21-02-2015, 07:09 PM
(This post was last modified: 21-02-2015, 07:16 PM by Ardhani Muhad.)
(21-02-2015, 10:35 AM)CC-201-23 Wrote:Bisa juga Joglo Ekspress dipendekkin rangkainnya biar bisa masuk sepur belok MGW kayak dulu pas Madiun Jaya pake rangkaian K3 orange(21-02-2015, 05:57 AM)Dana Komuter Wrote:(23-12-2014, 01:50 PM)Ardhani Muhad Wrote:Ini dia...Betul, biar ga bikin bingung penumpang. Pemberhentian Prameks & Joglo pun beda, si Joglo ga berhenti di MGW. Pernah kejadian di Sidomukti Slo-Yk ada salah seorang penumpang nanya, "Stasiun bandara masih jauh ya, tadi kayaknya udah liat pesawat?", sampai-sampai orang di sebelahnya sejenak terdiam dengan raut muka prihatin. Penumpang tsb ngira pemberhentian Sidomukti sama seperti Prameks, akhirnya dengan hectic langsung turun di LPN, entah penumpang tadi ngelanjut ke bandara pake taksi ato Prameks yang jam 12
activate javascriptHarusnya kalo merasa Yogyakarta dan sekitarnya itu sbg ikon wisata budayanya, Daops VI Yogyakarta hrs sdh tau dg mengantisipasi kemungkinan banyaknya turis yg ingin transit ke bandar udara...
WIsata itu pasti gak jauh dr yg namanya pesawat, krn gerbang suatu wilayah atau negara pun tergantung dr bandar udara.... Tapi ini PT. KAI melalui Daops VI Yogyakarta namnya menelantarin pr penumpang pesawat... OK Ayooo Joglo Ekspress... operasikan selalu KRD dg rute yg menyinggahi stasiun Maguwo donk yah... Jgn sampe nggak nyinggahin... Termausk jg (agak OOT) Sido Mukti...
Apah, kereta sepanjang itu mau disuruh berhenti di MGW? KRD 5 gerbong aja udah kepanjangan utk peronnya MGW.Kalo mau, MGW dibikin jadi stasiun KRL seperti di Jakarta, kereta yg berhenti ga usah masuk sepur belok, dan peron bisa lebih panjang dan luas. Tapi resikonya ya ngga bakal bisa disusul kereta lain, agak susah kalau ada kereta cepat di belakangnya
Pembangunan peron di spoor lurus MGW keknya terkendala sempitnya lahanÂ


Regards,
Public Transportation Enthusiast
Public Transportation Enthusiast



Harusnya kalo merasa Yogyakarta dan sekitarnya itu sbg ikon wisata budayanya, Daops VI Yogyakarta hrs sdh tau dg mengantisipasi kemungkinan banyaknya turis yg ingin transit ke bandar udara...