19-09-2014, 06:09 PM
(19-09-2014, 06:02 AM)pws1996 Wrote: Ya benar, ini bukan untuk brand war atau tranport war, tapi untuk mengetahui lebih dalam tentang perkereta apian, untuk menunjukkan bahwa kereta api lebih efektif untuk angkutan darat jarak jauh dan atau masal, yg tidak hanya berdasar perkiraan saja.
Karena selama ini kita tahu kereta api lebih efektif utk angkutan masal dan atau jarak jauh, tapi hamya sebatas perkiraan, dan kenyataanlain:
- pemerintah kurang memprioritaskan mengembangkan moda transportasi
- kalau mmemang kereta lebih hemat untuk biaya operasional kenapa tarifnya tidak lebih murah?
Setahu saya (CMIIW) kereta api tidak lebih hemat untuk biaya operasional karena bahan bakar lokomotif memakai bahan bakar non subsidi (HSD), beda dengan bis yang pakai premium bersubsidi. Perlu diingat juga bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengoperasikan kereta api harus membayar TAC (Track Access Charge/ Biaya melewati jalur), bandingkan dengan bis yang tidak membayar (kecuali lewat jalan tol tapi tentu saja tidak seberapa dibandingkan TAC). Belum lagi komponen kereta api yang lebih susah dicari dan mahal daripada bus, pelemparan batu dan sabotase jalur juga menambah biaya perbaikan. Ini benar-benar perlu dukungan pemerintah agar biaya2 tersebut ditekan, tapi sayangnya pemerintahan baru periode selanjutnya fokusnya transportasi laut, terpaksa harus bersabar dan gigit 2 jari dulu

