Bertemu kembali dalam laporan perjalanan saya, sebelum laporan ini dimulai, sedikit pemberitahuan kalau dalam thread ini foto yang bakal ditampilkan hanya sedikit, karena awalnya penulis hanya berniat membuat kompilasi video, namun terinspirasi dari thread lika-liku Commuter Line oleh triez_RF Cirebon, akhirnya penulis tergerak untuk membuat laporannya sendiri. Tapi, kali ini laporan dibuat dari sudut pandang seseorang yang “asing†dengan makhluk bernama Commuter Line, sehingga cukup tercengang-cengang juga dengan beberapa hal yang, bagi para komuter reguler, adalah sesuatu yang biasa-biasa saja... 
Oke, cukup basa-basinya, berikut adalah laporan selengkapnya. Selamat menikmati!
Adalah tanggal 28 Juli 2014, awal mula dari rencana perjalanan ini. Sesuai rencana semula, tepat pukul 06:45, ketika para tetangga bersiap menuju masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Ied, penulis dan keluarga mengeluarkan mobil dari garasi dan memulai perjalanan menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan kurang lebih 135 kilometer, terpantau arus lalu lintas Tol Pasteur-Padalarang-Dawuan-Pondok Gede sangat lengang, sehingga penulis cukup memacu mobil dengan kecepatan 80-100 km/h, menikmati ruas jalan yang benar-benar bebas hambatan. Untuk pertama kalinya pula, penulis memilih untuk tidak mampir di rest area langganan di KM 62, karena takut pada saat kembali melanjutkan perjalanan, ruas tol tidak lagi sesepi sebelumnya.
Keluar di exit Jatiwaringin, tempat pertama yang dituju rombongan penulis adalah rumah nenek dari penulis di daerah Pondok Bambu. Puas bersilaturahmi dengan beliau, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju bagian barat Jakarta. Maksud hati memilih lewat tol lingkar luar untuk mengirit waktu perjalanan, rombongan malah terjebak macet di jalan menuju Jatiwaringin. Beruntung, ruas tol JORR menjelang jam makan siang saat itu terpantau padat lancar hingga percabangan masuk tol Jakarta-Serpong, di mana hampir setengah lusin kendaraan tujuan Serpong keterusan dan masuk ke jalur Ulujami-Ciledug (yang baru dibuka dalam hitungan hari) dan mengantri mundur, menyebabkan sedikit kemacetan di percabangan tersebut.
Keluar dari Gerbang Tol Pondok Aren, kendaraan memasuki wilayah Bintaro Jaya, dan dengan arus lalu lintas yang cenderung padat di perempatan Bintaro Plaza, mengakhiri perjalanan di daerah Pondok Ranji. Waktu perjalanan yang ditempuh dari Pondok Bambu menuju Pondok Ranji, ironisnya, sama lamanya dengan waktu perjalanan dari Cimindi menuju Pondok Bambu: 1,5 jam...
Selama berada di wilayah dari Kota Tangerang Selatan ini, penulis diajak berkeliling di Kota Tua, mengunjungi mall Grand Indonesia, juga menikmati udara segar di Cibatok, Bogor. Rencananya, dari Cibatok, penulis beserta keluarga akan kembali ke Bandung tanggal 31 Juli, tapi semua rencana berubah karena keluarga penulis diajak untuk memperpanjang liburan hingga tanggal 3 Agustus. Perubahan tidak diduga ini sebenarnya menguntungkan penulis, yang sudah memiliki rencana berkumpul dengan teman-teman SMA di Jakarta dari tanggal 1 sampai 3, yaitu penulis tidak perlu repot bolak-balik Jakarta-Bandung-Jakarta, cukup menunggu kedatangan teman-teman dari Bandung. Perubahan ini pula yang membuat penulis terus berandai-andai untuk melaksanakan inti cerita dari laporan perjalanan ini...
Setelah berkonsultasi dengan saudara yang adalah seorang komuter reguler, dibuatlah beberapa skenario perjalanan menggunakan Commuter Line dari Pondok Ranji menuju Tanah Abang. Skenario pertama, apabila penulis bertemu dengan teman-teman di hotel yang terletak di bilangan Pecenongan, penulis disarankan tap out di Tanah Abang dan melanjutkan perjalanan dengan bajaj menuju Pecenongan. Skenario kedua, apabila meeting point diputuskan di salah satu dari sekian mall yang bertebaran di ruas Sudirman-Thamrin, penulis disarankan menyambung CL tujuan Manggarai dan tap out di Sudirman, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transjakarta, entah turun di Polda, Bundaran HI, atau halte lainnya. Skenario ketiga, apabila titik pertemuan disepakati di Mall Taman Anggrek, penulis disarankan tap out di Palmerah dan melanjutkan perjalanan dengan taksi menuju MTA. Tapi, pada tanggal 30 malam, rencana kembali berubah. Penulis akan diantarkan langsung dari Cibatok menuju Taman Anggrek. Dengan begitu, pupuslah sudah harapan pertama penulis menikmati Commuter Line...
Tapi, ternyata penulis diberi kesempatan pada hari lainnya untuk kesampaian menikmati perjalanan dengan Commuter Line. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Tetap stay tune di Cerita Jalan-Jalan Naik Commuter Line!

