Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(25-12-2012, 04:31 PM)Warteg Wrote: ^^ .....
Yang simpel aja wong kursi roda untuk orang cacat juga gak setiap stasiun besar disediakan  
Mending kursi roda, Kang... Lha wong baby chair ajah jg nggak disediain koq... pdhal bayi jg kena charge 10%, kalo nunggu KA nya kelamaan kan bs digunakan fasilitas itu ya....
Posts: 78
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
0
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin hari semakin gila menentukan tarifnya, macam tarif pesawat aja tapi pelayanan sama aja, kereta tak terurus, bau, kapan bisa lihat rangkaian kereta yang benar2 bersih ? semakin hari semakin beralih ke lain hati ke moda lainnya
Posts: 18
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
0
(28-12-2012, 09:16 AM)mlente Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin hari semakin gila menentukan tarifnya, macam tarif pesawat aja tapi pelayanan sama aja, kereta tak terurus, bau, kapan bisa lihat rangkaian kereta yang benar2 bersih ? semakin hari semakin beralih ke lain hati ke moda lainnya
maaf, bisa disebutkan secara spesifik dan (≖᷆︵︣≖) kejadian itu terjadi di KA apa dan kapan ?. kalo anda hanya menyebutkan seperti itu tanpa bukti yang jelas itu bisa saya nilai bahwa anda sebenarnya adalah orang frustasi saja yang tidak kesampaian naik KA (karena anda sebut tarif makin 'gila' - menurut definisi anda), kemudian anda meluapkan kemarahan tidak bisa naik KA di forum bebas ini dan seolah-olah mengatasnamakan konsumen KA. kan sudah ada yang posting di thread ini tentang peraturan pedoman penentuan tarif KA dari kementrian perhubungan, anda baca dulu itu, jangan buru-buru langsung 'nyolot'.
petugas-petugas OTC (on trip cleaning) sudah menjaga kebersihan kereta dengan baik sekali, bahkan di kereta ekonomi sekalipun, sebagai bukti silahkan anda baca thread trip report 16 desember 2012 salah satu member forum ini melalui http://semboyan35.com/showthread.php?tid...#pid351164
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(28-12-2012, 09:36 AM)spoor_belok Wrote: (28-12-2012, 09:16 AM)mlente Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin hari semakin gila menentukan tarifnya, macam tarif pesawat aja tapi pelayanan sama aja, kereta tak terurus, bau, kapan bisa lihat rangkaian kereta yang benar2 bersih ? semakin hari semakin beralih ke lain hati ke moda lainnya
maaf, bisa disebutkan secara spesifik dan (≖᷆︵︣≖) kejadian itu terjadi di KA apa dan kapan ?. kalo anda hanya menyebutkan seperti itu tanpa bukti yang jelas itu bisa saya nilai bahwa anda sebenarnya adalah orang frustasi saja yang tidak kesampaian naik KA (karena anda sebut tarif makin 'gila' - menurut definisi anda), kemudian anda meluapkan kemarahan tidak bisa naik KA di forum bebas ini dan seolah-olah mengatasnamakan konsumen KA. kan sudah ada yang posting di thread ini tentang peraturan pedoman penentuan tarif KA dari kementrian perhubungan, anda baca dulu itu, jangan buru-buru langsung 'nyolot'.
petugas-petugas OTC (on trip cleaning) sudah menjaga kebersihan kereta dengan baik sekali, bahkan di kereta ekonomi sekalipun, sebagai bukti silahkan anda baca thread trip report 16 desember 2012 salah satu member forum ini melalui http://semboyan35.com/showthread.php?tid...#pid351164
Hmm, pengalaman naik eksekutif dan bisnis yang baru bisa diitung jari sih itungannya gak separah itu juga sih. KA Bima dan Gopar yang pernah saya naiki relatif bersih, OTC nya rajin bekerja. Untuk pengalaman KA Ekonomi, KA Brantas juga bisa dibilang bersih dan bagus banget, walaupun seinget saya OTC nya jarang sliweran. Kalo masalah rangkaian sih emang harus spesifik itu kereta apa, tanggal berapa. Soalnya kereta yang terawat baik masih banyak kok.
