(13-08-2009, 04:38 PM)we supratman Wrote: ^^^
aneh aneh
Quote:Camat Sragi, H Hasanuddin, dikonfirmasi kemarin mengatakan, ada tujuh warga dari Kelurahan Sragi yang mendatangi kantor kecamatan dan mengeluhkan pembangunan jalur rel ganda yang tidak didahului sosialisasi mengenai dampak lingkungan dan belum ada kejelasan mengenai besaran ganti rugi tanah.lho .. itu yg mau di gusur tanah milik nya siapa sih?.. bukannya tanah disekitar jalur rel (patok rel) itu milik pemerintah (negara) , pake ganti rugi lagih ....Quote:Dikhawatirkanckckc... kalo mau gak bising ... pindah aja tempat lain jual/ kontrakin tuh rumah sama RF .. pasti laku
Dijelaskan, warga yang datang padanya mengkhawatirkan dampak yang timbul akibat pembangunan jalur rel ganda. Dampak yang dikhawatirkan antara lain, saluran air yang tidak berfungsi akibat kegiatan tersebut, jalan desa yang menjadi rusak, kebisingan, dan dampak lainnya.
kekhawatiran nya gak logis banget
sebenar nya kecamatan itu adanya setelah ato sebelum rel dibangun belanda sih
setuju kalo soal sosialisasi .... mungkin ada oknum2/ kelompok yg mau main main di situh
kalo memang pak camat belum di beri tahu masalah double trek ya mungkin boleh di komplain,lha masak orang setingkat camat nggak ngerti masalah di daerahnya,trus tidak sosialisasi ke bawahannya ?????
kalo ada yg mau main-main sih biasanya ada om
