07-03-2014, 09:06 AM
(07-03-2014, 08:51 AM)Hungry Soul Wrote: Yang gebrakan luar biasa yang mana mas? Meng-LS kan kereta di KTS karena ada asongan? Emangnya dikira asongan ndak bisa nggandul dari Sembung atau naik bus ke Baron/Sukomoro?
Duh, semoga ada rencana yang lebih "keren" lagi daripada meng-LS-kan stasiun KTS. Ini sih lama-lama juga pedagang asongannya pasti cari cara ke Sukomoro dan Baron juga ...
EH dan jangan salah, saya pernah liat asongan yang ngider di Dhoho Penat itu ada yang bela-belain beli tiket biar bisa ngikut Dhonat lho ....
Eh ada si Arlay, ngikut ah...

Kalo masalah asongan di daop 7, gw malah kepikiran ide gila, gimana kalo asongan dijadikan tukang jualan bakso/soto misalnya, tapi yg punya & mengelola PT. Kereta Api Indonesia (Persero) daop 7 gitu, jadi itung2 itu jadi uang pemasukan tambahan dari bisnis sampingannya PT Sepur, biar asongan bener2 steril dari wilayah daop 7 MN...

Eh, koq malah pada ngomongin asongan daop 7, sekarang
lagi yukz...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie


