06-06-2008, 08:03 AM
ridwan04 Wrote:Saya mau tanya ke mas2 semua yang pengalamannya luar biasa saya lihat di forum ini
Sebenarnya tujuan dari putar loko dengan turn table itu buat apa ya? Yang saya baca di majalah KA, di divre Sumut cuma ada satu turn table dan dilakukan putar loko 6bulan sekali. Kenapa cuma dilakonin enam bulan sekali (ada waktu2 tertentu)
Mohon penjelasannya
Di Indonesia ada loko-loko yang tidak memiliki 2 cabin seperti loko seri BB300x. Karena tidak memiliki 2 cabin maka ada satu masa dimana masinis mengemudikan loko dalam posisi long-hood (hidung panjang istilahnya) dimana posisi mesin diesel ada di depan masinis.
Secara teknis, loko-loko tersebut (seri CC dan BB200) tidak ada masalah dengan posisi long-hood atau short-hood.
Cuman jarak pandang masinis akan terganggu jika harus mengemudikan dalam posisi long-hood karena jarak pandang yang terbatas, hanya mengandalkan jendela kecil di kiri atau kanan saja.
Jadi gunanya turn-table adalah untuk memutar posisi loko dari long-hodd ke short-hood.
Sebenaranya untuk memutar loko tidak harus dengan turn table, bisa dengan segita pembalik (SMT, SLO) atau baloon loop (SDT, MRI-THB-KPB-JNG).
Saya juga baru dengar, jika di Divre-1 Sumut, loko hanya diputar setiap 6 bulan, mungkin saja kondisi turn-tablenya yang cuman satu, sementara lokonya masih terlalu sibuk 'dines' narik rangkaian.
