28-09-2014, 08:03 PM
Hari Jumat kemarin tanggal 25 September ketika naik pasundan 159 bisa dibilang "sudah jatuh ketimpa tangga" karena kereta yang saya naiki mengalami dua kerusakan sekaligus. Berangkat tepat 9.10 dari SGU, ditarik CC2030201, sempat senang juga pasundan akhirnya ditarik hidung miring, padahal kelak si hidung miring inilah biang kerok sebenarnya. Kereta berjalan normal dan akhirnya tiba di KTA terlambat sekitar 15 menit. Kok berhenti lama sekali dan orang2 di kereta depan kok pada turun? Ternyata kereta depan saya mengalami kerusakan, sehingga harus di ganti. Disiniliah mulai keapesan yang pertama. Proses mengganti K3 SDT yang rusak dengan K3 KTA yang akan menjadi pengganti cukup lama. Sampai akhirnya progo 165 dateng, berhenti sebentar menaikkan penumpang dan yang dijalankan duluan si 165, padahal kereta saya sudah siap berangkat!
. Akhirnya 159 diberangkatkan sekitar 16.15, telat 75 menit. Kereta berjalan normal lagi dan akhirnya 159 kembali menyusul 165 di KYA. Sampai di TSM terlambat sekitar 45 menit, selesai naik turun penumpang berangkat lagi dan akhirnya berhenti di sepur lurus Rajapolah sekitar 20.30. Karena tidak tahan menunggu terlalu lama di kereta saya turun dan ada kayak ribut2 antara penumpang dan PPKA dan setelah saya tanya ternyata CC2030201 mogok karena komponennya terbakar
. Orang2 yang ribut dengan PPKA itu ternyata orang yang akan estafet dengan serayu, tapi ketika serayu datang mereka tidak diijinkan untuk naik. Sebenarnya kasihan juga dengan PPKA yang bertampang mirip pemain sinetron ind***r itu harus menjelaskan kondisi kepada para penumpang estafet yang agak emosi tersebut. PPKA juga berkata bahwa kami diharuskan menunggu lokpen dari Cibatu. Lokpen itu (CC2039504) sendiri baru datang sekitar jam 23.00. 23.15 kereta berangkat lagi, dan tiba di KAC 02.30, telat 3.5 jam
, rekor keterlambatan ini memang belum bisa mengalahkan ketika saya naik argo wilis tahun 2000an yang mencapai 6 jam, tapi karena ini kereta ekonomi bisa dibayangkan betapa capeknya. Kekecewaan dan kecapekan ini sedikit terobati karena begitu keluar stasiun para penumpang diberi popmie dan air botol gratis, lumayan lah untuk perjalanan selanjutnya
. Akhirnya 159 diberangkatkan sekitar 16.15, telat 75 menit. Kereta berjalan normal lagi dan akhirnya 159 kembali menyusul 165 di KYA. Sampai di TSM terlambat sekitar 45 menit, selesai naik turun penumpang berangkat lagi dan akhirnya berhenti di sepur lurus Rajapolah sekitar 20.30. Karena tidak tahan menunggu terlalu lama di kereta saya turun dan ada kayak ribut2 antara penumpang dan PPKA dan setelah saya tanya ternyata CC2030201 mogok karena komponennya terbakar
. Orang2 yang ribut dengan PPKA itu ternyata orang yang akan estafet dengan serayu, tapi ketika serayu datang mereka tidak diijinkan untuk naik. Sebenarnya kasihan juga dengan PPKA yang bertampang mirip pemain sinetron ind***r itu harus menjelaskan kondisi kepada para penumpang estafet yang agak emosi tersebut. PPKA juga berkata bahwa kami diharuskan menunggu lokpen dari Cibatu. Lokpen itu (CC2039504) sendiri baru datang sekitar jam 23.00. 23.15 kereta berangkat lagi, dan tiba di KAC 02.30, telat 3.5 jam
, rekor keterlambatan ini memang belum bisa mengalahkan ketika saya naik argo wilis tahun 2000an yang mencapai 6 jam, tapi karena ini kereta ekonomi bisa dibayangkan betapa capeknya. Kekecewaan dan kecapekan ini sedikit terobati karena begitu keluar stasiun para penumpang diberi popmie dan air botol gratis, lumayan lah untuk perjalanan selanjutnya
