17-11-2014, 03:30 PM
(This post was last modified: 17-11-2014, 03:58 PM by triez_RF Cirebon.)
Krriiiik.. kriiik. Kriiiik.
Sepi nian. Huft, sepi yah trit ini. Ceritanya membosankah?
Atau perlu diberik variasi supaya rame?
Baiklah, daripada mengeluh, lebih baik kita lanjutkan saya laporan perjalanan ini, biar cepet beres
Â
Sebelumnya, sudah diceritakan bahwa kita telah sampai distasiun muara enim. Disini kami berhenti cukup lama, entah menungu apa rupanya. Kemungkinan sih serelo 6 deh, soalnya dari tadi belom bersilang dengan sodaranya Serelo lima ini. Tak lama terdengar
. “Jalur 2, KA Serelo tujuan akhir stasiun lahat sampai lubuk linggau tunggu bersilang KA serelo... bla.. bla..bla..â€.
Â
Tak ambil pusing, langsung saja saya mencari spot yang bagus untuk mengabadikan moment silangan tersebut, moment bersilang sesama kereta penumpang, yes
Semenit, dua menit, lima menit berlalu kereta yang ditunggu pun belom muncul juga dari hadapan kami. Sampai bosen juga nunggunya. Sambil menunggu, saya gunakan sedikit waktu untuk berfoto-foto kembali suasana stasiun muara enim itu.
Â
[SPOILER]
[/spoiler]
Â
[spoiler]
[/spoiler]
Â
Dan distasiun ini, ada seonggok KKBW yang tersimpan dijalur 3 nya, sepur belok sih. Hehehehe.
Oya, mau tahu gak dimana saya nyepot sambil nunggu kedatangan Serelo 6 ini? Posisinya sih gak jauh-jauh amat, ya disamping lokomotif dinas serelo 5. Disinyal keluar ME arah Lahat, terdapat kurungan, jembatan yang ada kurungannya gitu maksud saya. Tak jauh dari situ, ada rumah sinyal ME juga sih. Nah, biar gak penasaran, bentuknya seperti ini:
Â
[spoiler=rumah sinyal ME]
[/spoiler]
 [SPOILER=kurungan besi]
[/spoiler]
Â
Oya, sepur serelonya masih lama. Masih ada waktu buat saya ceritain stasiun muara enim. Mau tahu tentang muara enim gak?? Nih sedikit saya beri tahu deh..
 Sekilas stasiun muara enim
Stasiun muara enim terletak di KM 396.093. beralamat di jalan sudirman no 1, Muara Enim, provinsi sumatera selatan. Letak stasiun yang memiliki 4 jalur ini cukup strategis, karena berdekatan dengan pusat kota muara enim dan terminal bis antar kota. Stasiun kelas dua ini setiap harinya ramai dipadati oleh calon penumpang, baik KA Serelo maupun KA Sindang Marga. Beberapa KA barang juga da yang singgah distasiun ini, namun bila terjadi persilangan semata.
Â
Sistem persinyalan distasiun yang memiliki Kode ME ini masih menggunakan sinyal non elektrik, alias sinyal mekanik. Stasiun muara enim melayani perjalanan KA selama 24 jam full dalam sehari. Stasiun muara enim memiliki rel cabang menuju stasiun muara enim baru yang selalu sibuk untuk lalu lintas KA batubara rangkaian panjang dari lampung
Â
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
Oya, didepan stasiun muara enim juga terdapat air mancurnya juga. sungguh cantik jika dimalam hari. Sayang sekali saya tidak sempet memfotonya, hanya kenangan dalam fikiran ini
Â
sambil menunggu persilangan tersebut, ternyata banyak juga penumpang yang keluar rangkaian. Mungkin saking lamanya menunggu silangan kali yah, jadi pada kesel deh mereka. Bahkan diantara mereka banyak yang melakukan selfie.
Â
[spoiler]
[/spoiler]
Tak mau ketinggalan, saya pun melakukan dengan hal yang demikian.
