30-09-2009, 01:28 PM
(30-09-2009, 09:41 AM)evankoe Wrote: ini ada cerita masinis2 loko uap solo...hebuattsaluut buat eyang Pujiyono, Sumarno, dan Juwari
cerita masinis2 loko uap solo.....
Quote:Tiga Kakek Pengawal Kereta Kuno
Koran Tempo 30 September 2009
Dua orang tua berusia lanjut itu berdiri berhadapan. Di depan mereka, terdapat sebuah pipa karet yang sedikit rusak di bagian ujungnya. Mereka berdua tengah berusaha menambalnya, dengan memanfaatkan guntingan lembaran logam, yang didapat dari kaleng bekas.
Pipa karet itu terlihat tidak berguna. Namun, sesungguhnya merupakan salah satu komponen penting dari lokomotif C 1218, lokomotif bertenaga uap buatan Jerman pada 113 tahun silam. Kini, lokomotif yang sempat terbengkalai selama puluhan tahun itu dipaksa berjalan lagi sebagai kereta wisata.
Usianya yang sudah renta tentu membutuhkan perawatan serius dan ekstra. Ternyata tidak semua mekanik bisa mengoperasikan dan merawat lokomotif warna hitam legam itu. Tiga orang berusia lanjut dari Ambarawa itu pun terpaksa diboyong ke Solo.
Mereka adalah Pujiyono, Sumarno, dan Juwari, yang bekerja di kereta api sejak sebelum lokomotif jenis diesel muncul. Seharusnya mereka sudah pensiun. Namun, lantaran hanya mereka bertiga yang dianggap mampu menangani lokomotif uap, terpaksa mereka turun tangan mengurusi lokomotif uap, yang dinamakan Sepur Kluthuk Jaladara.
Ketika ditemui di Depo Lokomotif Stasiun Balapan, Surakarta, Pujiyono sedang ada di bawah lokomotif uap yang diparkir. Dia sedang membetulkan beberapa pipa bocor. Sedangkan Sumarno dan Juwari sedang asyik menggunting pelat kaleng untuk menambal selang yang bocor.
"Onderdilnya sudah tidak bisa ditemukan di toko," kata Sumarno, kakek berusia 62 tahun. Karena itu, dia berusaha keras memperbaiki setiap komponen yang rusak, dengan caranya sendiri.
Meski dianggap rumit oleh para teknisi muda, lokomotif uap bagaikan sebuah mainan, bagi ketiga kakek tersebut. "Mesin uap lebih simpel dibanding mesin diesel," kata Sumarno. Syaratnya, jangan sampai ada pipa maupun selang yang bocor. Yang menjadikan rumit, terdapat 131 pipa utama yang ada di dalam lokomotif. Belum lagi pipa-pipa karet yang menghubungkan antar komponen.
Sementara itu, menurut salah satu teknisi, Pujiyono, mereka hanya memerlukan tiga kubik kayu jati, 4.000 liter air, dan 4 liter oli untuk menjalankan lokomotif tersebut. "Ditambah minyak tanah untuk menyalakan lampu," kata dia.
Saat ini mereka sedang melatih beberapa teknisi serta masinis muda, untuk merawat dan mengurusi lokomotif tua itu. "Setelah itu kami bisa pulang dan beristirahat," katanya. AHMAD RAFIQ
semoga sehat selalu eyang.....