Ya kalo soal tarif yang terus naik tapi pelayanan tetap minimal, saya belum bisa komentar banyak. Tapi kayaknya memang bener sih, tarif naik tapi banyak fasilitas yang ditiadakan atau fasilitas standar minimal. Hahaha ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 78
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
0
29-12-2012, 08:36 PM
(This post was last modified: 29-12-2012, 08:41 PM by mlente.)
(28-12-2012, 09:36 AM)spoor_belok Wrote: (28-12-2012, 09:16 AM)mlente Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin hari semakin gila menentukan tarifnya, macam tarif pesawat aja tapi pelayanan sama aja, kereta tak terurus, bau, kapan bisa lihat rangkaian kereta yang benar2 bersih ? semakin hari semakin beralih ke lain hati ke moda lainnya
maaf, bisa disebutkan secara spesifik dan (≖᷆︵︣≖) kejadian itu terjadi di KA apa dan kapan ?. kalo anda hanya menyebutkan seperti itu tanpa bukti yang jelas itu bisa saya nilai bahwa anda sebenarnya adalah orang frustasi saja yang tidak kesampaian naik KA (karena anda sebut tarif makin 'gila' - menurut definisi anda), kemudian anda meluapkan kemarahan tidak bisa naik KA di forum bebas ini dan seolah-olah mengatasnamakan konsumen KA. kan sudah ada yang posting di thread ini tentang peraturan pedoman penentuan tarif KA dari kementrian perhubungan, anda baca dulu itu, jangan buru-buru langsung 'nyolot'.
petugas-petugas OTC (on trip cleaning) sudah menjaga kebersihan kereta dengan baik sekali, bahkan di kereta ekonomi sekalipun, sebagai bukti silahkan anda baca thread trip report 16 desember 2012 salah satu member forum ini melalui http://semboyan35.com/showthread.php?tid...#pid351164
ngga mampu ? oo jelas itu, karena hampir setiap minggu saya perjalanan keluar kota pp menggunakan kereta api bima atau gajayana dengan tarif yang semakin liar, kebersihan tidak hanya didalam kereta tapi juga diluar kereta, kedisiplinan juga hanya omong kosong, adakah yang benar2 menegur dan melarang bahkan menurunkan penumpang yang nekat merokok ? coba aja lihat di kereta makan, masih mau memungkiri ? apanya yang dikatakan bersih, disiplin ? lebih parah lagi di rangkaian kereta ekonomi, miris melihat kondisinya, ekonomi ac split harga ac central. heran aja saya dengan penghargaan dari aktivis anti tembakau yang diberikan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero), penilaian hanya berdasar stiker tanpa melihat kenyataan di lapangan
dan lagi,
untuk masalah tiket, saya salut dengan kemudahan yang diberikan untuk mendapatkan tiket, karena frekwensi keberangkatan saya yang hampir dipastikan setiap minggu jadi saya tidak perlu antri untuk beli tiket, namun.. ada namunnya, saran saja, untuk kode booking dibuat sistem barcode biar ketika tukar tiket bisa cepat tidak perlu nunggu lama operator yang ngetik pake 11 jari dan belum hafal susunan huruf harus bersusah payah mencari2 lokasi huruf, udah loket boarding cuma satu, ngetik lama, antrian panjang, cape deh
masih mau memungkiri ?
Posts: 327
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
5
nubie mohon ijin share........
tarif kereta api komersial (eksekutif, binis, ekonomi AC) dikenal istilah "harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu"....bs disimpulkan bahwa tarif bisa saja naik tp bs jg turun.......penyesuaian tarif pasti ada dasar dan perhitungannya terlebih dahulu.......