Selesai ber-nasis ria ada seseorang menghampiri saya. Bajunya menggunakan seragam pt sepur berwarna putih biru. Stelah saya sapa, rupanya dia adalah assisten massinis s5 yang saya naiki. Wooow, sambil berjabat tangan dia menanyakan apa yang saya lakukan sedari tadi. Dia merhatiin soalnya.
Ass        : dari tadi sepertinya sibuk sekali, lagi ngapain dek?
Saya      : ah engak pak, Cuma iseng ajah
Â
Karena takut diambil nih senjatanya makanya saya agak ngeles aj. Pasang muka jutek dan sinis sambil memelas,. Dan dia kembali berucap:
Â
Ass        : tenang ajah mas. Saya gak akan ngapa-ngapain ko. Saya Cuma mau tanya. Dari tadi sampeyan sepertinya foto-foto yah?
Saya      : iya pak. Kenapa memangnya?
Ass        : ah, tidak apa-apa. Boleh saya lihat hasil jepretannya.
Â
Alhamdulilah, ternyata assisten masinis tersebut baik sekali. Saya kira mau diapain, ternyata dia Cuma pengen liat hasil jepretan saya yang tadi. Berhubung dia assisten masinis, dia tahu spot yang dilalui. Setiap gambar, pasti selalui dia komenin.
Â
[SPOILER]
Cerita diatas adalah gambaran perbincangan singkat saya dengan sang assisten masinis. Bahasa yang digunakan kadang membuat saya bingung, meskipun menggunakan bahasa indonesia, tapi logatnya itu yang bkin bingung[/spoiler]
Â
Tak lama terdengar
“Hati-hati jalur 1, masuk Kereta api serelo tujuan prabumulih hingga kertapati... bla.. bla..bla.â€
dan yang dinantikan pun telah tiba, dengan sangat lama saya menunggunya.Akhirnya kupersiapkan senjata ini, ambil langkah untuk nyepot dan... tentunya setelah berpamitan dengan sang assisten massinis tersebut. dan beginilah hasil persilangan S5 dengan S6 di ME:
[spoiler=detik-detik melewati jembatan]
![[Image: 15779791615_e672bd6584.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5612/15779791615_e672bd6584.jpg)
Â
![[Image: 15779791775_a755857217.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7473/15779791775_a755857217.jpg)
Â
![[Image: 15779791785_8c970135a2.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5608/15779791785_8c970135a2.jpg)
Â
![[Image: 15779791795_aeb11e4877.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15779791795_aeb11e4877.jpg)
Â
[/spoiler]
[spoiler=persiapan nyebrang]
![[Image: 15599677710_0bf5fd7dde.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5613/15599677710_0bf5fd7dde.jpg)
Â
![[Image: 15599677720_b1342e68d3.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8123/15599677720_b1342e68d3.jpg)
Â
![[Image: 15599677740_7610b268fe.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8657/15599677740_7610b268fe.jpg)
Â
[/spoiler]
[spoiler=bersilang 1]
![[Image: 15599677880_4f9a255790.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15599677880_4f9a255790.jpg)
Â
![[Image: 15599677890_cb1c6173eb.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7531/15599677890_cb1c6173eb.jpg)
Â
![[Image: 15164597284_476835de55.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5613/15164597284_476835de55.jpg)
Â
![[Image: 15164597424_b0305a9408.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5614/15164597424_b0305a9408.jpg)
Â
![[Image: 15164597434_43eddd45d5.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5608/15164597434_43eddd45d5.jpg)
[/spoiler]
Â
[spoiler=bersilang 2]
![[Image: 15164597454_3989200346.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7475/15164597454_3989200346.jpg)
Â
![[Image: 15164597504_97035bd0c0.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8622/15164597504_97035bd0c0.jpg)
Â
![[Image: 15164597614_4c1237cdb6.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7478/15164597614_4c1237cdb6.jpg)
Â
