Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Malioboro Ekspress (Yogyakarta [YK]- Malang [ML])
Baru saja mendapat telpon dari Harian Surya,
ditanya,
bagaimana kira-kira tanggapan masyarakat nanti,
dengan akan dibukanya relasi Malang - Yogya ?
Apakah saya juga sertuju ?
[ Malioboro Ekspres ? ]
Juga dengan ditutupnya beberapa relasi yang lain,
bagaimana tanggapan saya ?

Ya seperti Malabar yang laris manis,
semoga Malang - Yogya, juga akan laris manis !
Paling tidak, sekarang pulang kampung kedua, jadi lebih murah
dibanding naik Gajayana., ha..ha..

Ada alternatif bagi masyarakat kedua kota,
tinggal mau naik Gajah, atau Malabar,
dan sepertinya, nanti relasi ini, karena dikhususkan
untuk kedua kota, tarifnya lebih murah lagi [?].

Seperti Surabaya - Yogya yang ada Sancaka,
jika nanti sudah terealisasi, alangkah enaknya.
Menurut para punggawa tasiun, sepertinya secepatnya
untuk segera dijalankan jalur gemuk ini.

Hanya jarak tempuh, yang jika ditarik garis lurus pada peta,
dengan SUB - YK,
untuk ML - YK, akan lebih lama lagi.
Yang saya impikan adalah dibukanya jalur baru
dari Tulungagung ke Madiun, tanpa memutar ke Kertosono.
Pasti untuk semua kereta dari Malang
yang akan ke Jakarta atau Semarang, akan jauh lebih cepat.

Mengenai ditutupnya beberapa kereta,
sudah barang tentu, semua masyarakat pasti kecewa.
Bukankah lebih enak,
semua lintasan ada kereta yang dapat
dijadikan pilihan,
demikian saya tadi menjawabnya.

Tetapi kita juga harus realistis,
jika oleh pengelolanya dianggap merugikan,
mau bagaimana lagi.....
Sedih
Reply
(30-10-2011, 10:27 AM)b450ri7 Wrote: Usul: Nama KA relasi Ml-YK kita kasih KA MAYA (MALANG YOGYA), biar terkenal keelokan dari dua kota ini... oye??Lagian beberapa kereta di ML kan diambil dri singkatan kota. MATARMAJA: MALANG BLITAR MADIUN JAKARTA ; MALABAR: MALANG BANDUNG RAYA

