11-05-2009, 12:38 PM
membahas tentang pelayanan KA, terutama masalah warna dan interior sepertinya bakal panjang..
menurut saya, mengapa KA kita terlihat aneh, karena sepertinya (aumsi saya ) setiap desain ext or interiornya tidak lah dikerjakan oleh ahlinya, seperti di paksakan...dan harus dikoordinasikan dengan berbagai keahlian..
misal : interior KA Argo, mengenai warna dan bentuk seat, warna dinding, bentuk plafond, bagasi tas atas, warna lantai, dsb tentunya dikerjakan oleh desainer interior. dan untuk pencahayaannya dan AC tentunya oleh ahli lighting or setidaknya oleh M/E engineer yang diandalkan, karena bagaimanapun dalam perencanaan harus dipikirkan banyak hal yang saling terintegrasi...sehingga benar2 penumpang di buat nyaman (sebagai hasil akhirnya)
menyimpulkan pernyataan Ign Johan di majalah KA edisi KA komuter ---dimana costumer satisfication merupakan tujuan utama...indikasinya adalah = repeat user...bukan sekali naik terus kapok.
exterior pun mesti dikerjakan oleh PARA ahli nya dan di koordinasikan mengenai mutu dan kemudahan perawatan tentunya...
memang terlambat karena hampir semua KA satwa berubah abu2
kalo menurut saya mah kayak gerbong barang warnanya
ga bisa membuat kesan "kita bangga naik ini kereta", tidak gagah, kurang wibawa...
kalo boleh usul desain ext mesti "nyambung" ma warna loko, sekarang mah ngaco warnanya...jadi kesannya loko jalan sendiri, rangkaian dibelakangnya...usul warna : saya suka rangkaian JS 950 nya argo bromo...kita kayak naik GIA --- bangga...
kalo ngebahas pelayanan K2 dan K3 mah bakal panjang beneer,,,
semoga menjadi kritikan yang membangun...
maju terus Kereta Api Indonesia...
menurut saya, mengapa KA kita terlihat aneh, karena sepertinya (aumsi saya ) setiap desain ext or interiornya tidak lah dikerjakan oleh ahlinya, seperti di paksakan...dan harus dikoordinasikan dengan berbagai keahlian..
misal : interior KA Argo, mengenai warna dan bentuk seat, warna dinding, bentuk plafond, bagasi tas atas, warna lantai, dsb tentunya dikerjakan oleh desainer interior. dan untuk pencahayaannya dan AC tentunya oleh ahli lighting or setidaknya oleh M/E engineer yang diandalkan, karena bagaimanapun dalam perencanaan harus dipikirkan banyak hal yang saling terintegrasi...sehingga benar2 penumpang di buat nyaman (sebagai hasil akhirnya)
menyimpulkan pernyataan Ign Johan di majalah KA edisi KA komuter ---dimana costumer satisfication merupakan tujuan utama...indikasinya adalah = repeat user...bukan sekali naik terus kapok.
exterior pun mesti dikerjakan oleh PARA ahli nya dan di koordinasikan mengenai mutu dan kemudahan perawatan tentunya...
memang terlambat karena hampir semua KA satwa berubah abu2
kalo menurut saya mah kayak gerbong barang warnanya
ga bisa membuat kesan "kita bangga naik ini kereta", tidak gagah, kurang wibawa...kalo boleh usul desain ext mesti "nyambung" ma warna loko, sekarang mah ngaco warnanya...jadi kesannya loko jalan sendiri, rangkaian dibelakangnya...usul warna : saya suka rangkaian JS 950 nya argo bromo...kita kayak naik GIA --- bangga...
kalo ngebahas pelayanan K2 dan K3 mah bakal panjang beneer,,,
semoga menjadi kritikan yang membangun...
maju terus Kereta Api Indonesia...