![[Image: 15783238691_c0bc721062.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15783238691_c0bc721062.jpg)
[/spoiler]
Â
Ternyata cukup lama juga menanti kedatangan S6 ini. Saking lama dan lambretnya ia jalan, saya bisa mendapatkan banyak sekali foto-foto. Berhubung keterbatasan kouta inet, ka dari itu saya uploadnya sedikit ajah yak. Oya, tepat didepan jembatan itu, ada jalan raya yang menghubungkan antar sungai, dan ketika serelo ini lewat, bisa dibayangkan macetnya seperti apa
Â
Â
[spoiler=Macet]
[/spoiler]
Alhamdulilah, S6 Serelo telah tiba dengan selamat distasiun Muaa enim ini. Sepertinya bakalan langsung jalan ini sepurku, pikirku dalam hati. Rupanya beberapa menit setelah tiba-nya KA serelo genap, serelo lima belom juga jalan-jalan gan. Selidik punya selidik, mendengar pengumuman dari announcement, rupanya Serelo ganjil berangkat setelah serelo genap berangkat. Wiiiis, ampyun deh
Daripada pusing-pusing, akhirnya saya gunakan waktu untuk take foto Serelo enam full team, dan begini hasilnya. Maaf yak kalo tidak bagus:
Â
[spoiler=Serelo genap dimuara enim]
![[Image: 15783238751_1c2323cea0.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7557/15783238751_1c2323cea0.jpg)
Â
![[Image: 15783238761_1a2a5c4208.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7466/15783238761_1a2a5c4208.jpg)
Â
![[Image: 15783238811_8a1471d34d.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5602/15783238811_8a1471d34d.jpg)
[/spoiler]
Â
Ternyata, crew S6 pun keluar kabin. Mungkin didalam kabin sana panas kali yak. Ha ha ha
Tak lama menunggu, S6 diberangkatkan terlebih dahulu. Dan setelah melakukan ritual upacara pemberangkatan KA, S6 akhirnya berjalan perlahan meninggalkan keramaian stasiun muara enim siang itu. Entah habis pikir, kenapa mesti serelo genap dulu yang diberangkatkan?? Padahal serelo lima lah yang lebih dahulu tiba dan menunggu datangnya serelo enam? Dan mengapa juga yang kalah bersilang ditempatkan ditrack lurus, bukan disepur belok layaknya di jawa??
Â
[spoiler]buat teman-teman yang tahu jawabannya, silahkan dishare ya.. soalnya agak
juga. kenapa mesti terjadi hal yang demikian[/spoiler]
 Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar juga
“jalur dua, jalur 2 akan segera diberangkatkan. Kepada para penumpangnya yang masih berada diluar rangkaian, kami persilahkan untuk segera naik.. bla... bla.. bla..â€.
Alhamdulilah, akhirnya berangkat juga.
Pada perjalanan selanjutnya kami akan melintasi beberapa stasiun kecil seperti stasiun banjar sari, stasiun sukacinta, dan stasiun lahat yang berada pada lintas muara enim sampai dengan stasiun lahat sejauh 38 kilometer. Jalur yang dilaluipun masih singel track dimana jalur yang naik turun seperti di track KRL jakarta – bogor.
Â
Saat meninggalkan stasiun muara enim, saya mulai merasakan lapar yang ruuuuuar biasa. Maklum, sejak daripagi bergulat dengan panasnya deburan HSD sisa pembakaran lokomotif. Untungnya saya sudah mempersiapkan perbekalan yang saya beli distasiun kertapati tadi pagi, jadinya gak usah repot-repot datangin kereta makan ditengah rangkaian sana. Maaayan bang. Mari
Â
Setelah selesai menikmati rezeki gusti ALLAH, tak lupa saya ucapkan syukur alhamdulilah karena masih diberikan sedikit rezeki-nya. Bisa dibayangkan kalo joyride tapi gak makan seharian (tentunya gak bisa makan karena alasan tertentu), rasanya tuh ....
Â
[spoiler=SAKIT].[/spoiler]
Â
Selesai makan, sepur ini kembali melambat, seperti biasa. Ini merupakan kode tak tertulis untuk saya untuk segera melakukan persipan untuk mengabadikan moment. Yap, foto-foto lagi deh. Berikutnya, kami telah tiba distasiun Banjar sari.
