Posts: 122
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
3
ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
[/quote]
biar aku bantu menjawab pertanyaannya :
1. rel di jalan wakhid hasyim itu terletak di sebelah timur jalan raya sekarang (yang sekarang menjadi jalur lambat)
2. untuk bekasnya sudah sulit untuk dilihat, karena sudah tertimbun aspal
3. bersatunya di stasiun jombang sekarang (bersatu dengan jalur 1 di sta jombang), jalur yang sebelum melintasi jalan raya sekarang sudah tertutup ruko sebelah timur sta utara rel, namun masih biosa diraba dengan melihat lengkungan khas rel pada utara stasiun
4. (maaf saya gag mudeng sama maksud pertanyaan yang no 4  )
semoga membantu......
dan monggo kalau ada koreksi untuk saling melengkapi.......

Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
wah keliru mas 2 sekalian.
jalur rel justru ada di sebelah barat jl. wakhid hasyim. setelah dari jombangkota, rel masuk menembus kawasan ringin contong. dulu saya ingat sekali ringin contong ada 2 pintu gebangnya untuk keluar/masuk kereta. rel menyusur jl wahid hasyim di sebelah barat, bukan di jalur lambatnya. kalau tidak percaya, silahkan cari disekitar kebon rojo, itu ada beberapa besi patok rel yang tersisa. juga ada sisa2 rambu2 perlintasan jalan rel di beberapa jalan yang ada di sisi barat jl wahid hasyim.
rel masuk stasiun jombang tepat di sekitar parkiran sepeda motor sekarang, bukan di sebelah timur-utara nya. coba cari sekitaran situ pasti ada bekas wesel yang dibongkar.
jadi, dulu itu jalur ini benar2 eksotik. karena sepanjang stasiun jombang yang sekarang, sampai ringin contong, relnya persis seperti rel trem di solo, berada ditepi jalan raya. dan yang membuat unik, relnya ada gongsolnya seperti di perlintasan jalan rel.
sayang dulu saya masih kecil klas 3 sd waktu lihat jalur mati ini masih kelihatan. jadi tidak punya pikiran untuk dokumentasi.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 129
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
2
(30-08-2012, 05:49 AM)gerbong maud... Wrote: ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
biar aku bantu menjawab pertanyaannya :
1. rel di jalan wakhid hasyim itu terletak di sebelah timur jalan raya sekarang (yang sekarang menjadi jalur lambat)
2. untuk bekasnya sudah sulit untuk dilihat, karena sudah tertimbun aspal
3. bersatunya di stasiun jombang sekarang (bersatu dengan jalur 1 di sta jombang), jalur yang sebelum melintasi jalan raya sekarang sudah tertutup ruko sebelah timur sta utara rel, namun masih biosa diraba dengan melihat lengkungan khas rel pada utara stasiun
4. ( maaf saya gag mudeng sama maksud pertanyaan yang no 4  )
semoga membantu......
dan monggo kalau ada koreksi untuk saling melengkapi.......
 
[/quote]
coba liat gambar terakhir yg dr google earth itu deh, apakah rel itu berakhir di PG jombang baru? karena setelah pabrik suudah tidak ada lagi bekas rel..
Posts: 182
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
13
01-09-2012, 02:52 AM
(This post was last modified: 01-09-2012, 03:05 AM by bad_boy.)
arek surokerto Wrote:ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
gerbong maud... Wrote:ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
biar aku bantu menjawab pertanyaannya :
1. rel di jalan wakhid hasyim itu terletak di sebelah timur jalan raya sekarang (yang sekarang menjadi jalur lambat)
2. untuk bekasnya sudah sulit untuk dilihat, karena sudah tertimbun aspal
3. bersatunya di stasiun jombang sekarang (bersatu dengan jalur 1 di sta jombang), jalur yang sebelum melintasi jalan raya sekarang sudah tertutup ruko sebelah timur sta utara rel, namun masih biosa diraba dengan melihat lengkungan khas rel pada utara stasiun
4. (maaf saya gag mudeng sama maksud pertanyaan yang no 4 )
semoga membantu......
dan monggo kalau ada koreksi untuk saling melengkapi.......

