Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
In memoriam trek kota wingko sampai kota legen/tuak
#91
Numpang nanya Cak , jalur ini terakhir aktip tahun brapa ya , trus saat jlur ini masih aktip klo dilewati Lok BB 300 ataw BB 301 kuwat gak ya ?
Reply
#92
(05-01-2010, 08:07 PM)Kuro_boerno Wrote: Sedih ya kang liat bekas stasiun di jalur babat tuban ini ya kang kalau stasiun plumpang itu tepatnya dimana kang? Dan setelah plumpang stasiun apalagi kang?

Keadaan stasiun stasiun masih utuh semua tapi relnya dah pada hilang semua stasiun plumpang terletak dijalan raya rengel tuban yaitu arah pakah[tuban] bojonegoro dan kalau setelah stasiun plumpang adalah stasiun morosemo berjarak 5km dari arah plumpang disini mulai masuk area hutan jati sampai ke arah tuban dng jarak kira2 15km melewati hutan jati kemarin mau mblusukan ke morosemo.kepet. Dawung udah keduluan hujan lebat akhirnya pulang karena medannya udah mulai masuk hutan makanya gak ane teruskan karena takut petir dan sepedanya kembet kena lumpur
[Image: vh9piw.jpg]
(05-01-2010, 08:12 PM)BAMBANG EKO Wrote: Numpang nanya Cak , jalur ini terakhir aktip tahun brapa ya , trus saat jlur ini masih aktip klo dilewati Lok BB 300 ataw BB 301 kuwat gak ya ?

Sebelum wafat jalur ini pernah dilewati BB301 kang bambang dan jadi loko terakhir yg melintas dijalur ini dan resmi gak aktif tahun 1984
Reply
#93
Sayang kemarin ane masih ada kerjaan hingga tak dapat pulang ke jawa kang sebenarnya mau ikut blusukan. Lalu patok merah itu ada dimana aja kang?
Reply
#94

[Image: 10igbiw.jpg]patok merah seperti ini ada tiap 1km dan pengukuran kembali jalur ka babat tuban dilaksanakan 2 bulan yg lalu dan rupanya masyarakat sekitarnya sangat antusias jika jalur ini di aktifkan kembali
Reply
#95
(05-01-2010, 09:17 PM)Semutsdt Wrote: patok merah seperti ini ada tiap 1km dan pengukuran kembali jalur ka babat tuban dilaksanakan 2 bulan yg lalu dan rupanya masyarakat sekitarnya sangat antusias jika jalur ini di aktifkan kembali

yang bikin saya agak gusar mas, di sekitar stasiun tuban sekarang sudah ditumbuhi parasit2 yang berupa bangunan permanen, kalau memang pemerintah berencana mengaktifkan jalur ini kembali, apa tidak sebaiknya memberikan peringatan dini kepada penduduk sekitar, agar supaya bila sewaktu2 dilakukan pembangunan jalur ini, tidak terjadi hal2 yang tidak di inginkan Bethe
Reply
#96
Itu juga yang membuat saya pesimis karena kayaknya pemerintah terkesan membiarkan parasit tumbuh subur apa emang pemerintah juga turut andil dalam rangka tumbuh kembangnya parasit2 tsb hehehe
Reply
#97
Kalau di lihat dari peta tiap stasiun berarti jalur ini memutar kurang lebih 20km lebih jauh dari jalur jalan deandles ya kang semut
Reply
#98
Bener sekali jalur ini memutar jauh melewati area pedesaan dan ketemu dng jalur pantura antara petak morosemo dan kepet
Reply
#99
Klo jauh dari jalan Daendles kira2 potensi yg diangkut nanti ada gak ya ? kan memang dari jaman Belanda yg rame di jalur Anyer-Panarukan ,
semoga wacana cepat menjadi rencana dan berkembang menuju realisasi.
Reply
Kalau sebelum tahun 2009 jalan deandles yg berada di tuban tepatnya di petak widang compreng itu jalannya sempit dan tak ada bahu jalan sama sekali lha wong jalan raya dengan tanah sekitarnya tingginya 5meter dan rawan banjir kang bambang makanya konpeni melewatkan jalur memutar untuk menghindari hal hal yg tak diinginkan
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)