(22-01-2014, 07:58 PM)stasiunkastephanie Wrote: Koreksi:
Bangil: BG (bukan BGL)
Pasuruan: PS (bukan PRN)
Probolinggo: PB (bukan PBO)
Kalo PB setau gw agak jarang yg naik ke JR/BW, kecuali para bule yg habis dari G. Bromo ke Banyuwangi/Bali (inget sekarang Banyuwangi jadi inceran baru turis mancanegara), nah kalo ke SGU baru lumayan banyak, pernah gw ke PB malem2 liat stasiunnya, yg naik 79 (Muttim Malam SGU-BW) ke JR/BW sama sekali gak ada, sedangkan yg turun dari 79 lumayan banyak. Makanya kenapa Muttim mandeg di PB.....
huehuehehe banyak salahnya, makasi koreksinya hoho, emang gitu sih rata2 pada turun PB gag ada yang ke BW atau JR, dan sampe ke PB sendiri sudah jam 00.00 kan ? yang turun ke PB biasanya para pekerja yang ingin pulang kampung "mungkin" , dan juga untuk ke PB sendiri belum ada KA seperti KA Lokal dari SGU atau SB
lanjuuuutttttt.............
MARATHON 2 dengan KA 77
--------------------------------
setelah silang sesama muttim KA 77 melanjutkan perjalanan, kali ini dengan sedikit hujan rintik2 dan akhirnya deras juga hohoo, menikmati pemandangan hujan sambil diiringi maen game itu sungguh nikmat hahaha, eh kok pnp depan ane tengok kanan tengok kiri, katanya "wes tekan tanggul iki"...yep betul, TGL
[spoiler=hujan deres, fotonya satu aja ye heheheh]
[/spoiler]selanjutnya kereta trus digeber dengan kondisi hujan lebat yang bener2 ademnya khas DAOP IX

berhenti lagi, kali di RMI , masih dengan hujan yang lumayan deras sampai membuat bordes bechek gag ada kertas buat ngechek-ngechek
[spoiler=bangunan apakah ini ? gudang ?]
[/spoiler]kereta berangkat lagi, sangat disayangkan ane tak bisa merekam kondisi karena kaca burem dan tentunya diluar hujan deras semenjak keluar JTO huhuuu, singkat cerita sampailah ane di JR tentunya dengan kondisi................................................hujan lebih deras dari sebelumnya..-.-
[spoiler=eh ada pandanwangi ujan2an]
[/spoiler][spoiler=sangat tidak jelas zoomnya soalnya deres res res]
[/spoiler][spoiler=ternyata didepanya ada loko langka, loko paporitnya siapa nih hehehe]
[/spoiler]hujan dan hujan tiada henti, namun semua berubah setelah LS di KTK, tak ada hujan lebat, yang ada pemandangan memasuki stasiun KLT, sungguh khas dan tetep persawahan dimana dimana, singkat cerita di KLT setelah menurun kan penumpang dan menaikan penumpang, kereta terus diberangkatkan lagi, dengan penumpang depan ane yang sudah beda semenjak di JR

dan ini lah yang ane tunggu tunggu, pemandangan melewati terowongan mrawan, segera saja ane menikmatinya, terdapat persawahan yang hijau, dan tak lupa daripada boring ngobrol ngobrol dengan pnp depan ane, ternyata eh ternyata dia adalah pegawai T*lk*m regional bali, dia mau kebali lagi cz ada kerjaan, asyiknya mengobrol, eh sudah sampai SPL
terlihat d video tersebut kereta berjalan perlahan-lahan, ada apa nih, dari hasil pengamatan saya, rupanya ada pergantian bantalan rel, kira kira perjalanan kali ini akan sedikit terlambat, dan benar juga hingga stasiun mrawan, kecepatan KA tak lebih dari 2-10 km/jam

BERSAMBUNG
---------------