(29-12-2012, 08:36 PM)mlente Wrote: (28-12-2012, 09:36 AM)spoor_belok Wrote: (28-12-2012, 09:16 AM)mlente Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin hari semakin gila menentukan tarifnya, macam tarif pesawat aja tapi pelayanan sama aja, kereta tak terurus, bau, kapan bisa lihat rangkaian kereta yang benar2 bersih ? semakin hari semakin beralih ke lain hati ke moda lainnya
maaf, bisa disebutkan secara spesifik dan (≖᷆︵︣≖) kejadian itu terjadi di KA apa dan kapan ?. kalo anda hanya menyebutkan seperti itu tanpa bukti yang jelas itu bisa saya nilai bahwa anda sebenarnya adalah orang frustasi saja yang tidak kesampaian naik KA (karena anda sebut tarif makin 'gila' - menurut definisi anda), kemudian anda meluapkan kemarahan tidak bisa naik KA di forum bebas ini dan seolah-olah mengatasnamakan konsumen KA. kan sudah ada yang posting di thread ini tentang peraturan pedoman penentuan tarif KA dari kementrian perhubungan, anda baca dulu itu, jangan buru-buru langsung 'nyolot'.
petugas-petugas OTC (on trip cleaning) sudah menjaga kebersihan kereta dengan baik sekali, bahkan di kereta ekonomi sekalipun, sebagai bukti silahkan anda baca thread trip report 16 desember 2012 salah satu member forum ini melalui http://semboyan35.com/showthread.php?tid...#pid351164
ngga mampu ? oo jelas itu, karena hampir setiap minggu saya perjalanan keluar kota pp menggunakan kereta api bima atau gajayana dengan tarif yang semakin liar, kebersihan tidak hanya didalam kereta tapi juga diluar kereta, kedisiplinan juga hanya omong kosong, adakah yang benar2 menegur dan melarang bahkan menurunkan penumpang yang nekat merokok ? coba aja lihat di kereta makan, masih mau memungkiri ? apanya yang dikatakan bersih, disiplin ? lebih parah lagi di rangkaian kereta ekonomi, miris melihat kondisinya, ekonomi ac split harga ac central. heran aja saya dengan penghargaan dari aktivis anti tembakau yang diberikan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero), penilaian hanya berdasar stiker tanpa melihat kenyataan di lapangan
dan lagi,
untuk masalah tiket, saya salut dengan kemudahan yang diberikan untuk mendapatkan tiket, karena frekwensi keberangkatan saya yang hampir dipastikan setiap minggu jadi saya tidak perlu antri untuk beli tiket, namun.. ada namunnya, saran saja, untuk kode booking dibuat sistem barcode biar ketika tukar tiket bisa cepat tidak perlu nunggu lama operator yang ngetik pake 11 jari dan belum hafal susunan huruf harus bersusah payah mencari2 lokasi huruf, udah loket boarding cuma satu, ngetik lama, antrian panjang, cape deh
masih mau memungkiri ?
terima kasih telah menggunakan jasa kereta api......
ga bs dipungkiri klo emng masih ada beberapa kekurangan dalam hal pelayanan termasuk soal kebersihan, kenyamanan, ketepatan waktu dll.......pada dasarnya segala kebijakan diambil salah satunya demi kenyamanan penumpang.......apabila ada ketidaknyamanan dalam pelayanan, silakan sampaikan kepada manager on duty/ kru KA yg bertugas.......
terima kasih atas saran dan kritikannya, semoga kedepannya pelayanan bs lebih baik..........
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(29-12-2012, 08:36 PM)mlente Wrote: ngga mampu ? oo jelas itu, karena hampir setiap minggu saya perjalanan keluar kota pp menggunakan kereta api bima atau gajayana dengan tarif yang semakin liar, kebersihan tidak hanya didalam kereta tapi juga diluar kereta, kedisiplinan juga hanya omong kosong, adakah yang benar2 menegur dan melarang bahkan menurunkan penumpang yang nekat merokok ? coba aja lihat di kereta makan, masih mau memungkiri ? apanya yang dikatakan bersih, disiplin ? lebih parah lagi di rangkaian kereta ekonomi, miris melihat kondisinya, ekonomi ac split harga ac central. heran aja saya dengan penghargaan dari aktivis anti tembakau yang diberikan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero), penilaian hanya berdasar stiker tanpa melihat kenyataan di lapangan
dan lagi,
untuk masalah tiket, saya salut dengan kemudahan yang diberikan untuk mendapatkan tiket, karena frekwensi keberangkatan saya yang hampir dipastikan setiap minggu jadi saya tidak perlu antri untuk beli tiket, namun.. ada namunnya, saran saja, untuk kode booking dibuat sistem barcode biar ketika tukar tiket bisa cepat tidak perlu nunggu lama operator yang ngetik pake 11 jari dan belum hafal susunan huruf harus bersusah payah mencari2 lokasi huruf, udah loket boarding cuma satu, ngetik lama, antrian panjang, cape deh
masih mau memungkiri ?
