25-04-2009, 04:34 AM
PEMBERANGKATAN PERDANA KALIGUNG DARI SLAWI MENGANGKUT 23 ORANG
SLAWI – Pemberangkatan perdana KA Kaligung dari Stasiun Slawi, Selasa (21/4), hanya mengangkut 23 penumpang. Pelepasan pemberangkatan KA Kaligung Ekonomi tepat pukul 09.15 WIB , dilakukan oleh Wakil Bupati Tegal HM Hery Soelistiawan SH MHum, mewakili Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM.
Kepala Daop V PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Purwokerto, Nur Mahmudi, Selasa (21/4) mengatakan pemberangkatan perdana KA Kaligung Ekonomi dari Slawi terdiri 4 rangkaian gerbong dengan kapasitas penumpang sekitar 150 penumpang setiap gerbong.
“Untuk pemberangkatan kedua pukul 12.58 WIB, menggunakan Kaligung Bisnis dengan kapasitas penumpang sekitar 70 penumpang setiap gerbongnya,Ââ€kata Nur. Jika ingin ada penambahan jadual pemberangkatan, ia berharap agar ada kesepahaman antata Daop V Purwokerto dan Pemkab Tegal agar animo masyarakat tinggi memanfaatkan sarana transportasi itu.
“Kita akan evaluasi pada tiga bulan pertama setelah pemberangkatan perdana, dengan standarisasi setiap Kaligung terdiri tujuh rangkaian gerbong mampu terisi penumpang mencapai 50 penumpang setiap gerbongnya. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jam pemberangkatan,†urainya.
Untuk tarif tiket penupang, jelasnya, untuk KA Kaligung Ekonomi dari Slawi – Semarang, seharga Rp 15.500 penumpang anak-anak dan Rp 19.000 penumpang dewasa. Untuk Kaligung Bisnis, harga tiket Rp 24.500 anak-anak dan Rp 30.000 dewasa. Sementara, pemberangkatan KA Kaligung dari Slawi justru membuat membuat pendapatan di Stasiun Besar Tegal menjadi berkurang. Selain itu, biaya operasional menjadi membengkak karena ditanggung Stasiun Besar Tegal. “Karena baru beroperasi hari ini, ya belum tahu, kalau kemungkinan ya ada,Ââ€Kata Wakil Kepala Stasiun Tegal, Akhmad Rifan di hadapan para wartawan.
Terlebih selama ini penumpang KA Stasiun Besar Tegal yang paling dominant adalah penunpang Kaligung Tegal Semarang. Tak hanya berkurang pendapatan karena penumpang kabupaten membeli tiket di Stasiun Slawi akan masuk dalam pendapatan DAOP V Purwokerto, sedangkan biaya operasional harus ditanggung oleh Stasiun Besar Tegal.Ââ€Karena lokasinya lebih dekat dengan Stasiun Besar daripada DAOP V,†kata Rifan. Penyusutan kereta api, kerawanan gangguan dan suku cadang harus ditanggung Stasiun Besar Tegal. “Dampak dari pengoperasian kereta api sampai ke Slawi ya penyusutan KA jadi lebih cepat, rawan terjadi gangguan dan suku cadang jadi lebih besar,†pungkasnya. (Nirmala Post)
SLAWI – Pemberangkatan perdana KA Kaligung dari Stasiun Slawi, Selasa (21/4), hanya mengangkut 23 penumpang. Pelepasan pemberangkatan KA Kaligung Ekonomi tepat pukul 09.15 WIB , dilakukan oleh Wakil Bupati Tegal HM Hery Soelistiawan SH MHum, mewakili Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM.
Kepala Daop V PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Purwokerto, Nur Mahmudi, Selasa (21/4) mengatakan pemberangkatan perdana KA Kaligung Ekonomi dari Slawi terdiri 4 rangkaian gerbong dengan kapasitas penumpang sekitar 150 penumpang setiap gerbong.
“Untuk pemberangkatan kedua pukul 12.58 WIB, menggunakan Kaligung Bisnis dengan kapasitas penumpang sekitar 70 penumpang setiap gerbongnya,Ââ€kata Nur. Jika ingin ada penambahan jadual pemberangkatan, ia berharap agar ada kesepahaman antata Daop V Purwokerto dan Pemkab Tegal agar animo masyarakat tinggi memanfaatkan sarana transportasi itu.
“Kita akan evaluasi pada tiga bulan pertama setelah pemberangkatan perdana, dengan standarisasi setiap Kaligung terdiri tujuh rangkaian gerbong mampu terisi penumpang mencapai 50 penumpang setiap gerbongnya. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jam pemberangkatan,†urainya.
Untuk tarif tiket penupang, jelasnya, untuk KA Kaligung Ekonomi dari Slawi – Semarang, seharga Rp 15.500 penumpang anak-anak dan Rp 19.000 penumpang dewasa. Untuk Kaligung Bisnis, harga tiket Rp 24.500 anak-anak dan Rp 30.000 dewasa. Sementara, pemberangkatan KA Kaligung dari Slawi justru membuat membuat pendapatan di Stasiun Besar Tegal menjadi berkurang. Selain itu, biaya operasional menjadi membengkak karena ditanggung Stasiun Besar Tegal. “Karena baru beroperasi hari ini, ya belum tahu, kalau kemungkinan ya ada,Ââ€Kata Wakil Kepala Stasiun Tegal, Akhmad Rifan di hadapan para wartawan.
Terlebih selama ini penumpang KA Stasiun Besar Tegal yang paling dominant adalah penunpang Kaligung Tegal Semarang. Tak hanya berkurang pendapatan karena penumpang kabupaten membeli tiket di Stasiun Slawi akan masuk dalam pendapatan DAOP V Purwokerto, sedangkan biaya operasional harus ditanggung oleh Stasiun Besar Tegal.Ââ€Karena lokasinya lebih dekat dengan Stasiun Besar daripada DAOP V,†kata Rifan. Penyusutan kereta api, kerawanan gangguan dan suku cadang harus ditanggung Stasiun Besar Tegal. “Dampak dari pengoperasian kereta api sampai ke Slawi ya penyusutan KA jadi lebih cepat, rawan terjadi gangguan dan suku cadang jadi lebih besar,†pungkasnya. (Nirmala Post)
Menanti sebuah jawaban

