22-04-2009, 01:06 PM
Ikutan crita :
Tahun 1976 ketika umur 2 tahun aku diajak ibu naek kereta dengan lok uap dari St PWR ke St KTA jarak 12 km, kemudian ayah menjemput pake motor di St KTA. Rasanya senang dan asyik sekali naek KA. Thn 80an s/d 1996 St PWR mati suri tidak ada kegiatan, kemudian th 1996 diaktifkan kembali menarik rangkaian feeder KA Sawunggalih Utama.
28 tahun kemudian, tahun 2004 aku melakukan napak tilas perjalanan bersejarah tsb. Kali bersama istri naek KA feeder PWR-KTA-PWR. Luar biasa, relnya masih asli R25 kereta K3 goyang kanan-kiri, sayangnya beberapa halte antara PWR-KTA sudah lenyap tak berbekas.
Tahun 1976 ketika umur 2 tahun aku diajak ibu naek kereta dengan lok uap dari St PWR ke St KTA jarak 12 km, kemudian ayah menjemput pake motor di St KTA. Rasanya senang dan asyik sekali naek KA. Thn 80an s/d 1996 St PWR mati suri tidak ada kegiatan, kemudian th 1996 diaktifkan kembali menarik rangkaian feeder KA Sawunggalih Utama.
28 tahun kemudian, tahun 2004 aku melakukan napak tilas perjalanan bersejarah tsb. Kali bersama istri naek KA feeder PWR-KTA-PWR. Luar biasa, relnya masih asli R25 kereta K3 goyang kanan-kiri, sayangnya beberapa halte antara PWR-KTA sudah lenyap tak berbekas.