Â
Â
[spoiler=detik-detik masuk ke stasiun banjar sari]
![[Image: 15600347517_7c02f16f1a.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15600347517_7c02f16f1a.jpg)
![[Image: 15600347627_31b589bbff.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15600347627_31b589bbff.jpg)
![[Image: 15600347677_f920e0c179.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7561/15600347677_f920e0c179.jpg)
[/spoiler]
Â
Sekilas stasiun banjar sari.
Kode stasiunnya adalah BJI, memiliki ketinggian 47 meter dari permukaan laut. Letak bangunannya berada dalam satu rumpun dengan rumah-rumah penduduk disekitarnya. Memiliki 2 jalur, dimana jalur dua adalah jalur untuk KA yang berjalan langsung. Stasiun ini juga memiliki sepoor badug. Kebetulan, ketika saya lewat, ada sesosok rangkaian berdiam diri didalamnya. Entahlah apa itu namanya, mungkin juga NR.
Â
[SPOILER=Banjar sari]
[/SPOILER]
Â
[spoiler=NR kah?]
[/spoiler]
Â
[spoiler]
[/SPOILER]
Â
Â
Jika kamu mengamati kedua foto diatas, maka kamu akan melihat disitu ada bekas tanda-tanda meja putar alias turn table, ya meskipun sisa dan bekas, itu menjukan kalau dulu pernah ada turn table disini. Bagaimana? Adakah ada yang tahu hal tersebut??
Â
Walaupun bangun stasiun BJI dekat dengar rumah-rumah penduduk, tetapi suasana hutann karet masih menyelimuti area ini. Siang hari ajah sepi begini, gimana kalau malam coba? Gak bisa dibayangkan sunyi-nya seperti apa
[spoiler]
[/spoiler]
Â
[spoiler=Masih belom aman]
[/spoiler]
Â
[spoiler=menunggu waktu]
![[Image: 15165779924_28f00be707.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8581/15165779924_28f00be707.jpg)
 [/spoiler]
Â
bersambung dulu yah,Â
nanti dilanjut lagi. jujur, tampilan baru ini membaut saya pusing. mesti ratusan kali  view post untuk memperoleh postingan yang enak dipandang
Sepi nian. Huft, sepi yah trit ini. Ceritanya membosankah?
Atau perlu diberik variasi supaya rame?
Baiklah, daripada mengeluh, lebih baik kita lanjutkan saya laporan perjalanan ini, biar cepet beres
Â
Sebelumnya, sudah diceritakan bahwa kita telah sampai distasiun muara enim. Disini kami berhenti cukup lama, entah menungu apa rupanya. Kemungkinan sih serelo 6 deh, soalnya dari tadi belom bersilang dengan sodaranya Serelo lima ini. Tak lama terdengar
. “Jalur 2, KA Serelo tujuan akhir stasiun lahat sampai lubuk linggau tunggu bersilang KA serelo... bla.. bla..bla..â€.Â
Tak ambil pusing, langsung saja saya mencari spot yang bagus untuk mengabadikan moment silangan tersebut, moment bersilang sesama kereta penumpang, yes

Semenit, dua menit, lima menit berlalu kereta yang ditunggu pun belom muncul juga dari hadapan kami. Sampai bosen juga nunggunya. Sambil menunggu, saya gunakan sedikit waktu untuk berfoto-foto kembali suasana stasiun muara enim itu.
Â
[SPOILER]
[/spoiler]Â
[spoiler]
[/spoiler]Â
Dan distasiun ini, ada seonggok KKBW yang tersimpan dijalur 3 nya, sepur belok sih. Hehehehe.
Oya, mau tahu gak dimana saya nyepot sambil nunggu kedatangan Serelo 6 ini? Posisinya sih gak jauh-jauh amat, ya disamping lokomotif dinas serelo 5. Disinyal keluar ME arah Lahat, terdapat kurungan, jembatan yang ada kurungannya gitu maksud saya. Tak jauh dari situ, ada rumah sinyal ME juga sih. Nah, biar gak penasaran, bentuknya seperti ini:
Â
[spoiler=rumah sinyal ME]
[/spoiler]Â [SPOILER=kurungan besi]
[/spoiler]Â
Oya, sepur serelonya masih lama. Masih ada waktu buat saya ceritain stasiun muara enim. Mau tahu tentang muara enim gak?? Nih sedikit saya beri tahu deh..