jangan dikasi nama 'maya'
nanti yg ada malah cuma berjalan di dunia maya
Ngakak
lebi baek kasi nama klasik aja yg emank terkenal diantara kdua kota besar tujuan akhir KA ini, jangan cuma nama2 kecil kayak gajah wong lagi, perlu sesuatu yg lebi besar untuk menggebrak image nya
Reply
(29-10-2011, 10:45 AM)yantasu_indonesia Wrote: KAI Buka Jurusan Malang-Jogja
Selasa, 25 Oktober 2011 15:15
SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghentikan operasional KA Rajawali dan KA Harina, per 1 Nopember mendatang. Kedua KA ini kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung dibukanya jurusan baru yaitu Malang-Jogjakarta.
Hal di atas diungkapkan Sri Winarto, Kepala Humas KAI Daops VIII Surabaya kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Pasti. Kedua KA akan ditutup dan kedua armadanya akan dimanfaatkan untuk pembukaan jalur baru Malang-Jogja,’’ tandas Winarto.
Dikatakan dia, manajemen KAI dengan sangat terpaksa menutup KA Rajawali yang beroperasional di jalur Surabaya-Semarang. Karena load factor (daya angkut) KA Rajawali tidak sesuai dengan target yang diharapkan manajemen. Sebaliknya, justru kerugian terus mendera KAI.
Kondisi serupa, lanjut dia, juga diberlakukan untuk KA Harina yang beroperasional di rel Bandung-Semarang. Bahkan, load factor-nya jauh lebih buruk dibanding KA Rajawali. Tapi, berapa nilai kerugian yang ditanggung selama kedua KA dioperasikan, tidak ada jawaban pasti.
‘’Bukan wewenang saja. Yang boleh menyebutkan angka kerugian hanya pusat (KAI Bandung). Tapi, kalau tidak rugi tentu tidak mungkin kita tutup,’’ katanya dengan menyebut pangsa pasar penumpang untuk kedua KA ternyata jauh dari harapan.
Tentang pembukaan jalur baru Malang-Jogja, Sri menyebutkan, tim khusus di KAI Pusat tengah mematangkan rencana pembukaan jalur gemuk ini. Jika tidak ada halangan, tahun 2011 ini juga, KA yang namanya belum ditentukan tersebut sudah dioperasikan.
‘’Pasarnya sangat siap. Pasarnya cukup gemuk. Tim sekarang masih merampungkan laporannya terkait jurusan baru tadi. Kalau namanya masih belum ditentukan. Biasanya, nama itu ditentukan mendekati hari-hari operasional,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post di Daops VII Surabaya menunjukkan, KA Rajawali ditutup sesuai SK Direksi PT KA No: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011. Padahal, KA Rajawali baru diluncurkan ke public 12 Pebruari 2011 lalu.
Selama ini, KA Rajawali diperkuat dengan tiga gerbong eksekutif dan tiga gerbong bisnis. KA ini dimaksudkan untuk menambah pelayanan KA Rajawali Sore yang telah ada sebelumnya. ‘’Ternyata KA Rajawali pagi tidak laku, sejak dioperasionalkan delapan bulan lalu, kursinya hanya laku seprohnya saja,’’ kata Sri.
Seharusnya dengan kekuatan tiga gerbong eksekutif, KA ini mampu menampung sebanyak 150 penumpang kelas eksekutif ditambah tiga gerbong bisnis yang berkapasitas 180 penumpang kelas bisnis. Tapi dari kedua kelas itu penumpangnya tiap hari tidak sampai 150 orang.
Awalnya gerbong KA Rajawali jumlahnya delapan unit yaitu empat esksekutif dan empat bisnis. Karena sepi masing-masing kelas dikurangi satu gerbong. Sampai-sampai agar masyarakat tertarik KAI hanya menjual tiket seharga Rp 120 ribu – Rp 200 ribu untuk eksekutif. Dan kelas bisnis harga separohnya.
‘’Hari ini (kemarin) kita masih melayani penjualan karcis. Karena operasionalnya baru tutup 1 November nanti,’’ pungkasnya dengan mengatakan sejak 24 Oktober lalu dihentikan juga KA Pandan Wangi Semarang-Solo. (has)[Image: overstappen.png]
(29-10-2011, 10:45 AM)yantasu_indonesia Wrote: KAI Buka Jurusan Malang-Jogja
Selasa, 25 Oktober 2011 15:15
SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghentikan operasional KA Rajawali dan KA Harina, per 1 Nopember mendatang. Kedua KA ini kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung dibukanya jurusan baru yaitu Malang-Jogjakarta.
Hal di atas diungkapkan Sri Winarto, Kepala Humas KAI Daops VIII Surabaya kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Pasti. Kedua KA akan ditutup dan kedua armadanya akan dimanfaatkan untuk pembukaan jalur baru Malang-Jogja,’’ tandas Winarto.
Dikatakan dia, manajemen KAI dengan sangat terpaksa menutup KA Rajawali yang beroperasional di jalur Surabaya-Semarang. Karena load factor (daya angkut) KA Rajawali tidak sesuai dengan target yang diharapkan manajemen. Sebaliknya, justru kerugian terus mendera KAI.
Kondisi serupa, lanjut dia, juga diberlakukan untuk KA Harina yang beroperasional di rel Bandung-Semarang. Bahkan, load factor-nya jauh lebih buruk dibanding KA Rajawali. Tapi, berapa nilai kerugian yang ditanggung selama kedua KA dioperasikan, tidak ada jawaban pasti.
‘’Bukan wewenang saja. Yang boleh menyebutkan angka kerugian hanya pusat (KAI Bandung). Tapi, kalau tidak rugi tentu tidak mungkin kita tutup,’’ katanya dengan menyebut pangsa pasar penumpang untuk kedua KA ternyata jauh dari harapan.
Tentang pembukaan jalur baru Malang-Jogja, Sri menyebutkan, tim khusus di KAI Pusat tengah mematangkan rencana pembukaan jalur gemuk ini. Jika tidak ada halangan, tahun 2011 ini juga, KA yang namanya belum ditentukan tersebut sudah dioperasikan.
‘’Pasarnya sangat siap. Pasarnya cukup gemuk. Tim sekarang masih merampungkan laporannya terkait jurusan baru tadi. Kalau namanya masih belum ditentukan. Biasanya, nama itu ditentukan mendekati hari-hari operasional,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post di Daops VII Surabaya menunjukkan, KA Rajawali ditutup sesuai SK Direksi PT KA No: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011. Padahal, KA Rajawali baru diluncurkan ke public 12 Pebruari 2011 lalu.
Selama ini, KA Rajawali diperkuat dengan tiga gerbong eksekutif dan tiga gerbong bisnis. KA ini dimaksudkan untuk menambah pelayanan KA Rajawali Sore yang telah ada sebelumnya. ‘’Ternyata KA Rajawali pagi tidak laku, sejak dioperasionalkan delapan bulan lalu, kursinya hanya laku seprohnya saja,’’ kata Sri.
Seharusnya dengan kekuatan tiga gerbong eksekutif, KA ini mampu menampung sebanyak 150 penumpang kelas eksekutif ditambah tiga gerbong bisnis yang berkapasitas 180 penumpang kelas bisnis. Tapi dari kedua kelas itu penumpangnya tiap hari tidak sampai 150 orang.
Awalnya gerbong KA Rajawali jumlahnya delapan unit yaitu empat esksekutif dan empat bisnis. Karena sepi masing-masing kelas dikurangi satu gerbong. Sampai-sampai agar masyarakat tertarik KAI hanya menjual tiket seharga Rp 120 ribu – Rp 200 ribu untuk eksekutif. Dan kelas bisnis harga separohnya.
‘’Hari ini (kemarin) kita masih melayani penjualan karcis. Karena operasionalnya baru tutup 1 November nanti,’’ pungkasnya dengan mengatakan sejak 24 Oktober lalu dihentikan juga KA Pandan Wangi Semarang-Solo. (has)

