KA 3, Argo Anggrek Malam
K1-5
Jumat, 26 Februari 2016
Surabaya Pasar Turi -Gambir
Surabaya Pasar Turi -Gambir
Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di kampung halaman tiba saatnya saya kembali balik ke Jakarta. Berangkat dari rumah diantar istri setelah ashar tiba, perjalanan ke Surabaya nyaris tak mengalami hambatan. Sepanjang perjalanan menuju tol Gempol-Surabaya cuaca cerah-mendung. Namun ketika melintasi Sidoarjo-Surabaya hujan mulai mengguyur jalanan tol terpanjang di Jawa Timur tersebut.
Skip, akhirnya mobil yang kami tumpangi keluar dari tol Dupak. Dari sini perjalanan menuju Stasiun Pasar Turi mengalami kepadatan+kemacetan yang disebabkan oleh beberapa sebab, yakni beberapa titik genangan di Jl Dupak(tertinggi mencapai 20-30cm) maupun perempatan jalan yang menghubungkan Jl Demak dan Jl Dupak tersebut. Jelang masuk belokan Stasiun Pasar Turi(tepatnya di Jl Dupak Raya, sekitaran Pusat Grosir Surabaya), sebuah sirine dari PJL berbunyi dan melintaslah kereta pengangkut BBM (yang ini tak terportret).
Kami tiba di Stasiun Pasar Turi pada pkl 17.30an wib. Kondisi stasiun kala itu banyak genangan setinggi 10-20cm di area parkir maupun jalan depan kompleks stasiun. Genangan ini bertahan sekitar sejam kemudian dan berangsur-angsur berkurang volumenya.
Skip, setelah menunaikan ibadah maghrib kami bergegas mengambil tempat duduk di depan ruang tunggu eksekutif. Sekitar pkl 19.30 saya masuk ke ruang tunggu eksekutif dan melakukan check in beberapa menit setelahnya.
Kondisi Stasiun Pasar Turi cukup ramai juga jelang langsirnya KA3. Ada sekitar seratusan penumpang yang siap menaiki KA yang menghubungkan rute Stasiun Pasar Turi dan Gambir tersebut. Oh iya, kala itu terjadi keterlambatan kedatangan KA 2 dari Gambir. Sampai dengan KA3 berangkat, posisi KA2 masih di sekitar Lamongan.
Kembali ke KA3, kereta yang saya naiki akhirnya diberangkatkan tepat waktu pada pkl 20.00wib. KA ABA menyusuri petak demi petak dengan kecepatan yang cukup tinggi tanpa goncangan yang berarti. Saya naik di kursi 10B, dan saya menemui keberuntungan dobel ketika mendapatkan tiket dan kursi ini.
Sejak berangkat dari Stasiun Pasar Turi, kursi sebelah saya kosong. Alhasil saya dapat berpindah ke kursi 10A dan menguasai dua bangku sekaligus selama perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta.
Kondisi interior KA ABA kala itu sangat terawat, bersih dan kinclong. Toilet pada kereta bernomor K1 097 19 yang saya naiki juga sangat bersih, kering dan harum. Ketersediaan prasarana berupa tissur toilet, sabun dan air sangat baik. Yang sedikit mengasyikkan, pencahayaan didalam kabin cukup baik, lampunya tak menyilaukan mata.
Saya tak mengingat/mencatat waktu KA 3 berhenti/berangkat dari Stasiun Semarang Tawang, hingga akhirnya KA tiba di Cirebon pada pkl 02.14wib. Rupanya keberuntungan saya bertambah, kedua penumpang didepan saya turun di stasiun ini dan tak ada penumpang yang naik dan duduk di kursinya. Alhasil kedua kursi didepan kosong dan saya putar agar saya dapat gunakan untuk bersandarnya kaki. Lumayan satu tiket 'menguasai' 4 kursi...
Menjelang tiba di Stasiun Jatinegara, KA sempat tertahan sinyal dua kali dan baru tiba pada pkl 05.08wib. Disini KA berhenti hanya 2 menitan dan diberangkatkan kembali hingga tiba di Stasiun Gambir pada pkl 05.26wib.
Sepanjang perjalanan KA3 memutar 2 film yakni L*tt*rs to Juli*t(2010) dan S**king a fri*nd for th* *nd of th* world(2012).
Genangan Air
[spoiler=foto]
[/spoiler]Interior KA
[spoiler=foto]
[/spoiler]Peron Pasar Turi
[spoiler=foto]
[/spoiler]K1 097 19
[spoiler=foto]
[/spoiler]4 Kursi jadi satu
[spoiler=foto]
[/spoiler]M1 097 01
[spoiler=foto]
[/spoiler]

