17-12-2014, 12:30 PM
(17-12-2014, 06:21 AM)Dana Komuter Wrote: Sekilas Manila kayak Jakarta yah... Terutama pola integrasi dan sistem pentiketannya apalagi rangkaian KAnya... Almarhum bokap bilangnya di Manila pun jorok, keluar hotel dekilnya bukan main... Ntah mungkin dia kala itu nginep di hotel bintang 3, tp gak ada pengemis dan gelandangan sih... Sayang dia gak sempet naekin MRT atau pun jg LRT...
Ngomong2 harga tiketnya brapa Peso mas wkt naekin sana? Disetarain dg Rupiah kira2 brapaan? Apa di sana penjaga loketnya sama kayak Jakarta? Yg kasusnya sering korupsi uang kembalian....
Angkutan disana termasuk murah, LRT-MRT disana itu kena 15 peso per orang, 1 peso sekitar 280 rupiah.
 jadi kalau dirupiahin Rp 4.200. pengalaman naik sih nda berani korupsi, nggak tau ya aslinya seperti apa. saya disana cuma 1 hari.
  cuma 2 kali naik LRT pas berangkat sama pulang balik hotel. kalau naik jeepneynya berkali-kali OOT
Quote:secara keseluruhan sih orang sana baik-baik ya, pernah sekali waktu saya naik jeepney sama adik saya, tarif jeepney 8 peso per orang, pas nggak ada uang kecil, saya kasih uang besar, 100 peso kalau nda salah, eh sama supirnya nggak dikasih kembalian, sebelah saya malah yang teriak-teriak ke depan, suruh kasih kembaliannya. Â
kalau pengemis tetep ada mas, ceritanya begini, waktu itu pulang balik ke baclaran, naik jeepney buat ke hotel, saat itu ada pengemis yang datang saat jeepneynya nurunin penumpang, nggak sengaja uangnya penumpang tadi jatuh, sekitar 2 peso tanpa sadar, lalu pengemisnya masuk, nyanyi2, nda ada yang ngasih, akhirnya dia ambil itu uang yang jatuh.
BTT
saya nggak tau sih disana pengamanannya seperti apa, waktu saya naik itu ceritanya sehari setelah terjadi perampokan dengan senjata tajam di salah SM mall ntah yang mana, jadi setiap kali naik kereta tasnya selalu digeledah dulu, dicek sama securitynya, nggak tau ya apa itu tiap hari begitu, atau karena kejadian perampokan itu.

 Â