apakah temen2 ada info lain?Bingung

walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir Bethe
Reply
(31-10-2011, 07:43 AM)kabei Wrote: walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir Bethe
ane malah belum pernah naik sama sekali Nangis
[Image: overstappen.png]
(31-10-2011, 04:35 AM)Andrew_CN Wrote:
(30-10-2011, 10:27 AM)b450ri7 Wrote: Usul: Nama KA relasi Ml-YK kita kasih KA MAYA (MALANG YOGYA), biar terkenal keelokan dari dua kota ini... oye??Lagian beberapa kereta di ML kan diambil dri singkatan kota. MATARMAJA: MALANG BLITAR MADIUN JAKARTA ; MALABAR: MALANG BANDUNG RAYA

jangan dikasi nama 'maya'
nanti yg ada malah cuma berjalan di dunia maya
Ngakak
lebi baek kasi nama klasik aja yg emank terkenal diantara kdua kota besar tujuan akhir KA ini, jangan cuma nama2 kecil kayak gajah wong lagi, perlu sesuatu yg lebi besar untuk menggebrak image nya

bagaimana klo dikasih nama tumapel Playboy, itung2 menghidupkan lagi nama "legendari"s ini...
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
(31-10-2011, 07:43 AM)kabei Wrote:
(29-10-2011, 10:45 AM)yantasu_indonesia Wrote: KAI Buka Jurusan Malang-Jogja
Selasa, 25 Oktober 2011 15:15
SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghentikan operasional KA Rajawali dan KA Harina, per 1 Nopember mendatang. Kedua KA ini kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung dibukanya jurusan baru yaitu Malang-Jogjakarta.
Hal di atas diungkapkan Sri Winarto, Kepala Humas KAI Daops VIII Surabaya kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Pasti. Kedua KA akan ditutup dan kedua armadanya akan dimanfaatkan untuk pembukaan jalur baru Malang-Jogja,’’ tandas Winarto.
Dikatakan dia, manajemen KAI dengan sangat terpaksa menutup KA Rajawali yang beroperasional di jalur Surabaya-Semarang. Karena load factor (daya angkut) KA Rajawali tidak sesuai dengan target yang diharapkan manajemen. Sebaliknya, justru kerugian terus mendera KAI.
Kondisi serupa, lanjut dia, juga diberlakukan untuk KA Harina yang beroperasional di rel Bandung-Semarang. Bahkan, load factor-nya jauh lebih buruk dibanding KA Rajawali. Tapi, berapa nilai kerugian yang ditanggung selama kedua KA dioperasikan, tidak ada jawaban pasti.
‘’Bukan wewenang saja. Yang boleh menyebutkan angka kerugian hanya pusat (KAI Bandung). Tapi, kalau tidak rugi tentu tidak mungkin kita tutup,’’ katanya dengan menyebut pangsa pasar penumpang untuk kedua KA ternyata jauh dari harapan.
Tentang pembukaan jalur baru Malang-Jogja, Sri menyebutkan, tim khusus di KAI Pusat tengah mematangkan rencana pembukaan jalur gemuk ini. Jika tidak ada halangan, tahun 2011 ini juga, KA yang namanya belum ditentukan tersebut sudah dioperasikan.
‘’Pasarnya sangat siap. Pasarnya cukup gemuk. Tim sekarang masih merampungkan laporannya terkait jurusan baru tadi. Kalau namanya masih belum ditentukan. Biasanya, nama itu ditentukan mendekati hari-hari operasional,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post di Daops VII Surabaya menunjukkan, KA Rajawali ditutup sesuai SK Direksi PT KA No: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011. Padahal, KA Rajawali baru diluncurkan ke public 12 Pebruari 2011 lalu.
Selama ini, KA Rajawali diperkuat dengan tiga gerbong eksekutif dan tiga gerbong bisnis. KA ini dimaksudkan untuk menambah pelayanan KA Rajawali Sore yang telah ada sebelumnya. ‘’Ternyata KA Rajawali pagi tidak laku, sejak dioperasionalkan delapan bulan lalu, kursinya hanya laku seprohnya saja,’’ kata Sri.
Seharusnya dengan kekuatan tiga gerbong eksekutif, KA ini mampu menampung sebanyak 150 penumpang kelas eksekutif ditambah tiga gerbong bisnis yang berkapasitas 180 penumpang kelas bisnis. Tapi dari kedua kelas itu penumpangnya tiap hari tidak sampai 150 orang.
