21-05-2009, 10:08 PM
(21-05-2009, 08:55 AM)masboleng Wrote: belanda pada jaman dulu jarang banget membuat jembatan lori dengan desain baja penuh alis belanda dulu membuat jembatan lori hanya selebar rel.
tapi kalau untuk jembatan kereta belanda jarang mengambil resiko, maka kebanyakan ketika belanda berjaya mereka membuat jembatan kereta api dengan desain penuh sekaligus memperhatikan tingkat keamanan karena fungsi utama dari kereta api jaman belanda adalah untuk mobilitas pasukan.
Mas Moderator, mohon maaf dan mohon ijin untuk sedikit out of topic. Saya bermaksud memberikan sedikit gambaran/ referensi berkaitan dengan jembatan di Trenggalek.
Sampai saat ini saya menemukan beberapa jembatan lori yang tidak sekedar selebar rel.
Jalur lori PG Kebonagung Malang memiliki jembatan serupa dengan foto di atas di derah Krebet Senggrong, Malang. Masih kokoh bekasnya namun rel tidak ada lagi.
PG Kebonagung juga memiliki jembatan lori sepanjang lebih kurang 100 M di daerah Krebet Senggrong juga. Jembatan ini disangga tiang-tiang baja yang sampai sekarang masih kokoh. jembatan yang sekarang dikenal sebagai jembatan Sukoarjo ini sekarang dipergunakan sebagai jembatan umum dan sudah diaspal.Kendaraan roda empat bisa melintasi di jembatan ini.
Satu lagi yang pernah dibangun PG Kebonagung dan juga dipergunakan sebagai jembatan umum pada saat ini adalah Jembatan Balak Bumiayu di dekat Lowokdoro, Malang. Jembatan ini juga bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Satu jembatan lori yang lumayan terkenal di kalangan railfan manca negara dan lebarnya juga lumayan adalah jembatan milik PG Purwodadi di Madiun.
Saya memiliki semua foto jembatan tersebut, namun belum sempat saya resize karena ukurannya terlalu besar untuk diupload.
Salam,
