05-04-2014, 08:53 PM
(05-04-2014, 03:58 AM)CC-201-23 Wrote:(04-04-2014, 07:32 PM)Ardhani Muhad Wrote:(21-03-2014, 11:51 AM)Hungry Soul Wrote: Tentang klasifikasi seat, tidak ada pertimbangan apapun sih menurut saya. Ya cuma kan Sub J (terendah) itu rata-rata ngambil jatah 25 kursi tiap rangkaian dimulai dari K1-1 Seat 1A hingga 25 seat di belakangnya yang diambil secara berurutan dari nomor terkecil serta alfabet terkecil. Jadi lah kalau dihitung seat ke-25 ada di seat 7B. Seat 7C adalah ke-26 dari depan, sementara kuota sub terendah adalah 25 lembar. Ya berarti 7C akan masuk kelas di atasnya, yaitu Sub I .... begitulah kurang lebih
Oo.. jadi karena ada kuota 25 kursi, maka seat 7AB masuk Sub J. Dulu pas awal2 ada pembagian subclass, saya ngira harga ditentukan dari posisi seat. Misal yang seatnya diatas boogie lebih murah dibandingkan seat yang ditengah
Pada awalnya kan memang menggunakan sistem seperti itu, sampai semua subkelas murah dipindahkan ke depan.
Yup, dulunya semua subkelas dibagi rata ke semua kereta, sub J rata-rata di atas roda sekaligus di dekat pintu. Entah kenapa sekarang malah subkelas terendah dibawa ke depan semuanya .... jadi agak kabur dan kurang jelas perbedaan antarsubkelas nya menurut saya kalo sistem yang sekarang mah

Mantra anti-OOT:
Seandainya kelak majikan saya ada di seputaran Bodetabek .... sepur ini tampaknya bisa jadi salah satu alternatif pulkam selain Bangunkarta pada GAPEKA 2014 nih ....

*berharap dan berdoa ndak apa-apa dong yaa?
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