 Sekilas stasiun muara enim
Stasiun muara enim terletak di KM 396.093. beralamat di jalan sudirman no 1, Muara Enim, provinsi sumatera selatan. Letak stasiun yang memiliki 4 jalur ini cukup strategis, karena berdekatan dengan pusat kota muara enim dan terminal bis antar kota. Stasiun kelas dua ini setiap harinya ramai dipadati oleh calon penumpang, baik KA Serelo maupun KA Sindang Marga. Beberapa KA barang juga da yang singgah distasiun ini, namun bila terjadi persilangan semata.
Â
Sistem persinyalan distasiun yang memiliki Kode ME ini masih menggunakan sinyal non elektrik, alias sinyal mekanik. Stasiun muara enim melayani perjalanan KA selama 24 jam full dalam sehari. Stasiun muara enim memiliki rel cabang menuju stasiun muara enim baru yang selalu sibuk untuk lalu lintas KA batubara rangkaian panjang dari lampung
Â
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]
[/spoiler]Oya, didepan stasiun muara enim juga terdapat air mancurnya juga. sungguh cantik jika dimalam hari. Sayang sekali saya tidak sempet memfotonya, hanya kenangan dalam fikiran ini
Â
sambil menunggu persilangan tersebut, ternyata banyak juga penumpang yang keluar rangkaian. Mungkin saking lamanya menunggu silangan kali yah, jadi pada kesel deh mereka. Bahkan diantara mereka banyak yang melakukan selfie.
Â
[spoiler]
[/spoiler]Tak mau ketinggalan, saya pun melakukan dengan hal yang demikian.
Selesai ber-nasis ria ada seseorang menghampiri saya. Bajunya menggunakan seragam pt sepur berwarna putih biru. Stelah saya sapa, rupanya dia adalah assisten massinis s5 yang saya naiki. Wooow, sambil berjabat tangan dia menanyakan apa yang saya lakukan sedari tadi. Dia merhatiin soalnya.
Ass        : dari tadi sepertinya sibuk sekali, lagi ngapain dek?
Saya      : ah engak pak, Cuma iseng ajah
Â
Karena takut diambil nih senjatanya makanya saya agak ngeles aj. Pasang muka jutek dan sinis sambil memelas,. Dan dia kembali berucap:
Â
Ass        : tenang ajah mas. Saya gak akan ngapa-ngapain ko. Saya Cuma mau tanya. Dari tadi sampeyan sepertinya foto-foto yah?
Saya      : iya pak. Kenapa memangnya?
Ass        : ah, tidak apa-apa. Boleh saya lihat hasil jepretannya.
Â
Alhamdulilah, ternyata assisten masinis tersebut baik sekali. Saya kira mau diapain, ternyata dia Cuma pengen liat hasil jepretan saya yang tadi. Berhubung dia assisten masinis, dia tahu spot yang dilalui. Setiap gambar, pasti selalui dia komenin.

