28-01-2015, 11:35 AM
(This post was last modified: 28-01-2015, 11:38 AM by stasiunkastephanie.)
(28-01-2015, 11:19 AM)CC-201-23 Wrote: Kalo lihat Moleks 2, apakah penamaan menggunakan rangkaian (1 dan 2) akan kembali diterapkan?
Kalo nama kayaknya cuman Moleks aja dech, kalo di GAPEKA nantinya adanya Moleks Pagi ma Moleks Malam...
 (28-01-2015, 11:22 AM)bhaskara Wrote:(28-01-2015, 11:17 AM)stasiunkastephanie Wrote:(28-01-2015, 11:03 AM)bhaskara Wrote: Penamaan itu tergantung masing-masing DAOP atau wewenang KAI Pusat ?
Jadi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ada seksi bagian pemberian nama atau bagaimana ya ?
Penamaan KA tidak harus dilakukan oleh kantor pusat PT Sepur, tapi bisa juga diberi nama oleh Kemenhub (pemerintah pusat) atawa Pemda (dalam beberapa kasus nama KA). Tapi, tentu saja penamaan itu harus melalui ACC dari kantor pusat PT Sepur ma Kemenhub...Â
Oooo gitu ya.
Trus nanya lagi nih kalau KRL itu ada yang pakai nama ga ya ?
Ada sebagian yg pake nama resmi, ada juga yg gak. Eh, ngomong2 bukannya ada kebijakan baru dari Kemenhub kalo semua KA PNP tu harus dikasih nama, baik ekspres, lokal, atawa komuter. Lah lokalan daop 1 (odong2/langsam) aja sekarang ada nama resminya loch...Â
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie


 