09-09-2009, 11:43 PM
(13-05-2009, 03:53 PM)Budi Susilo Wrote:(13-05-2009, 02:56 PM)brantas Wrote: Sedikit saran intinya manfaatin sumber daya yang ada.
1. Jangan terlalu fokus sama JAKK. Buat rute baru mis: BKS - BOO dll.
Kalo blm memungkinkan ya bertahap jd orang yg dari Bekasi akan ke Bogor dpt langsung, tdk perlu ke JAKK dulu untuk ganti kereta.
2. Buat sistem seperti di busway, jd orang hanya membeli karcis satu kali untuk tujuan t'tentu, mis yg mau k serpong dr JNG tdk perlu beli karcis kembali.
3. Banyak penumpang yg tidak berkeberatan jika ekonomi ac ditambah, asalkan ditunjang dengan on time performance dan keandalan armada dan layanan.
4. Sterilisasi kereta api dan peron stasiun, contoh busway seperti yg disebut di atas.
5. Perbanyak jumlah sarana KRL, t'serah memakai produk dlm negeri (PT. Inka) atau membeli murah dari Jepang yg biaya kirimannya selangit itu.
6. Gunakan area yg ada (stasiun atau KRL) utk advertising atau area bisnis yg menguntungkan dgn catatan tidak menggangu keindahan.
7. Jika memungkinkan kerjasama dgn operator transportasi lain di Jakarta (mis: TransJakarta, PPD) agar dapat saling menggunakan tiket, jd penumpang KRL tdk perlu membeli tiket kembali utk naik TransJakarta (demikian jg sebaliknya).
SETUJU.....
setuju banget. apalagi yang poin nomer 2.
nambahin satu.. soal antrian masuk stasiun terutama THB sama MRI diperbaiki agar tidak terlalu lama nunggu ketahan di sinyal masuknya.
SRP - UI : transit THB / MRI