ady_mcady Wrote:wah keliru mas 2 sekalian.
jalur rel justru ada di sebelah barat jl. wakhid hasyim. setelah dari jombangkota, rel masuk menembus kawasan ringin contong. dulu saya ingat sekali ringin contong ada 2 pintu gebangnya untuk keluar/masuk kereta. rel menyusur jl wahid hasyim di sebelah barat, bukan di jalur lambatnya. kalau tidak percaya, silahkan cari disekitar kebon rojo, itu ada beberapa besi patok rel yang tersisa. juga ada sisa2 rambu2 perlintasan jalan rel di beberapa jalan yang ada di sisi barat jl wahid hasyim.
rel masuk stasiun jombang tepat di sekitar parkiran sepeda motor sekarang, bukan di sebelah timur-utara nya. coba cari sekitaran situ pasti ada bekas wesel yang dibongkar.
jadi, dulu itu jalur ini benar2 eksotik. karena sepanjang stasiun jombang yang sekarang, sampai ringin contong, relnya persis seperti rel trem di solo, berada ditepi jalan raya. dan yang membuat unik, relnya ada gongsolnya seperti di perlintasan jalan rel.
sayang dulu saya masih kecil klas 3 sd waktu lihat jalur mati ini masih kelihatan. jadi tidak punya pikiran untuk dokumentasi.
arek surokerto Wrote:coba liat gambar terakhir yg dr google earth itu deh, apakah rel itu berakhir di PG jombang baru? karena setelah pabrik suudah tidak ada lagi bekas rel..
Ane setuju banget sama mas ady_mcady. Eks rel BDSM berada di sebelah Barat Jalan K H Wahid Hasyim, dan rel BDSM tidak pernah menyebrang jalan raya K H Wahid Hasyim. Bekas railbednya sudah hilang, yang sekarang jadi trotoar. Katanya bokap ane yang semasa kecilnya di Jombang pun berkata begitu, bahwa relnya itu yang sekarang jadi trotoar. Relnya akhirnya lewat di sebelah Barat alun - alun Jombang, nyebrang jalur decauville Sf. Djombang, dan menjadi satu sama jalur spoor satu di Stasiun Djombang. Ini foto dari maps.kit.nl yang saya upload. Perhatikan peta baik2. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 merah merupakan jalur milik SS. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 kuning merupakan jalur KSM. Jalur BDSM yang ane tandai dengan titik2 biru tua. Rel2 lainnya merupakan jalur2 decauville milik Sf. Djombang.
[spoiler=Peta Jombang tahun 1940 diambil dari maps.kit.nl]
![[Image: 7901815748_92628c406e_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8318/7901815748_92628c406e_c.jpg) [/spoiler]
@ arek surokerto : Iya mas, cabang jalur BDSM selepas Stasiun Djombang Kotta kearah Ploso itu mentok didalam emplasemen PG Jombang, mengingat bahwa dahulu dibangunnya jalur2 trem itu sebagai angkutan komoditas gula. Di deket eks Stasiun Djombang Kotta, kalau ente lebih awas, semestinya ente masih bisa melihat eks rumah sinyal dan eks tiang2 kabel telegram.
ady_mcady Wrote:jalur rel justru ada di sebelah barat jl. wakhid hasyim. setelah dari jombangkota, rel masuk menembus kawasan ringin contong. dulu saya ingat sekali ringin contong ada 2 pintu gebangnya untuk keluar/masuk kereta. rel menyusur jl wahid hasyim di sebelah barat, bukan di jalur lambatnya. kalau tidak percaya, silahkan cari disekitar kebon rojo, itu ada beberapa besi patok rel yang tersisa. juga ada sisa2 rambu2 perlintasan jalan rel di beberapa jalan yang ada di sisi barat jl wahid hasyim.
