20-03-2009, 10:03 PM
defender!p@c Wrote:bejitta Wrote:Quote:maunya sih gitu bro,![]()
cm utk kesana ky nya berat, soalnya utk jalur2 kecil gandarnya ga sebesar jalur2 biasa alias cuma bisa dilewatin loko kecil kaya lok d atau bb kali ya, utk jalur2 kecil yang berada di pinggir jalan cocoknya pake railbus
kalo gak, cuman bisa dilewatin lori nya pabrik gula di sekitar situ aja kali yah ...
yah prospeknya kecil ya??????![]()
lagian, kalo buat kereta lori , nasibnya juga terancam sama moda transportasi lain semacam Truk.
Waktu kemarin mudik lewat jalu itu, awak juga nggak liat ada kereta lori yang melintas.
Jangan2 udah di pensiunkan.......
Kalau tidak salah, KA tersebut dulu jurusannya sampai Slahung yaaa? Jadi Madiun-Ponorogo-Slahung (kalau tidak salah)
Rob Dickinson, seorang railfan senior dari Inggris sempat mendokumentasikan masa aktif rute itu dan dipublikasikan melalui situs ini:
http://www.steam.dial.pipex.com/java/java7603.htm
Tentang jalur lori tebu, Agustus 2008 lalu, saya blusukan ke daerah sana dan mampir ke PG Pagotan. Dulu Dickinson mendokumentasikan ketika lolo masih warna hijau, tapi sekarang sudah diganti warna merah. Loko uap lori tebu masih aktif namun sekedar untuk memindahkan tebu dari emplasemen truk menuju pabrik. Jadi tidak lagi jalan keluar pabrik.
Foto ada di sini:
http://www.flickr.com/photos/23392902@N05/2813219590/
http://www.flickr.com/photos/23392902@N05/2816182097/
Salam,
Toto




