20-03-2014, 10:58 AM
(19-03-2014, 12:32 PM)Hungry Soul Wrote: Tapi ya seperti yang dijelaskan jeng Stephie, karena inflasi dan nilai tukar rupiah, mau gak mau hal tersebut tidak dapat terhindarkan, hiksu hiksu .... *mewek* #halahlebay
Oh ya Jeng Stephie, seingat saya hingga 31 Desember 2013, sistem subkelas yang dipake PT. Sepur itu sama seperti yang Jeng sebutkan lho. Jadi dalam satu kereta, pembagian subkelasnya tuh kurang dan lebihnya seperti ini:
Sub J: Seat 1, 2, 12, 13
Sub I: Seat 2, 3, 11, 12
Sub H: Seat 3, 4, 10, 11
Sub A: Seat 5, 6, 7, 8, 9
Secara umum Sub H, I, J posisinya bisa bergeser 1 - 2 kursi dengan sub kelas di atasnya. Dan yang 99% pasti mendapat Sub A adalah seat 6-7-8.
Menurut saya sih Hot Seat nya kereta yang sebenernya ya tiga seat ini. Kenyamanannya secara umum paling maksimal kalau di sini. Goncangan paling minim soalnya jauh dari roda (coba bandingkan dengan goncangan di seat 2-3 atau 11-12), suara ribut dari bordes juga paling minim, apalagi pas petugas mondar-mandir gitu. Mungkin kalo mau ke toilet saja sih yang kudu jalan agak jauh, hahaha.
Tapi entah kenapa sekarang sistemnya jadi subkelas termurah ada di kereta terdepan, menyusul subkelas berikutnya hingga kereta belakang selalu dapet subkelas A. Padahal yang dulu asyik banget. Saya hobi pesen subkelas J tapi di kereta terbelakang yang biasanya sepi. Jadi begitu di dalem bisa pindah ke kursi yang lebih hot deh ... kadang bisa sampe rebahan malah, aaaaaw #plakkk
Sayang sekarang hal itu tidak bisa lagi dilakukan. Subkelas Termurah semua ada di depan, dan pastinya subkelas termurah itu kemungkinan sangat besar selalu penuh dan gak bisa loncat-loncat seenaknya gitu deeeh #eh
Yg di-bold: itu gak salah tuh? Perasaan sebelum tanggal segitu juga sistem subkelasnya yg paling murah di depan, makin ke belakang makin mahal? Apa gw kurang teliti kali, ya. Soalnya gw biasanya liat seat yg pemesanannya min 1 bulan sebelumnya, KIMMW (Kiss Me If I'm Wrong)
#preeettt
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
