20-08-2009, 11:00 PM
(20-08-2009, 01:40 AM)sulovyo Wrote:(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Saya juga punya angan2 menambah jalur KA di sby, seperti jalur lingkar, Jalur lingkar barat,dari sepanjang bercabang ke utara ke arah surabaya barat, dari sepanjang-wiyung-lidah-ketemu lagi ma jalur utara di kandangan, trus jalur lingkar timur, dari waru bercabang ke gunung anyar-rungkut-sukolilo-kenjeran-tambak wedi-semampir-SDT.
Truz untuk memfasilitasi orang madiun ygmaw ke bojonegoro, bisa juga dibuat jalur dari caruban ke bojonegoro.
walah isi kepala kita kok hampir sama.
kalau saya juga punya "visi" yg hampir sama untuk membangun jaringan rel untuk greater surabaya.cuman bedanya kalau versi saya sebaiknya dari KRIAN-belok utara ke BY PASS-LEGUNDI-KEDAMEN-CERME-KANDANGAN-SBI.
wah dolph,kayaknya kita harus mencalonkan diri jadi penggantinya Pak de Karwo dan Gus Ipul nih...
(19-08-2009, 09:47 PM)Adolph Wrote: Ya . kalo maw daerahnya maju mank ga bisa instan untuk bangun jalur baru perlu keberanian dalam berspekulasi dan kesabaran dan satu hal yg masih langka di RI, harus istiqomah aka konsisten dan sungguh2 dalam pengelolaannya, dan dalam pembangunannya harus all-out, ga boleh setengah2, kalo setengah2 mending ga usah buat daripada dah keluar uang tapi ga optimal. Jadi pake konsep all or nothing..sebenarny konsepnya tuh sudah ada.pemprov punya kok PERDA NO 2 tahun 2006 tentang RENCANA TATA RUANG WILAYAH JAWA TIMUR.
di perda itu ada kok konsep membangun jalur ganda dan menghidupkan jalur mati di seluruh jatim.coba cek pasal 42 hal 41~42.
tapi ya gitu deh orang kita,antara konsep dan praktek di lapangan masih "jauh panggang dari api"
He,he,he
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
But My Eyes Still See