Dimananya Kebon Rojo mas? Kok ane sudah bolak balik ke Kebon Rojo di Jombang tapi kok ga nemu bekas2 rel ya? Ane juga sudah bolak balik lewat Jalan K H Wahid Hasyim kok ga nemu satupun rambu eks PJL? Kalau ada bekas rel atau rambu PJL, mohon di upload fotonya ya.
arek surokerto Wrote:dari sudut pandang yg berbeda
[spoiler]
[/spoiler]
Weeeww, sudah ada patok lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero).  Dulu tahun 2010 waktu ane mblusukan kesitu belum ada tuh patok penanda bahwa lahan tsb. milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kalau eks Stasiun DJombang Kotta beserta rumah sinyalnya, apa juga sudah ada patok/plang penanda bahwa lahan tsb. milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mas arek surokerto?
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!
Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(01-09-2012, 02:52 AM)bad_boy Wrote: Ane setuju banget sama mas ady_mcady. Eks rel BDSM berada di sebelah Barat Jalan K H Wahid Hasyim, dan rel BDSM tidak pernah menyebrang jalan raya K H Wahid Hasyim. Bekas railbednya sudah hilang, yang sekarang jadi trotoar. Katanya bokap ane yang semasa kecilnya di Jombang pun berkata begitu, bahwa relnya itu yang sekarang jadi trotoar. Relnya akhirnya lewat di sebelah Barat alun - alun Jombang, nyebrang jalur decauville Sf. Djombang, dan menjadi satu sama jalur spoor satu di Stasiun Djombang. Ini foto dari maps.kit.nl yang saya upload. Perhatikan peta baik2. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 merah merupakan jalur milik SS. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 kuning merupakan jalur KSM. Jalur BDSM yang ane tandai dengan titik2 biru tua. Rel2 lainnya merupakan jalur2 decauville milik Sf. Djombang.
[spoiler=Peta Jombang tahun 1940 diambil dari maps.kit.nl]
[/spoiler]
mas adit, bukankah relnya ada di sebelah timur alun2 ya? kalo lewatnya disebelah barat, dekat sisi masjid jamik kok kayaknya nggak mungkin deh. seingat saya dulu, relnya dari jl wahid hasyim terus mengarah ke tasiun nggak belok ke alun2. lalu masuk tasiun jombang langsung masuk jalur 1. kalo ditarik ancer2 nya ya dekat parkiran/titipan sepeda yang sekarang itu. masuknya juga dari arah timur bukan dari arah barat tasiun.
(01-09-2012, 02:52 AM)bad_boy Wrote: Dimananya Kebon Rojo mas? Kok ane sudah bolak balik ke Kebon Rojo di Jombang tapi kok ga nemu bekas2 rel ya? Ane juga sudah bolak balik lewat Jalan K H Wahid Hasyim kok ga nemu satupun rambu eks PJL? Kalau ada bekas rel atau rambu PJL, mohon di upload fotonya ya.
hehehe, ya bukan didalam kebon rojo nya mas. maksud saya, di pinggir jalan wahid hasyim sekitaran kebon rojo. itu kalo nggak salah masih ada patok kecil bekas milepost yang menyembul dari dekat trotoar/aspal.
saya malah tertarik dengan daftar stasiun2 BDSM di halaman2 depan thread ini. karena ada info mengenai adanya 1 stasiun/halte antara st. jombang SS dengan jombangkota. kalo di daftarnya didepan namanya halte jombang. saya nggak tahu dimana ancer2nya. apakah di sekitaran kebon rojo? masih saya cari2 infonya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 182
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
13
01-09-2012, 07:37 AM
(This post was last modified: 01-09-2012, 07:44 AM by bad_boy.)
ady_mcady Wrote:mas adit, bukankah relnya ada di sebelah timur alun2 ya? kalo lewatnya disebelah barat, dekat sisi masjid jamik kok kayaknya nggak mungkin deh. seingat saya dulu, relnya dari jl wahid hasyim terus mengarah ke tasiun nggak belok ke alun2. lalu masuk tasiun jombang langsung masuk jalur 1. kalo ditarik ancer2 nya ya dekat parkiran/titipan sepeda yang sekarang itu. masuknya juga dari arah timur bukan dari arah barat tasiun.
saya malah tertarik dengan daftar stasiun2 BDSM di halaman2 depan thread ini. karena ada info mengenai adanya 1 stasiun/halte antara st. jombang SS dengan jombangkota. kalo di daftarnya didepan namanya halte jombang. saya nggak tahu dimana ancer2nya. apakah di sekitaran kebon rojo? masih saya cari2 infonya.
