04-10-2009, 02:31 AM
(This post was last modified: 04-10-2009, 02:32 AM by Penjelajah.)
(03-10-2009, 10:44 PM)itok Wrote: Kira2 jalur Jember-Panarukan ntar mo dilewati KA apa aja? Apa bener untuk KA Petikemas rute Rambipuji-Panarukan?
Tiga bulan lagi? Waktu sependek itu mungkin hanya cukup untuk memperbarui bantalan dan infrastruktur lainnya. Saya tak tahu seberapa layak R25 peninggalan Belanda itu menahan gerbong petikemas, tapi jika untuk itu mungkin rencana jangka panjang. Sebaiknya relnya diupgrade ke R33, minimal.
Masih kuat rasanya naik KA Jember-Panarukan dulu, hanya saja turun di Sukasari, karena mau ke gunung Raung (dulu masih sering mendaki, dan KA adalah transportasi wajib tentunya). Duh jalannya benar² goyang dombret!. kecepatannya hanya 20-40 km/jam. Satu rangkaian 2 gerbong, campur pedagang, petani, ayam, sayur dan sebangsanya. Jalannya masih kalah enak dengan KA Ambarawa. Dari kejauhan saya melihat relnya melengkung tiap bentangnya, seperti ombak yang lebar². Sudah begitu saya berdiri, karena gerbong penuh. Bukan hanya tempat duduknya, tapi semua lantai sudah dikavling dengan penumpang dan bawaannya. Tapi "penderitaan" itu benar² saya nikmati. Sensasinya seperti hidup di masa lalu. Jalur, rel, stasiun, penumpang, suasananya mungkin sama seperti jaman DKA di lintas cabang. Bener² kangen naik kereta ini lagi, naik gunungnya dan bayar 1500 peraknya juga!
![[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4100/4860986383_7d35fd903e_b.jpg)