Ketimbang mangkel dengan pelayanan a la PT. Kereta Api Indonesia (Persero), mending ndengerin lagu ini dulu Kang...
[spoiler=Mangga....] [/spoiler]
Posts: 404
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
Pengalaman saya beli tiket untuk bayi, setelah saya hitung membandingkan dengan harga tiket dewasa, ternyata harganya tidak pas 10%, terbukti waktu saya beli 2x untuk perjalanan SGU-KTS PP, untuk berangkat saya menggunakan GMBS dengan harga tiket dewasa 33.500 namun harga tiket untuk bayi = 4000 rupiah dan sebaliknya waktu pulang dari KTS saya membeli tiket bayi untuk naik logawa dimana harga tiketnya = 5.000 sedangkan untuk dewasa 40.500...kira2 ada yang tau gak perhitungannya gimana? karena secara perhitungan kasar saja itu sudah tidak 10%...
Mutiara Timur Ada Sejak Tahun 1972
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(08-01-2013, 08:59 AM)maspramono Wrote: Pengalaman saya beli tiket untuk bayi, setelah saya hitung membandingkan dengan harga tiket dewasa, ternyata harganya tidak pas 10%, terbukti waktu saya beli 2x untuk perjalanan SGU-KTS PP, untuk berangkat saya menggunakan GMBS dengan harga tiket dewasa 33.500 namun harga tiket untuk bayi = 4000 rupiah dan sebaliknya waktu pulang dari KTS saya membeli tiket bayi untuk naik logawa dimana harga tiketnya = 5.000 sedangkan untuk dewasa 40.500...kira2 ada yang tau gak perhitungannya gimana? karena secara perhitungan kasar saja itu sudah tidak 10%...
Hahaha, kalo yang ini sih termasuk salah satu akal-akalannya PT. Sepur mungkin mas,  mungkin mirip kasusnya dengan charge untuk mengganti harga tiket yang 10% dari jadwal, tapi di belakangnya ada asteriks nya, dengan tambahan keterangan: nilai dibulatkan ribuan ke atas. Jadinya kalo harganya 40.500, 10% nya ya bukan 4.050, melainkan 4.000. 10%++ berarti sebenarnya ini ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(08-01-2013, 08:59 AM)maspramono Wrote: Pengalaman saya beli tiket untuk bayi, setelah saya hitung membandingkan dengan harga tiket dewasa, ternyata harganya tidak pas 10%, terbukti waktu saya beli 2x untuk perjalanan SGU-KTS PP, untuk berangkat saya menggunakan GMBS dengan harga tiket dewasa 33.500 namun harga tiket untuk bayi = 4000 rupiah dan sebaliknya waktu pulang dari KTS saya membeli tiket bayi untuk naik logawa dimana harga tiketnya = 5.000 sedangkan untuk dewasa 40.500...kira2 ada yang tau gak perhitungannya gimana? karena secara perhitungan kasar saja itu sudah tidak 10%...
wah ini seh uda masuknya korupsi om, kalo mau dilaporin juga sebenarnya bisa, walawpun gada untungnya.... 
Kalo emang 10% ya 10% jangan ada embel2 laennya dan pake pembulatan ke atas gitu dong. kalo misal 33500 ya 3350, yang 50 pun entah gimana caranya pake permen kek kembaliannya ato apalah bisa pembulatan ke bawah semisal 3300.
kalo 10 orang aja ada yg bawa bayi, wah dalam sehari uda dpt tambahan berapa tuh si petugas tiket?
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
|