Memang relnya ga lewat disebelahnya Masjid Jamik tapi disebelahnya alun2. Itu relnya terus menyusur Jalan K H Wahid Hasyim lalu belok dan bercabang ke spoor 1 Stasiun Jombang. Ane ga bilang kalau relnya belok dan lewat di sebelah Masjid Jamik. Coba lihat lagi peta yang ane post.
1 stasiun/halte diantara Stasiun Djombang Kotta sama Stasiun Djombang itu bukan halte atau stasiun melainkan stopplaats, yang berarti berhenti jika dibutuhkan. KAnya berhenti jika ada penumpang akan naik/turun dari KA. Jika tidak ada, maka tempat tersebut hanya akan dilewati. Kalau ancer2nya ane kurang tau, maaf.
arek surokerto Wrote:untuk mempermudah gambaran dari hasil mblusukan saya mulai gambar 1-12 maka akan kita coba lihat dari atas dengan bantuan google earth.
[spoiler]
[/spoiler]
Petak diantara 7 dan 8, itu bukan kemungkinan letak Stasiun Djombang Kotta lagi tetapi memang iya, disitulah letak Stasiun Djombang Kotta. Bangunan induk stasiunnya masih ada, dan sekarang dimanfaatkan jadi kios buah2an. Coba mas arek_surokerto lihat2 lagi di daerah situ. Masih ada kok bangunannya, cuma agak susah aja mendeteksinya soalnya nyempil di tengah2 kios pasar.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!
Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
jalur ex BDSM antara jombang SS dengan jombangkota memang sangat eksotik. tidak hanya jalurnya yang ada dijalan raya mirip trem, tapi saat jalur ini masuk menembus ringin contong itu juga dramatis banget. itu belum jalur setelah jombangkota arah ploso, yang persis ada diapit jalan dan kali kecil. bagus sekali viewnya kalau seandainya jalur ini hidup.
sama dramatisnya dengan jalur trem ex MSM di malang yang masuk ke tengah alun2 kota, atau jalur ex OJS yang ada ditengah2 median jalan di surabaya.
orang2 eropa kalau membangun tatakota dan jaringan transportasinya memang bagus2 dan estetika seninya patut diacungi jempol.
(01-09-2012, 07:37 AM)bad_boy Wrote: 1 stasiun/halte diantara Stasiun Djombang Kotta sama Stasiun Djombang itu bukan halte atau stasiun melainkan stopplaats, yang berarti berhenti jika dibutuhkan. KAnya berhenti jika ada penumpang akan naik/turun dari KA. Jika tidak ada, maka tempat tersebut hanya akan dilewati. Kalau ancer2nya ane kurang tau, maaf. 
o, ternyata cuma setopan biasa. tiwas tak kira bekas tasiun atau halte kayak di bekas halte cukir itu.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 182
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
13
02-09-2012, 06:37 PM
(This post was last modified: 02-09-2012, 06:51 PM by bad_boy.)
Pertama, mohon maaf banget kepada om momod dan om mimin karena postingan ini repost banget. Foto2 yang dulu ane post itu sebenernya dari facebook ane, dan karena facebook ane error, maka foto2 yang ada di forum ini pun ikutan kehapus. Maka untuk itu ane posting ulang foto2 ane.
Melanjutkan postingan mas arek surokerto yang telah mengupload peta Google Earth diantara nomer 7 dan 8, yang menunjukkan (perkiraan) letak Stasiun Djombang Kotta, maka ane post disini.
Ini ex bangunan induk Stasiun Djombang Kotta (ditandai dengan panah kuning), yang sekarang jadi kios buah2an, tampak depan.