Awalnya gerbong KA Rajawali jumlahnya delapan unit yaitu empat esksekutif dan empat bisnis. Karena sepi masing-masing kelas dikurangi satu gerbong. Sampai-sampai agar masyarakat tertarik KAI hanya menjual tiket seharga Rp 120 ribu – Rp 200 ribu untuk eksekutif. Dan kelas bisnis harga separohnya.
‘’Hari ini (kemarin) kita masih melayani penjualan karcis. Karena operasionalnya baru tutup 1 November nanti,’’ pungkasnya dengan mengatakan sejak 24 Oktober lalu dihentikan juga KA Pandan Wangi Semarang-Solo. (has)[Image: overstappen.png]
(29-10-2011, 10:45 AM)yantasu_indonesia Wrote: KAI Buka Jurusan Malang-Jogja
Selasa, 25 Oktober 2011 15:15
SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghentikan operasional KA Rajawali dan KA Harina, per 1 Nopember mendatang. Kedua KA ini kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung dibukanya jurusan baru yaitu Malang-Jogjakarta.
Hal di atas diungkapkan Sri Winarto, Kepala Humas KAI Daops VIII Surabaya kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Pasti. Kedua KA akan ditutup dan kedua armadanya akan dimanfaatkan untuk pembukaan jalur baru Malang-Jogja,’’ tandas Winarto.
Dikatakan dia, manajemen KAI dengan sangat terpaksa menutup KA Rajawali yang beroperasional di jalur Surabaya-Semarang. Karena load factor (daya angkut) KA Rajawali tidak sesuai dengan target yang diharapkan manajemen. Sebaliknya, justru kerugian terus mendera KAI.
Kondisi serupa, lanjut dia, juga diberlakukan untuk KA Harina yang beroperasional di rel Bandung-Semarang. Bahkan, load factor-nya jauh lebih buruk dibanding KA Rajawali. Tapi, berapa nilai kerugian yang ditanggung selama kedua KA dioperasikan, tidak ada jawaban pasti.
‘’Bukan wewenang saja. Yang boleh menyebutkan angka kerugian hanya pusat (KAI Bandung). Tapi, kalau tidak rugi tentu tidak mungkin kita tutup,’’ katanya dengan menyebut pangsa pasar penumpang untuk kedua KA ternyata jauh dari harapan.
Tentang pembukaan jalur baru Malang-Jogja, Sri menyebutkan, tim khusus di KAI Pusat tengah mematangkan rencana pembukaan jalur gemuk ini. Jika tidak ada halangan, tahun 2011 ini juga, KA yang namanya belum ditentukan tersebut sudah dioperasikan.
‘’Pasarnya sangat siap. Pasarnya cukup gemuk. Tim sekarang masih merampungkan laporannya terkait jurusan baru tadi. Kalau namanya masih belum ditentukan. Biasanya, nama itu ditentukan mendekati hari-hari operasional,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post di Daops VII Surabaya menunjukkan, KA Rajawali ditutup sesuai SK Direksi PT KA No: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011. Padahal, KA Rajawali baru diluncurkan ke public 12 Pebruari 2011 lalu.
Selama ini, KA Rajawali diperkuat dengan tiga gerbong eksekutif dan tiga gerbong bisnis. KA ini dimaksudkan untuk menambah pelayanan KA Rajawali Sore yang telah ada sebelumnya. ‘’Ternyata KA Rajawali pagi tidak laku, sejak dioperasionalkan delapan bulan lalu, kursinya hanya laku seprohnya saja,’’ kata Sri.
Seharusnya dengan kekuatan tiga gerbong eksekutif, KA ini mampu menampung sebanyak 150 penumpang kelas eksekutif ditambah tiga gerbong bisnis yang berkapasitas 180 penumpang kelas bisnis. Tapi dari kedua kelas itu penumpangnya tiap hari tidak sampai 150 orang.
Awalnya gerbong KA Rajawali jumlahnya delapan unit yaitu empat esksekutif dan empat bisnis. Karena sepi masing-masing kelas dikurangi satu gerbong. Sampai-sampai agar masyarakat tertarik KAI hanya menjual tiket seharga Rp 120 ribu – Rp 200 ribu untuk eksekutif. Dan kelas bisnis harga separohnya.
‘’Hari ini (kemarin) kita masih melayani penjualan karcis. Karena operasionalnya baru tutup 1 November nanti,’’ pungkasnya dengan mengatakan sejak 24 Oktober lalu dihentikan juga KA Pandan Wangi Semarang-Solo. (has)

