26-04-2015, 11:42 AM
(26-04-2015, 11:23 AM)CC-201-23 Wrote:(25-04-2015, 05:22 PM)CC20606 Wrote:(25-04-2015, 08:44 AM)Ardhani Muhad Wrote:nah itu dia,apalagi di pse antara bogo sama progo itu beruntun,habis bogo berangkat,progo masuk(23-04-2015, 07:29 PM)CC-201-23 Wrote:(23-04-2015, 06:05 PM)panji084 Wrote: - jendela model oval bagian ujung2 atas tanpa sudut.
- kolong lebih rapi gak ada kotak2 ase seplit.
Mungkin itu mas kalo yg saya lihat perbedaan dari luar.
Tambahan:
1. jendela hanya 10, bukan 11
2. lebih banyak jendela darurat
di peron yang tinggi, sepintas sulit membedakan K3 dan K3 plus soalnya warna pintu sama-sama orange & ada tulisan "Ekonomi" juga. Kelak kalau Progo & Bogowonto udah full livery kesepakatan, yang belum terbiasa di LPN ada risiko penumpang salah masuk kereta
lagian apa para penumpang bakal memperhatikan sampai sedetail itu?
Kalau di PSE sih palingan cuma ada 2 kemungkinan:
1. Penumpang Progo boleh masuk setelah Bogowonto berangkat (ada sekitar 45 menit jeda antara keduanya, kalau kedua kereta tsb berangkat dari jalur yg sama di PSE)
2. Pemisahan jalur keberangkatan Bogowonto dan Progo (lebih memungkinkan kalau Progo masuk jalur yg sama dengan Senja Solo sekitar 22.05; 25 menit stabling di peron, ketimbang Senja Solo masuk jalur yg sama dgn Bogowonto sekitar 21.50; 10 menit stabling di peron)
Pengalaman naik Progo di bln Desember 2014, masih Gapeka 2014, penumpang Progo baru dibolehkn masuk peron saat Bogowonto sdh berangkat. Blm tau kalo akhir2 ini seperti apa.


