Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Aset ex Malang Stoomtram Maatschappij
#74
(05-10-2009, 03:53 PM)Penjelajah Wrote:
(04-10-2009, 05:06 PM)Toto Wrote: Pak Adif dan Pak Penjelajah yang terhormat

1) Berdasarkan penelusuran yang saya lakukan dan keterangan saksi-saksi, tram Malang sampai ke Singosari (Pabrik Kulit). Karanglo dulu merupakan salah satu halte dan dikenal dengan sebutan Halte Pasar Sore. Jadi trem tersebut tidak berhenti hingga Karanglo melainkan terus ke utara hingga Singosari. Keterangan terbaru tentang hal ini saya dapatkan dari saksi atas nama Pak Tomo, warga Lawang yang berusia 80 an tahun. Saya ketemu beliau ketika Bapak ini melihat evakuasi KA BBM di Lawang tanggal 24 September lalu. Di sebelah selatan Pabrik Kulit juga terdapat perumahan PT KA.

2) Stasiun Blimbing (Staatsporwegen) mulai berfungsi sebagai tempat bertukar lok pada tahun 1960 an. Sebelumnya Malang Stoomtram memiliki stasiun sendiri yang berlokasi 15 meter di Timur stasiun Blimbing SS itu. Saat ini bangunan stasiun trem relatif masih utuh dan dijadikan rumah dinas. Satu saksi penting adalah Bpk. Pairin pensiunan KA yang menempati bangunan eks Stasiun Trem Blimbing tersebut. Perlu diingat, Stasiun Trem di Malang selalu dibangun terpisah dengan stasiun milik SS. Bagaimanapun juga dua perusahaan ini beda manajemen. SS milik pemerintah dan tram milik swasta. Inilah mengapa di Kepanjen juga terdapat dua stasiun: Stasiun KA Kepanjen (SS) dan Stasiun Trem Kepanjen (jalur Gondanglegi-Kepanjen) yang sudah dibongkar dan dulu berlokasi di SMP Islam, Jl Sultan Agung (Tepi Kali Molek). Saksi keberadan Stasiun Trem Kepanjen: Pak Munawar warga dekat lokasi dan Pak Satimo yang tinggal di dekat lokasi Stasiun Trem Sengguruh.

3) Di depan stasiun Tumpang memang ada satu bangunan rumah dinas dan sekarang ditempati oleh Bpk. Sujatno yang pernah berdinas sebagai KA Stasiun Trem Tumpang.

Demikian keterangan yang saya peroleh. Jika ada saksi dan bukti-bukti yang lebih kuat maupun otentik, mohon dibagi-bagi juga.

deleted ...

Salam,
Toto

HmmmmHmmmm
Duhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh... pikunnya saya. Ngaku asli Blimbing tapi lupa dengan kawasan timur Sta. Blimbing itu! Padahal disitu tempat main saya, rumah teman² SD saya. Bahkan sudah membuat denah jalur stasiun itu dan Sta. Malang saat itu. Memang masa kecil hanya dipenuhi bermain paku untuk digilas D11 atau nggandol kereta yang lagi langsir, kadang sampai ke Kotalama dan Singosari. Waktu itu saya hanya berpikir itu dulunya mungkin bagian emplasemen parkir gerbong atau tangki BBM dari Lanud.

Sudah tak terbantahkan lagi foto² mas Toto ini. Juga saya perkuat dengan status daerah itu. Gang tempat eks. Stasiun Blimbing MSM ini disebut Satria Baru. Bahkan kampung di utara stasiun ini juga disebut kampung anyar (kampung baru, red). Sebagaimana beberapa eks. lahan PJKA dan DKA yang menjadi kampung di tempat lainnya, sebutan seperti itu sering saya dengar. Dengan begitu muncul jawaban dari pertanyaan saya selama ini. Percabangan dari utara Carrefour saya duga melintasi lahan pabrik Gang Satria (selatan stasiun) dan bersilang dengan jalur utama. Lalu masuk melewati ruko area stasiun Blimbing sekarang (ilustrasi menyusul). Ada 4 jalur di Sta. Blimbing MSM. Dua spoor dan 2 langsiran.

Iya, bener Sam. Kata orang-orang Gang Satria dulu bekas jalur trem. Yang saya penasaran, halte Glintung tuh di mana ya kira-kira? Keunikan jalur ini yang lain adalah, trem dan lori Kebonagung bersilang. Lori lewat terowongan di selatan Carrefour ituTersenyuum Coba bayangin dulu gimana ramainya kalau loko trem dan loko lori sama-sama lewat bersilangan di situTersenyuum

Salam,
Reply


Messages In This Thread
Aset ex Malang Stoomtram Maatschappij - by Toto - 21-02-2009, 11:43 PM
RE: Aset ex Malang Stoomtram Maatschappij - by Toto - 05-10-2009, 04:32 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)