak jauh tanpa promosi/ marketing yang memadai dengan melibatkan para pemangku kepentingan/stakeholders.

Sudahkah para pejabat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memikirkan hal yang kerap dilupakan seperti ini?

Salam Spoor,
setuju mas bro dab, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) jarang bikin publikasi, palingan cuma spanduk doang...
setelah 1 bulan ternyata okupasi dikit langsung ditutup....

kenapa bikin publikasinya ga nyewa mbak mbak SPG, nyebar brosur di kawasan rame kalo perlu menggratiskan angkutan selama beberapa waktu dengan tujuan masyarakat umum familiar gitu Big Grin
Reply
Repost.
[Image: Surya01.jpg]
[Image: Surya02.jpg]
Reply
30 persen pnumpang gajayana turun di yogya? wah dngan beroperasinya KA ML-YK ini apakah akan mempengaruhi okupansi gajayana yach Ngeledek
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
jalan siang hari, sperti dugaan gw, tinggal liat pemberangkatan pagi hari (pertama dalem hari itu) dari mana, karna kalo liat berita yg dirilis brarti rangkaiannya cuma 1 rangkaian ex rajawali 2 doank & artinya cuma 1 loop dalem sehari dg estimasi 1 trip 7 jam sperti gajayana

(18-11-2011, 12:24 AM)Adolph Wrote:
30 persen pnumpang gajayana turun di yogya? wah dngan beroperasinya KA ML-YK ini apakah akan mempengaruhi okupansi gajayana yach Ngeledek

bisa jadi ya bisa jadi ngga
kayak yg gw bilang diatas aja kang, tergantung pagi hari dia berangkatnya dari mana, kalo dari YK paginya & brangkat ML sore ya mempengaruhi, malah berebutan penumpang karna estimasi waktunya ga beda jauh sama keberangkatannya 31 dari ML, tapi kalo pagi dari ML & brangkat YK sore bakal aman2 aja, bahkan sangat laris manis bisa2 sbagai KA satu2nya, cuma masalahnya dipetak KTS-YK & sebaliknya ini, kalo terlalu bersandingan sama sancaka justru malah berebutan penumpang ngga itu yg dikhawatirin
kalo baca dengan seksama bahwa ide itu munculnya dari DAOP VIII kemungkinan besar artinya bakal dilaunching & diberangkatkan pagi hari dari ML kayak KA laennya saat launching
itu perkiraan gw si
Xie Xie
itu menurut gw si
Reply
(18-11-2011, 04:39 AM)Andrew_CN Wrote: jalan siang hari, sperti dugaan gw, tinggal liat pemberangkatan pagi hari (pertama dalem hari itu) dari mana, karna kalo liat berita yg dirilis brarti rangkaiannya cuma 1 rangkaian ex rajawali 2 doank & artinya cuma 1 loop dalem sehari dg estimasi 1 trip 7 jam sperti gajayana

(18-11-2011, 12:24 AM)Adolph Wrote:
30 persen pnumpang gajayana turun di yogya? wah dngan beroperasinya KA ML-YK ini apakah akan mempengaruhi okupansi gajayana yach Ngeledek

bisa jadi ya bisa jadi ngga
kayak yg gw bilang diatas aja kang, tergantung pagi hari dia berangkatnya dari mana, kalo dari YK paginya & brangkat ML sore ya mempengaruhi, malah berebutan penumpang karna estimasi waktunya ga beda jauh sama keberangkatannya 31 dari ML, tapi kalo pagi dari ML & brangkat YK sore bakal aman2 aja, bahkan sangat laris manis bisa2 sbagai KA satu2nya, cuma masalahnya dipetak KTS-YK & sebaliknya ini, kalo terlalu bersandingan sama sancaka justru malah berebutan penumpang ngga itu yg dikhawatirin
kalo baca dengan seksama bahwa ide itu munculnya dari DAOP VIII kemungkinan besar artinya bakal dilaunching & diberangkatkan pagi hari dari ML kayak KA laennya saat launching
itu perkiraan gw si
Xie Xie
itu menurut gw si

