30-03-2009, 06:50 PM
STASIUN CIRAHAYU
![[Image: 3395793502_50320c4464_o.jpg]](http://farm4.static.flickr.com/3586/3395793502_50320c4464_o.jpg)
Pemberian nama Cirahayu sendiri aku kurang tahu mulai kapan. Namun yang jelas, oleh masyarakat Ciawi dan sekitarnya stasiun ini lebih dikenal dengan stasiun Trowek ketimbang Cirahayu. Dalam bahasa sunda, Ci biasanya diartikan sebagai air atau sungai. Namun didaerah tersebut tidak ada sungai Cirahayu. Ada juga Cipamali, Cibuka dan sungai Binoang. Lalu diambil dari apakah nama Stasiun ini mengingat jika diambil dari nama daerah/desa sangat tidak mungkin karena disitu tidak ada desa yang bernama Cirahayu. Ada juga desa yang agak mirip-mirip namanya. Tapi itupun letaknya sangat jauh di bawah kearah timur laut.
![[Image: 3394982225_02d7bf9290_o.jpg]](http://farm4.static.flickr.com/3465/3394982225_02d7bf9290_o.jpg)
Stasiun Trowek dulunya semacam stasiun pos untuk berjaga dari Pergerakan aktivitas DI/TII yang berbasis disini tepatnya di sebelah atas kearah barat. (barat apa kemana ya ? lupa waktu itu enggak liat kompas) di daerah ini pula dahulu terdapat pabrik aci/ tepung tapioka. Dan trowek sempat diramaikan dengan aktivitas bongkar muat komoditi ini. Namun semenjak pabriknya gulung tikar, aktivitas stasiun inipun menjadi ikutan sepi. Karena hampir tidak melayani perjalanan baik ke utara maupun ke selatan. Letaknya yang di dataran tinggi (619 mdpl) serta jalur tempuh yang Cuma jalan setapak yang terjal dan curam plus licin. Membuatnya jarang dikunjungi. Sewaktu masih di ciawi pun aku berencana untuk naik ojek dari sana. Tapi tidak ada yang mau dikarenakan kondisi medan seperti yang aku ceritakan tadi. Untuk bepergian, masyarakat lebih senang turun kebawah menuju jalan raya Tasik - Ciawi daripada ke sta Trowek
Lantas darimana yaÂ…..? ada yang tahuÂ… ?
Lebih lengkap ttg Trowek http://penelusurrelmati.wordpress.com/
![[Image: 3395793502_50320c4464_o.jpg]](http://farm4.static.flickr.com/3586/3395793502_50320c4464_o.jpg)
Pemberian nama Cirahayu sendiri aku kurang tahu mulai kapan. Namun yang jelas, oleh masyarakat Ciawi dan sekitarnya stasiun ini lebih dikenal dengan stasiun Trowek ketimbang Cirahayu. Dalam bahasa sunda, Ci biasanya diartikan sebagai air atau sungai. Namun didaerah tersebut tidak ada sungai Cirahayu. Ada juga Cipamali, Cibuka dan sungai Binoang. Lalu diambil dari apakah nama Stasiun ini mengingat jika diambil dari nama daerah/desa sangat tidak mungkin karena disitu tidak ada desa yang bernama Cirahayu. Ada juga desa yang agak mirip-mirip namanya. Tapi itupun letaknya sangat jauh di bawah kearah timur laut.
![[Image: 3394982225_02d7bf9290_o.jpg]](http://farm4.static.flickr.com/3465/3394982225_02d7bf9290_o.jpg)
Stasiun Trowek dulunya semacam stasiun pos untuk berjaga dari Pergerakan aktivitas DI/TII yang berbasis disini tepatnya di sebelah atas kearah barat. (barat apa kemana ya ? lupa waktu itu enggak liat kompas) di daerah ini pula dahulu terdapat pabrik aci/ tepung tapioka. Dan trowek sempat diramaikan dengan aktivitas bongkar muat komoditi ini. Namun semenjak pabriknya gulung tikar, aktivitas stasiun inipun menjadi ikutan sepi. Karena hampir tidak melayani perjalanan baik ke utara maupun ke selatan. Letaknya yang di dataran tinggi (619 mdpl) serta jalur tempuh yang Cuma jalan setapak yang terjal dan curam plus licin. Membuatnya jarang dikunjungi. Sewaktu masih di ciawi pun aku berencana untuk naik ojek dari sana. Tapi tidak ada yang mau dikarenakan kondisi medan seperti yang aku ceritakan tadi. Untuk bepergian, masyarakat lebih senang turun kebawah menuju jalan raya Tasik - Ciawi daripada ke sta Trowek
Lantas darimana yaÂ…..? ada yang tahuÂ… ?
Lebih lengkap ttg Trowek http://penelusurrelmati.wordpress.com/
