12-02-2015, 03:51 PM
(23-01-2015, 09:27 PM)stasiunkastephanie Wrote:(26-08-2014, 06:26 PM)Ardhani Muhad Wrote:(26-08-2014, 08:18 AM)Batpod Wrote:(16-06-2013, 12:29 AM)argo_gd Wrote: gaya baru malam selatan itu diambil dr nama apa yah??Saya juga penasaran nih, soalnya belum ada RF yg menjawab secara eksplisit.
Gaya Baru Malam Selatan=???
Alm. Gaya Baru Malam Utara=???
Saya baca-baca Malabar=Malang-Bandung Raya, tapi perasaan Malabar itu nama gunung di Jawa Barat. Tapi ya kok kebetulan sama
Pernah baca, dulu Gaya Baru Malam Selatan namanya "Limex Gaja Baru" (Limex=Limited Express). Reka-reka ngawur dari ane, ada beberapa kemungkinan;
Pertama, berdasar kebiasaan dulu yang sering memberi nama rangkaian kereta pake akronim, mungkin kata "Gaja" diambil dari Gubeng Surabaya-Jakarta (e tapi GBMU kan berakhir di pasar turi)
Kedua, mungkin pas jaman GBMS diluncurkan, kata "Gaja" (Gaya) merupakan kata yang populer di jamannya *kemudian jadi ingat iklan permen segitiga dalam kemasan kaleng jaman dulu* *ada yang masih inget ga? hehe
Ketiga, bisa jadi kata "Gaja" berasal dari Gambir-Soerabaja yang akhirnya setelah EYD diresmikan berubah menjadi "Gaya"
Soal kata "Baru" mungkin untuk menegaskan perubahan nama dari kereta Limex, kemudian kata "malam" untuk menunjukkan rangkaian ini melintas pada malam hari. Lalu kata "selatan" untuk menandai kereta ini melintas di lintasan selatan yang juga untuk membedakan dengan GBMU. Sila dikoreksi, lha wong cuma mereka-reka ngawur
Di forum ini juga, di trit sebelah, pernah dibahas mengenai asal-usul nama Gayabaru. Gayabaru sendiri, seperti yg dijelasin di atas, GAYA emang berasal dari GAmbir-SurabaYA (karena saat itu keberangkatan K3 kebanyakan masih dari GMR). Sedangkan BARU, ini lebih mengacu kepada rangkaian K3 yg sudah menggunakan sistem pengereman baru. Nah, dari situlah didapatkan akronim GAYABARU dari gabungan2 penjelasan di atas.
Ngomong2 soal penamaan KA, saya mencurigai 3 KA berikut:
Kenapa saya curigai? Sebab pada tahun peluncuran 3 KA tsb. bersamaan dg populernya cerita fiksi/legenda asli Indonesia, macam Tutur Tinular dan Gundala Putra Petir. Untuk Dwipangga dan Kamandanu (alm), kita tentu sudah tak asing dengan serial Tutur Tinular, dimana terdapat tokoh bernama Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu, dimana Arya Dwipangga merupakan tokoh antagonis, sedangkan Arya Kamandanu tokoh protagonis. Curiganya, 2 nama itu diluncurkan pada saat boomingnya serial Tutur Tinular, namun dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri diambil dari nama hewan legenda (Dwipangga dari nama gajah, sedangkan Kamandanu dari nama sekumpulan kerbau). Sedangkan untuk Sancaka, siapa yang sudah tak asing dengan Gundala Putra Petir, dimana Sancaka adalah seorang ilmuwan yang dapat berubah wujud menjadi Gundala (seorang superhero). Sedangkan dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sancaka merupakan ular naga legenda. Entah mana teori yang benar mengenai penamaan Dwipangga, Kamandanu, ma Sancaka ini...
- Dwipangga
- Kamandanu (alm)
- Sancaka
maaf, ralat yg dibold..
Cerita tutur tinular itu populer di masyarakat jauh sebelum era KA argo/satwa lahir.. Tutur tinulah mulai muncul di sandiwara radio pada sekitar tahun 1980an dan kemudian mulai difilmkan sekitar akhir 80an s/d awal 90an awal (menghasilkan 4 sekuel).. Sedangkan era KA argo/satwa itu mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 1995an..
FYI aja, hingga saat ini mungkin orang2 lebih kenal kamandanu atau dwipangga itu sbg tokoh2 sentral dalam serial tutur tinular ketimbang pernah jadi nama2 KA tertentu, termasuk sya..

Mungkin maksud si mbak sedang booming itu yg versi sinetronnya karena kebetulan keluarnya sekitar gak lama setelah era KA argo/satwa lahir (tahun 96/97an kalau gak salah).. Tapi tetap, kalau menurut sya tokoh kamandanu dan tokoh dwipangga itu paling mengena di masyarakat pas versi sandiwara radio dan versi 4 sekuel filmnya. Bukan versi sinetronnya..

)