apakah temen2 ada info lain?Bingung

walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir Bethe

yang ditutup kan cuma harina pagi dan rajawali pagi. jadi masih ada harina malam dan rajawali sore.Bye Bye
------------Hidupkan kembali Jalur Mati Kereta Api Pulau Jawa----------
Lok Merah Biru
Reply
Quote: walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir
setahu saya yang di stop hanya yang harina pagi saja karena okupansi tidak sesuai dengan yang di harapkan !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
(31-10-2011, 12:37 PM)dedy vh Wrote:
Quote: walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir
setahu saya yang di stop hanya yang harina pagi saja karena okupansi tidak sesuai dengan yang di harapkan !

Back to topic, Om...

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
(31-10-2011, 10:02 AM)Adolph Wrote:
(31-10-2011, 07:43 AM)kabei Wrote: walah harina mati sebelum tumbuh ternyata....
naik sekali pas lebaran sekaligus terakhir Bethe
ane malah belum pernah naik sama sekali Nangis
[Image: overstappen.png]
(31-10-2011, 04:35 AM)Andrew_CN Wrote:
(30-10-2011, 10:27 AM)b450ri7 Wrote: Usul: Nama KA relasi Ml-YK kita kasih KA MAYA (MALANG YOGYA), biar terkenal keelokan dari dua kota ini... oye??Lagian beberapa kereta di ML kan diambil dri singkatan kota. MATARMAJA: MALANG BLITAR MADIUN JAKARTA ; MALABAR: MALANG BANDUNG RAYA

jangan dikasi nama 'maya'
nanti yg ada malah cuma berjalan di dunia maya
Ngakak
lebi baek kasi nama klasik aja yg emank terkenal diantara kdua kota besar tujuan akhir KA ini, jangan cuma nama2 kecil kayak gajah wong lagi, perlu sesuatu yg lebi besar untuk menggebrak image nya

bagaimana klo dikasih nama tumapel Playboy, itung2 menghidupkan lagi nama "legendari"s ini...

bukannya Tumampel udah dioperasikan K3 ML-SB....???? selain Penataran kalo gag salah berangkat ML pagi.....
oh ya nimbrung nama kasih ja Airlangga express, atw Ken Dedes Express...???
[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
nama "tumapel" sudah gk dipake lagi sejak awal taun 2000an ato akhir 90an...cuma ada penataran
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
Nama belum bisa disebutkan...
Quote:Armada Kereta Api Eksekutif dan Bisnis dari Malang Ditambah
SENIN, 31 OKTOBER 2011 | 13:08 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya - PT Kereta Api segera menambah armada kereta kelas eksekutif dan kelas bisnis untuk melayani penumpang dari Malang, Jawa Timur.