Â
[SPOILER]
Cerita diatas adalah gambaran perbincangan singkat saya dengan sang assisten masinis. Bahasa yang digunakan kadang membuat saya bingung, meskipun menggunakan bahasa indonesia, tapi logatnya itu yang bkin bingung[/spoiler]
Â
Tak lama terdengar

“Hati-hati jalur 1, masuk Kereta api serelo tujuan prabumulih hingga kertapati... bla.. bla..bla.â€
dan yang dinantikan pun telah tiba, dengan sangat lama saya menunggunya.Akhirnya kupersiapkan senjata ini, ambil langkah untuk nyepot dan... tentunya setelah berpamitan dengan sang assisten massinis tersebut. dan beginilah hasil persilangan S5 dengan S6 di ME:
[spoiler=detik-detik melewati jembatan]
![[Image: 15779791615_e672bd6584.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5612/15779791615_e672bd6584.jpg)
Â
![[Image: 15779791775_a755857217.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7473/15779791775_a755857217.jpg)
Â
![[Image: 15779791785_8c970135a2.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5608/15779791785_8c970135a2.jpg)
Â
![[Image: 15779791795_aeb11e4877.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15779791795_aeb11e4877.jpg)
Â
[/spoiler][spoiler=persiapan nyebrang]
![[Image: 15599677710_0bf5fd7dde.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5613/15599677710_0bf5fd7dde.jpg)
Â
![[Image: 15599677720_b1342e68d3.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8123/15599677720_b1342e68d3.jpg)
Â
![[Image: 15599677740_7610b268fe.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8657/15599677740_7610b268fe.jpg)
Â
[/spoiler][spoiler=bersilang 1]
![[Image: 15599677880_4f9a255790.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15599677880_4f9a255790.jpg)
Â
![[Image: 15599677890_cb1c6173eb.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7531/15599677890_cb1c6173eb.jpg)
Â
![[Image: 15164597284_476835de55.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5613/15164597284_476835de55.jpg)
Â
![[Image: 15164597424_b0305a9408.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5614/15164597424_b0305a9408.jpg)
Â
![[Image: 15164597434_43eddd45d5.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5608/15164597434_43eddd45d5.jpg)
[/spoiler]
Â
[spoiler=bersilang 2]
![[Image: 15164597454_3989200346.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7475/15164597454_3989200346.jpg)
Â
![[Image: 15164597504_97035bd0c0.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8622/15164597504_97035bd0c0.jpg)
Â
![[Image: 15164597614_4c1237cdb6.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7478/15164597614_4c1237cdb6.jpg)
Â
![[Image: 15783238691_c0bc721062.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5604/15783238691_c0bc721062.jpg)
[/spoiler]
Â
Ternyata cukup lama juga menanti kedatangan S6 ini. Saking lama dan lambretnya ia jalan, saya bisa mendapatkan banyak sekali foto-foto. Berhubung keterbatasan kouta inet, ka dari itu saya uploadnya sedikit ajah yak. Oya, tepat didepan jembatan itu, ada jalan raya yang menghubungkan antar sungai, dan ketika serelo ini lewat, bisa dibayangkan macetnya seperti apa
Â
Â
[spoiler=Macet]
[/spoiler]Alhamdulilah, S6 Serelo telah tiba dengan selamat distasiun Muaa enim ini. Sepertinya bakalan langsung jalan ini sepurku, pikirku dalam hati. Rupanya beberapa menit setelah tiba-nya KA serelo genap, serelo lima belom juga jalan-jalan gan. Selidik punya selidik, mendengar pengumuman dari announcement, rupanya Serelo ganjil berangkat setelah serelo genap berangkat. Wiiiis, ampyun deh
Daripada pusing-pusing, akhirnya saya gunakan waktu untuk take foto Serelo enam full team, dan begini hasilnya. Maaf yak kalo tidak bagus:Â
[spoiler=Serelo genap dimuara enim]
![[Image: 15783238751_1c2323cea0.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7557/15783238751_1c2323cea0.jpg)
Â
![[Image: 15783238761_1a2a5c4208.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7466/15783238761_1a2a5c4208.jpg)
Â
![[Image: 15783238811_8a1471d34d.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5602/15783238811_8a1471d34d.jpg)
[/spoiler]
Â
Ternyata, crew S6 pun keluar kabin. Mungkin didalam kabin sana panas kali yak. Ha ha ha
Tak lama menunggu, S6 diberangkatkan terlebih dahulu. Dan setelah melakukan ritual upacara pemberangkatan KA, S6 akhirnya berjalan perlahan meninggalkan keramaian stasiun muara enim siang itu. Entah habis pikir, kenapa mesti serelo genap dulu yang diberangkatkan?? Padahal serelo lima lah yang lebih dahulu tiba dan menunggu datangnya serelo enam? Dan mengapa juga yang kalah bersilang ditempatkan ditrack lurus, bukan disepur belok layaknya di jawa??