Oke, cukup basa-basinya, berikut adalah laporan selengkapnya. Selamat menikmati!

P R O L O G
Adalah tanggal 28 Juli 2014, awal mula dari rencana perjalanan ini. Sesuai rencana semula, tepat pukul 06:45, ketika para tetangga bersiap menuju masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Ied, penulis dan keluarga mengeluarkan mobil dari garasi dan memulai perjalanan menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan kurang lebih 135 kilometer, terpantau arus lalu lintas Tol Pasteur-Padalarang-Dawuan-Pondok Gede sangat lengang, sehingga penulis cukup memacu mobil dengan kecepatan 80-100 km/h, menikmati ruas jalan yang benar-benar bebas hambatan. Untuk pertama kalinya pula, penulis memilih untuk tidak mampir di rest area langganan di KM 62, karena takut pada saat kembali melanjutkan perjalanan, ruas tol tidak lagi sesepi sebelumnya.
Keluar di exit Jatiwaringin, tempat pertama yang dituju rombongan penulis adalah rumah nenek dari penulis di daerah Pondok Bambu. Puas bersilaturahmi dengan beliau, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju bagian barat Jakarta. Maksud hati memilih lewat tol lingkar luar untuk mengirit waktu perjalanan, rombongan malah terjebak macet di jalan menuju Jatiwaringin. Beruntung, ruas tol JORR menjelang jam makan siang saat itu terpantau padat lancar hingga percabangan masuk tol Jakarta-Serpong, di mana hampir setengah lusin kendaraan tujuan Serpong keterusan dan masuk ke jalur Ulujami-Ciledug (yang baru dibuka dalam hitungan hari) dan mengantri mundur, menyebabkan sedikit kemacetan di percabangan tersebut.
Keluar dari Gerbang Tol Pondok Aren, kendaraan memasuki wilayah Bintaro Jaya, dan dengan arus lalu lintas yang cenderung padat di perempatan Bintaro Plaza, mengakhiri perjalanan di daerah Pondok Ranji. Waktu perjalanan yang ditempuh dari Pondok Bambu menuju Pondok Ranji, ironisnya, sama lamanya dengan waktu perjalanan dari Cimindi menuju Pondok Bambu: 1,5 jam...
Selama berada di wilayah dari Kota Tangerang Selatan ini, penulis diajak berkeliling di Kota Tua, mengunjungi mall Grand Indonesia, juga menikmati udara segar di Cibatok, Bogor. Rencananya, dari Cibatok, penulis beserta keluarga akan kembali ke Bandung tanggal 31 Juli, tapi semua rencana berubah karena keluarga penulis diajak untuk memperpanjang liburan hingga tanggal 3 Agustus. Perubahan tidak diduga ini sebenarnya menguntungkan penulis, yang sudah memiliki rencana berkumpul dengan teman-teman SMA di Jakarta dari tanggal 1 sampai 3, yaitu penulis tidak perlu repot bolak-balik Jakarta-Bandung-Jakarta, cukup menunggu kedatangan teman-teman dari Bandung. Perubahan ini pula yang membuat penulis terus berandai-andai untuk melaksanakan inti cerita dari laporan perjalanan ini...
Setelah berkonsultasi dengan saudara yang adalah seorang komuter reguler, dibuatlah beberapa skenario perjalanan menggunakan Commuter Line dari Pondok Ranji menuju Tanah Abang. Skenario pertama, apabila penulis bertemu dengan teman-teman di hotel yang terletak di bilangan Pecenongan, penulis disarankan tap out di Tanah Abang dan melanjutkan perjalanan dengan bajaj menuju Pecenongan. Skenario kedua, apabila meeting point diputuskan di salah satu dari sekian mall yang bertebaran di ruas Sudirman-Thamrin, penulis disarankan menyambung CL tujuan Manggarai dan tap out di Sudirman, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transjakarta, entah turun di Polda, Bundaran HI, atau halte lainnya. Skenario ketiga, apabila titik pertemuan disepakati di Mall Taman Anggrek, penulis disarankan tap out di Palmerah dan melanjutkan perjalanan dengan taksi menuju MTA. Tapi, pada tanggal 30 malam, rencana kembali berubah. Penulis akan diantarkan langsung dari Cibatok menuju Taman Anggrek. Dengan begitu, pupuslah sudah harapan pertama penulis menikmati Commuter Line...

Tapi, ternyata penulis diberi kesempatan pada hari lainnya untuk kesampaian menikmati perjalanan dengan Commuter Line. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Tetap stay tune di Cerita Jalan-Jalan Naik Commuter Line!

