03-01-2016, 03:52 PM
Sabtu, 30 Desember 2015
KA Gajayana (41)
Malang - Gambir
K4-2A
Selesai cuti menikah saya memutuskan balik ke Jakarta. Keberangkatan kali ini saya menggunakan KA Gajayana 41 yang telah dipesan 3 bulan sebelumnya. Sebelumnya tak terpikir balik ke Jakarta menggunakan KA Gajayana, inginnya menggunakan KA Bima dengan pertimbangan agar memiliki spare sedikit waktu lagi di Malang. Namun apa daya, tiket KA Bima hanya menyisakan TBA semua. Dari sekitar hampir 350 tiket, hampir seluruhnya tiket subclass A. Dapat KA 41 tak mengapa pikir saya, toh punya keunggulan waktu tempuh meski sampai di Jakarta di waktu subuh.
Skip skip, tibalah hari keberangkatan saya. Berangkat dari rumah pkl 12.30wib, dan sampai di stasiun pkl 12.50an wib. Setelah mengucap selamat tinggal sejenak kepada istri yang baru dinikahi beberapa hari lalu, saya bergegas boarding di stasiun. Suasana stasiun ML kala itu sangat ramai. Momen peak season menjadikan calon penumpang yang berangkat dari stasiun ML melimpah dari biasanya. Perkiraan saya ada sekitar 300 orang yang standby di jalur 1 dan merupakan penumpang dari KA Gajayana saja. Sementara di ruang tunggu VIP, terdapat puluhan calon penumpang KA Bima.
Pkl 13.00wib, rupanya KA 41 masih stabling di jalur 4. Sementara di jalur 1 terdapat KA Penataran tujuan SGU yang masih tertahan dan semestinya berangkat puluhan menit sebelumnya. Sedangkan di jalur 2 terdapat KA Tawang Alun yang akan diberangkatkan kembali ke Stasiun MLK. Hanya beberapa menit saya disana, KA Tawang Alun diberangkatkan kembali ke MLK.
![[Image: DSC_0528.jpg]](http://s28.postimg.org/4d7ejoonh/DSC_0528.jpg)
Lama menunggu akhirnya ada tanda2 pergerakan atau persiapan keberangkatan KA Gajayana. Pkl 13.25wib, KA Penataran di jalur 1 maju ke arah utara dan stabling di jalur 4. Entah mengapa KA Penataran tidak diberangkatkan ke Stasiun Blimbing. Sementara KA Gajayana mengambil posisi di selatan stasiun dan bersiap langsir di jalur 1. Dalam bayangan saya sepertinya KA Gajayana akan mengalami keterlambatan keberangkatannya. Dan memang benar demikian..
KA 41 langsir di jalur 1 tanpa mengalami hambatan. Namun kondisi tak wajar saya rasakan ketika saya masuk ke kereta. Rupanya AC didalam kereta tak menyala, demikian pula dengan penerangan lampu dan TV. Saya tanyakan kepaad prami yang bertugas, dengan agak sedikit panik ia menjawab jika memang ada problem dan akan dibenahi oleh teknisi yang bertugas. OK pikir saya.
Suasana yang gerah didalam KA membuat saya tak berlama-lama duduk didalamnya. Saya mengambil inisiatif mengambil udara segar dengan berdiri di pintu bordes saja. Sesekali saya melihat beberapa teknisi berlarian di jalur 1, sebagian diantara mereka bukanlah teknisi atau operator yang bertugas didalam KA 41 sendiri rupanya. Ada belasan petugas dan pegawai KAI yang hilir mudik. Menarik pula, ketika saya saksikan di kereta sebelah (K1-3) ternyata mengalami permasalahan serupa. Rupanya problem bukanlah si sistem electrical kereta yang saya naiki. Gerbong Pembangkit menjadi titik utama pemecahan masalah di siang hari itu, tempat dimana belasan pegawai maupun teknisi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hilir mudik kesana.
Cukup lama masalah electrical di KA 41 diperbaiki. Sampai pada pkl 13.50 AC dan penerangan kereta mulai menyala dan KA 41 siap diberangkatan tepat 10 menit kemudian pada pkl 14.00wib. Dari petak ML ke KPJ, kereta berjalan lumayan cepat demi memangkas waktu ketertinggalan. Pkl 14.25 wib KA 41 tiba di Stasiun Kepanjen. Rasanya hanya 2-3 menit disini hingga akhirnya KA 41 diberangkatkan kembali.
![[Image: DSC_0529.jpg]](http://s1.postimg.org/m6eyxy3xb/DSC_0529.jpg)
Sejak memasuki petak Sumberpucung-Wlingi laju KA seperti tertahan taspat. KA 41 sendiri baru tiba di Stasiun Blitar pada pkl 16.03 wib(terlambat sekitar 50 menit dari jadwalnya). Selanjutnya KA 41 tiba di Stasiun Tulungagung pada pkl 16.39wib, Stasiun Kediri pkl 17.19wib, Kertosono pkl 18.03wib, Madiun pkl 19.21wib, Yogyakarta 21.45wib, Jatinegara 06.14 wib, dan tiba di Stasiun Gambir 06.37 wib(telat 2,5 jam dari jadwalnya). Beberapa stasiun tidak sempat saya catat lapkanya karena ketiduran hehehe. Meski sempat mengalami masalah electrical kondisi suhu ruangan didalam KA Gajayana sangat dingin. Awal perjalanan suhu udara berkisar 24 derajat celcius, namun selepas Cirebon menjelang subuh, suhu udara drop hingga 20.5derajat celcius!!!
Pada perjalanan kali ini saya mendapat kereta bernomor K1 009 01 ML. Kondisi kereta masih memakai kursi beludru, TV dan pintu otomatis menyala. Meja lipat masih berfungsi, demikian pula dengan reclinign seat dan foot rest. Sementara kondisi toilet sendiri menggunakan tipe jongkok dan bersih. Hanya papan LED sudah tidak berfungsi. Sepanjang perjalanan KA, kursi sebelah saya tidak ada orangnya, sehingga saya bebas menguasai kedua bangku dari Malang hingga Gambir.
![[Image: DSC_0521.jpg]](http://s23.postimg.org/y6udz0r6j/DSC_0521.jpg)