Â
[spoiler]buat teman-teman yang tahu jawabannya, silahkan dishare ya.. soalnya agak
juga. kenapa mesti terjadi hal yang demikian[/spoiler]Â Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar juga

“jalur dua, jalur 2 akan segera diberangkatkan. Kepada para penumpangnya yang masih berada diluar rangkaian, kami persilahkan untuk segera naik.. bla... bla.. bla..â€.
Alhamdulilah, akhirnya berangkat juga.
Pada perjalanan selanjutnya kami akan melintasi beberapa stasiun kecil seperti stasiun banjar sari, stasiun sukacinta, dan stasiun lahat yang berada pada lintas muara enim sampai dengan stasiun lahat sejauh 38 kilometer. Jalur yang dilaluipun masih singel track dimana jalur yang naik turun seperti di track KRL jakarta – bogor.
Â
Saat meninggalkan stasiun muara enim, saya mulai merasakan lapar yang ruuuuuar biasa. Maklum, sejak daripagi bergulat dengan panasnya deburan HSD sisa pembakaran lokomotif. Untungnya saya sudah mempersiapkan perbekalan yang saya beli distasiun kertapati tadi pagi, jadinya gak usah repot-repot datangin kereta makan ditengah rangkaian sana. Maaayan bang. Mari
Â
Setelah selesai menikmati rezeki gusti ALLAH, tak lupa saya ucapkan syukur alhamdulilah karena masih diberikan sedikit rezeki-nya. Bisa dibayangkan kalo joyride tapi gak makan seharian (tentunya gak bisa makan karena alasan tertentu), rasanya tuh ....
Â
[spoiler=SAKIT].[/spoiler]
Â
Selesai makan, sepur ini kembali melambat, seperti biasa. Ini merupakan kode tak tertulis untuk saya untuk segera melakukan persipan untuk mengabadikan moment. Yap, foto-foto lagi deh. Berikutnya, kami telah tiba distasiun Banjar sari.
Â
Â
[spoiler=detik-detik masuk ke stasiun banjar sari]
![[Image: 15600347517_7c02f16f1a.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15600347517_7c02f16f1a.jpg)
![[Image: 15600347627_31b589bbff.jpg]](https://farm6.staticflickr.com/5610/15600347627_31b589bbff.jpg)
![[Image: 15600347677_f920e0c179.jpg]](https://farm8.staticflickr.com/7561/15600347677_f920e0c179.jpg)
[/spoiler]Â
Sekilas stasiun banjar sari.
Kode stasiunnya adalah BJI, memiliki ketinggian 47 meter dari permukaan laut. Letak bangunannya berada dalam satu rumpun dengan rumah-rumah penduduk disekitarnya. Memiliki 2 jalur, dimana jalur dua adalah jalur untuk KA yang berjalan langsung. Stasiun ini juga memiliki sepoor badug. Kebetulan, ketika saya lewat, ada sesosok rangkaian berdiam diri didalamnya. Entahlah apa itu namanya, mungkin juga NR.
Â
[SPOILER=Banjar sari]
[/SPOILER]Â
[spoiler=NR kah?]
[/spoiler]Â
[spoiler]
[/SPOILER]Â
Â
Jika kamu mengamati kedua foto diatas, maka kamu akan melihat disitu ada bekas tanda-tanda meja putar alias turn table, ya meskipun sisa dan bekas, itu menjukan kalau dulu pernah ada turn table disini. Bagaimana? Adakah ada yang tahu hal tersebut??
Â
Walaupun bangun stasiun BJI dekat dengar rumah-rumah penduduk, tetapi suasana hutann karet masih menyelimuti area ini. Siang hari ajah sepi begini, gimana kalau malam coba? Gak bisa dibayangkan sunyi-nya seperti apa

[spoiler]
[/spoiler]Â
[spoiler=Masih belom aman]
[/spoiler] Â
[spoiler=menunggu waktu]
![[Image: 15165779924_28f00be707.jpg]](https://farm9.staticflickr.com/8581/15165779924_28f00be707.jpg)
 [/spoiler]
Â
bersambung dulu yah,Â
nanti dilanjut lagi. jujur, tampilan baru ini membaut saya pusing. mesti ratusan kali  view post untuk memperoleh postingan yang enak dipandang
