12-10-2014, 07:30 PM
(12-10-2014, 01:24 PM)dixtra Wrote:(09-10-2014, 05:55 AM)stasiunkastephanie Wrote: Mau nanya nih, 159 ma 160 ini termasuk yg perjalanannya laknat atau gak? Soalnya ntar mau nyoba naik Pasundan 159 ma 160, sapa tau tingkat "kelaknatannya" gak separah yg diceritakan...
Kata om gw, Pasundan karena "laknatnya", makanya dijuluki KA "Dorongdong"
seperti pengalaman yang saya tulis di postingan sebelumnya tergolong laknat mbak dua-duanya. Kalau bagi RF sih asyik aja karena dikit2 kalah silang jadi bisa foto2, tapi kalau non-RF pasti males banget bahkan kapok naik ini untuk relasi jauh. Saran saya cari tempat duduk di tengah kereta mbak karena pengalaman 3x pp naik ini 5 bulan terakhir pilih tempat duduk dekat bordes selalu tercium bau busuk khas WC. padahal OTC mondar-mandir terus untuk kasih pewangi tapi tetap saja baunya gak ilang2 karena: (bacanya jangan sambil makan)
[spoiler]
...karena toliet K3 Pasundan bukan yang langsung "plung" ke rel tapi ada pengolah, dan setelah saya cek semua K3 ternyata sistem pengolahnya ini pada rusak dan mampet sehingga ada saja yang nyangkut "hajat"nya dan aromanya tersebar hingga ke tempat duduk dekat bordes
[/spoiler]
bertambah satu lagi deh gelar laknatnya pasundan
semoga komuter di Surabaya dan sekitarnya lebih baik lagi 




