Pengalaman saya setelah beberapa kali menelusuri jalur trem Malang:
Demikian beberapa tips. Semoga bermanfaat.
Salam,
Toto
- Penelusuran/ blusukan sebaiknya didasari oleh satu referensi otentik tentang keberadaan suatu jalur KA/ trem, misalnya metujuk pada buku sejarah atau artikel di internet/ web forum
- Kita sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan tentang ciri-ciri lintasan KA, misalnya lengkungan rel/ bekas rel dan adanya tanggul-tanggul rel.
- Sering melihat foto-foto bangunan stasiun kuno berikut fasilitas yang ada sehingga kita bisa mudah mengenali bangunan bekas stasiun atau fasilitas lain, misalnya menara air.
- Upayakan mencari atau menemukan saksi mata yang masih hidup dan ini biasanya warga manula berusia di atas 70 tahun.
- Blusukan akan sangat menguntungkan jika kita menguasai bahasa daerah sasaran karena akan lebih mudah mencari keterangan dengan bahasa daerah (terasa lebih akrab dengan penduduk setempat maupun saksi mata yang kita temukan).
- Memiliki daya analisa kritis karena keterangan-keterangan dari saksi maupun penduduk setempat sering tidak pas. Misalnya, saya pernah disasarkan ke situs lori tebu karena penduduk tak paham beda lori tebu dan trem.
- Jangan mendebat keterangan dari penduduk maupun saksi agar tidak timbul perasaan kurang nyaman. Jika kita merasa keterangan penduduk ngawur, sebaiknya kita tinggal saja. Ucapkan terima kasih lalu pergi

- Jaga keamanan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri untuk mendatangi daerah yang rawan gangguan keamanan maupun bencana.
- Blusukan bersama kawan akan terasa lebih menyenangkan karena mengurangi kejenuhan dan bisa saling bertukar pikiran.
- Bawa bekal dan perlengkapan secukupnya

Demikian beberapa tips. Semoga bermanfaat.
Salam,
Toto
