26-01-2015, 11:45 AM
(25-10-2009, 10:50 AM)Logawa_exp Wrote: kalo aq dulu pas naik sritanjung ada cerita tentang orang yang salah naik di sta. sepanjang
waktu itu si ibu mo ke BW, eh dia asal naik aja ke Sritanjung arah YK...
pas di Krian, diumumin kalo ibu itu diminta turun, tapi dia ga denger coz ngobrol terus...lha pas di stasiun itu sritanjung bersilang dengan sritanjung arah BW...
pas lepas sta. tarik. ( agak lupa ) karcis diperiksa trus KP bilang kalo salah kereta, dan si ibu panik ga karuan, trus ma KP disaranin turun di Jombang utk naik yang ke arah BW. nah setelah itu aq bilang ke KP : "lho pak, bukannya tadi udah kress ma yang ke BW??" dan dia bilang "ohya?? ya udah, biar naik Logawa aja!!"
nah ini yang mungkin jadi pelajaran bagi calon penumpang : "KENALILAH ARAH MANA ANDA AKAN PERGI DAN TANYAKAN PADA PETUGAS SEBELUM NAIK !!!! "
PRAMEKS
Kalau bagi railfans mungkin "mudah" untuk membedakan kereta, tapi bagi banyak orang itu sulit. Saya pernah melihat mbak2 di Stasiun Tugu yang nampaknya baru bekerja beberapa hari di Solo. Di pagi itu kereta yang dia naiki ternyata Prameks ke arah Kutoarjo ! Jadilah dia panik, terpaksa telepon (mungkin atasannya) memberitahu kalau dia salah arah. Karena dia agak bingung, kayaknya dia tetap naik sampai Kutoarjo dan menunggu kereta itu kembali ke Yogya dan terus Solo. Jadi dia terlambat 4-5 jam.