Humas PT KA Daerah Operasi VIII Surabaya, Sri Winarto, menjelaskan saat ini penumpang dari Malang hanya dilayani KA Malabar jurusan Bandung dan KA Gajayana jurusan Gambir, Jakarta.

Menurut Sri Winarto, untuk menambah armada kereta kelas eksekutif dan kelas bisnis segera dioperasikan satu kereta api yang melayani penumpang jurusan Yogyakarta. “Saat ini sedang dimatangkan pembahasannya di Markas Besar PT KA di Bandung. Dijadwalkan kereta api jurusan Malang-Yogyakarta itu mulai dioperasikan menjelang tahun baru 2012,” kata dia kepada Tempo, Senin 31 Oktober 2011.

Sri belum bisa menyebutkan nama kereta api jurusan Malang-Yogyakarta tersebut. Namun armadanya akan menggunakan rangkaian kereta api yang sebelumnya bernama KA Rajawali Pagi.

KA Rajawali Pagi yang dilengkapi dengan gerbong eksekutif dan bisnis yang melayani rute Stasiun Pasar Turi, Surabaya-Stasiun Tawang, Semarang, mulai Selasa besok, 1 November 2011, dihentikan operasionalnya karena terus merugi. “Kemungkinan KA Rajawali Pagi digeser ke Malang,” ujar Sri.

Penambahan armada kereta api yang berangkat dari Malang, kata Sri, karena potensi jumlah penumpangnya cukup tinggi.

Tingkat okupansi KA Malabar ataupun KA Gajayana rata-rata di atas 75 persen. Bahkan KA Malabar lebih sering mencapai 100 persen.

KA Malabar membawa empat rangkaian kereta kelas eksekutif dengan kapasitas 200 penumpang dan empat rangkaian kelas bisnis dengan 240 penumpang. Sedangkan KA Gajayana, kelas eksekutif membawa delapan gerbong dengan total penumpang 400 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT KA menghentikan beroperasinya sejumlah armada kereta api karena terus merugi. Tingkat okupansi atau jumlah penumpang tidak sebanding dengan kapasitas yang disediakan (Baca Tempointeraktif Edisi Selasa, 25 Oktober 2011, PT Kereta Api Hentikan Operasional Tiga Armadanya).

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KA Nomor: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011, Kereta Api Rajawali Pagi jurusan Stasiun Pasar Turi, Surabaya, menuju Stasiun Tawang, Semarang, dan sebaliknya dihentikan operasionalnya mulai 1 November 2011.

Pada saat yang sama juga berhenti beroperasi Kereta Api Eksekutif Harina jurusan Bandung-Semarang. Sedangkan sebelumnya, yakni sejak Senin, 24 Oktober 2011, Direksi PT KA telah menghentikan operasi Kereta Api Ekonomi Pandan Wangi jurusan Semarang-Solo.

Kereta Api Rajawali Pagi yang mulai beroperasi sejak Sabtu, 12 Februari 2011, tingkat okupansinya di bawah 50 persen. Pada saat awal beroperasi KA Rajawali Pagi dilengkapi dengan empat gerbong kelas eksekutif dan empat gerbong kelas bisnis. Harga tiket yang dipatok untuk kelas eksekutif Rp 120 ribu hingga Rp 200 ribu, dan kelas bisnis Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu. Namun karena jumlah penumpang sedikit, jumlah gerbong dikurangi menjadi masing-masing tiga gerbong kelas eksekutif dan kelas bisnis.

Kapasitas penumpang juga berkurang. Kelas eksekutif terdiri dari 150 tempat duduk dan kelas bisnis 180 tempat duduk. Tapi jumlah penumpang tetap saja sedikit. Setiap hari rata-rata hanya terisi 150 penumpang kelas eksekutif ataupun bisnis.

Hal yang sama dialami KA Harina dan KA Pandanwangi, sehingga juga dihentikan operasionalnya.

FATKHURROHMAN TAUFIQ
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)