Yap... ini soal masalah titik pusat berat (inget pelajaran fisika SMA doeloe).
Setiap loko punya titik pusat berat yang berbeda-beda bergantung kepada massa total loko, gaya gravitasi di tempat, ketinggian dan struktur suspensi masing-masing, dengan bentuk loko 3 dimensi XYZ maka:
∑ ƒ = 0
∑ Ä = 0
Rumus menghitung koordinat titik berat loko:
XG = ∑miXi / ∑mi
YG = ∑miYi / ∑mi
ZG = ∑miZi / ∑mi
Coba cari contoh lokonya supaya bisa diketahui titik koordinat pusat beratnya...
Menurut pengamatan saia, posisi titik berat loko pada keadaan ideal tepat berada di tengah... jika keadaan medan menanjak maka titik berat loko akan berpindah ke tempat yang lebih rendah, jadi pada posisi SH gaya dorong yang dibutuhkan lebih besar untuk memindahkan titik berat pada posisi ideal sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih berat, sedangkan pada LH tidak begitu berpengaruh sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih ringan...
Demikian penjelasannya... semoga menambah ilmu persepuran. CMIIW
Setiap loko punya titik pusat berat yang berbeda-beda bergantung kepada massa total loko, gaya gravitasi di tempat, ketinggian dan struktur suspensi masing-masing, dengan bentuk loko 3 dimensi XYZ maka:
∑ ƒ = 0
∑ Ä = 0
Rumus menghitung koordinat titik berat loko:
XG = ∑miXi / ∑mi
YG = ∑miYi / ∑mi
ZG = ∑miZi / ∑mi
Coba cari contoh lokonya supaya bisa diketahui titik koordinat pusat beratnya...
Menurut pengamatan saia, posisi titik berat loko pada keadaan ideal tepat berada di tengah... jika keadaan medan menanjak maka titik berat loko akan berpindah ke tempat yang lebih rendah, jadi pada posisi SH gaya dorong yang dibutuhkan lebih besar untuk memindahkan titik berat pada posisi ideal sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih berat, sedangkan pada LH tidak begitu berpengaruh sebab titik berat berada pada posisi yang massanya lebih ringan...
Demikian penjelasannya... semoga menambah ilmu persepuran. CMIIW


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)