Waduh kenapa cuma pake 1 rangkaian bolak-balik yaHeran?tadinya aku pikir rangkaian ada dua jadi bisa berangkat pagi baik dari YK maupun ML. Rangkaian yang digunakan eks Rajawali 2 dan Harina pagi...Ternyata setelah liat potongan beritanya cuma mau pake 1 rangkaian...dan lagi kalo berangkat sore dari YK apa gak kemaleman sampe ML tuch?(asumsi YK-ML 7 jam dan perlu istirahat cukup rangkaian di spoor cuci YK).
Reply
(18-11-2011, 06:20 AM)aditnugie Wrote:
(18-11-2011, 04:39 AM)Andrew_CN Wrote: jalan siang hari, sperti dugaan gw, tinggal liat pemberangkatan pagi hari (pertama dalem hari itu) dari mana, karna kalo liat berita yg dirilis brarti rangkaiannya cuma 1 rangkaian ex rajawali 2 doank & artinya cuma 1 loop dalem sehari dg estimasi 1 trip 7 jam sperti gajayana

(18-11-2011, 12:24 AM)Adolph Wrote:
30 persen pnumpang gajayana turun di yogya? wah dngan beroperasinya KA ML-YK ini apakah akan mempengaruhi okupansi gajayana yach Ngeledek

bisa jadi ya bisa jadi ngga
kayak yg gw bilang diatas aja kang, tergantung pagi hari dia berangkatnya dari mana, kalo dari YK paginya & brangkat ML sore ya mempengaruhi, malah berebutan penumpang karna estimasi waktunya ga beda jauh sama keberangkatannya 31 dari ML, tapi kalo pagi dari ML & brangkat YK sore bakal aman2 aja, bahkan sangat laris manis bisa2 sbagai KA satu2nya, cuma masalahnya dipetak KTS-YK & sebaliknya ini, kalo terlalu bersandingan sama sancaka justru malah berebutan penumpang ngga itu yg dikhawatirin
kalo baca dengan seksama bahwa ide itu munculnya dari DAOP VIII kemungkinan besar artinya bakal dilaunching & diberangkatkan pagi hari dari ML kayak KA laennya saat launching
itu perkiraan gw si
Xie Xie

Waduh kenapa cuma pake 1 rangkaian bolak-balik yaHeran?tadinya aku pikir rangkaian ada dua jadi bisa berangkat pagi baik dari YK maupun ML. Rangkaian yang digunakan eks Rajawali 2 dan Harina pagi...Ternyata setelah liat potongan beritanya cuma mau pake 1 rangkaian...dan lagi kalo berangkat sore dari YK apa gak kemaleman sampe ML tuch?(asumsi YK-ML 7 jam dan perlu istirahat cukup rangkaian di spoor cuci YK).

kayaknya kalo nyuci & perawatan rangkaian si bakal dilakuin di ML gan, bunyi2nya dari berita itu paling di YK idle cuma 1-2 jam paling lama buat check lok & isi HSD, paling kalo gw pikir si dari YK nya antara 14.00-15.30 sampenya di ML paling antara 21.00-22.30 kayaknya ga mungkin lebi malem dari itu juga (peritungan gw pribadi)

kalo mau 2 rangkaian bisa dibilang ga da stocknya juga, karna harina siang ya 1 rangkaian sama harina malem (harina ya cuma punya 2 rangkaian itu baek dulu yg pagi atopun malem, rajawali aja skarang pake rangkaian harina yg di SMT, jadi ga bisa juga) justru malah kuatir dibilang sepi & akhirnya ditutup juga kayak yg baru2 dibunuh juga, soalnya kan kalo 2 loop dengan 2 rangkaian otomatis ada 1 trip nya yg dari ML siang jelang sore bertubrukan sama 3-4 KA laen dari timurnya, malabar, gajayana, senja ML, blom lagi kemungkinan sancaka.
qta liat aja pengaturannya sana gimana, tp kalo gw menempatkan diri di jajaran yg buat gapeka bakal gw taro jadwalnya bgitu
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)