[spoiler]
![[Image: 7911388636_270fb6eee0.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8039/7911388636_270fb6eee0.jpg) [/spoiler]
Bangunan induk ex Stasiun Djombang Kotta, tampak belakang. Disinilah peron stasiun dahulunya dan emplasemen dimana penumpang pada menunggu untuk naik keatas gerbong trem atau turun dari gerbong trem.
[spoiler]
![[Image: 7912525372_730bb33959.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8038/7912525372_730bb33959.jpg) [/spoiler]
Ex rumah wesel (ditandai dengan panah kuning) yang nyempil diantara kios2 pasar beberapa meter disebelah bangunan induk Stasiun Djombang Kotta.
[spoiler]
![[Image: 7912523582_d89c496ee0.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8450/7912523582_d89c496ee0.jpg) [/spoiler]
Ex tiang2 kabel telegram (ditandai dengan 3 panah kuning) puluhan meter kearah Barat dari bangunan induk ex Stasiun Djombang Kotta. Ex tiang2 kabel telegram ini pun jaraknya cuma beberapa meter saja dari satu ke yang lain.
[spoiler]
![[Image: 7912526920_47d7166c96.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8451/7912526920_47d7166c96.jpg) [/spoiler]
ady_mcady Wrote:jalur ex BDSM antara jombang SS dengan jombangkota memang sangat eksotik. tidak hanya jalurnya yang ada dijalan raya mirip trem, tapi saat jalur ini masuk menembus ringin contong itu juga dramatis banget. itu belum jalur setelah jombangkota arah ploso, yang persis ada diapit jalan dan kali kecil. bagus sekali viewnya kalau seandainya jalur ini hidup.
bad_boy Wrote:1 stasiun/halte diantara Stasiun Djombang Kotta sama Stasiun Djombang itu bukan halte atau stasiun melainkan stopplaats, yang berarti berhenti jika dibutuhkan. KAnya berhenti jika ada penumpang akan naik/turun dari KA. Jika tidak ada, maka tempat tersebut hanya akan dilewati. Kalau ancer2nya ane kurang tau, maaf. 
o, ternyata cuma setopan biasa. tiwas tak kira bekas tasiun atau halte kayak di bekas halte cukir itu. 
Bukan setopan mas ady, tapi kayak gundukan trotoar kecil gitu, tanpa ada bangunan beratap. Kalaupun ada ya kayak gubug kecil aja. Itu namanya stopplaats.
Itu jalurnya kalau diterusin kearah Ploso, itu sebelum nyebrang kali nyebrang jalur decauville 700 mm. Kalau jalur decauvillenya milik PG mana ane kurang tahu. Kalau milik PG Jombang, kayaknya ga, soalnya kalau lihat di peta lama ga nyambung jalur decauville PG Jombang sama jalur decauville yang nyebrang dengan rel BDSM. Jadi ada kemungkinan bahwa itu jalur decauville miliknya PG yang sudah bangkrut yang kemudian lahan tebunya diakuisisi sama PG Jombang, dan akhirnya disambung dengan jalur decauvillenya PG Jombang. Tapi itu hanya analisa ane aja. Selebihnya ane kurang tahu.  Ntar deh ane post fotonya. Sayang jalur decauvillenya pun ikutan mati. Padahal pas ane masih kecil, di sekitar tahun 1994an, masih aktif tuh jalur decauvillenya.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!
Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Maaf kl oot...ane mau meluruskan aja...stopplaats itu artinya halte atau perhentian seperti perhentian gadobangkong di lintas aktif bd-pdl...dimana di stoplaats itu ka hanya berhenti jika ada penumpang yg naik atau turun...kl ga ada yg mau naik atau turun ya ka tsb melintas langsung...sedangkan disebut stasiun (station) jika ka wajib berhenti baik ada penumpang yg naik-turun atau tidak (dahulu waktu jaman ka uap masih jaya, ka berhenti di semua stasiun baik untuk naik turun penumpang maupun untuk menambah air dan/ atau bahan bakarnya)
Posts: 67
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
1
|